JEJAK HASRAT
jawabnya pelan.
Sementara itu, Haji Agus, suami Bu Haji Tini, datang membawa sebuah nampan berisi teh hangat dan kue-kue kecil. "Maafkan aku, Idoh. Ini mungkin tidak bisa menggantikan kehilanganmu, tapi semoga bisa sedikit menghibur hatimu," ucapnya sambil menyerahkan nampan tersebut pada Idoh.
Idoh mengangguk menghormati. "Terima kasih, Pak Haji. Anda dan Bu Haji Tini begitu baik padaku," katanya tulus.