Magang Di Pelukan CEO
Shaquelle menunduk sebentar, rahangnya mengeras, “—bukan bagian dari hidup aku lagi.”
Entah sudah keberapa kali Shaquelle mengatakan itu tapi Greta seolah menulikan telinga.
Greta mendekat satu langkah, matanya menatap dengan panas. “Kalau memang aku bukan bagian dari hidup kamu, kenapa kamu biarkan aku tinggal di sini?”
Shaquelle terdiam. Napasnya memburu. Ia tidak punya jawaban yang jujur tanpa menyakitkan.
“Aku tinggal seminggu, itu yang aku bilang, kan?” lanjut Greta. “Dan kamu… kamu bahkan enggak sanggup usir aku. Jadi jangan salahin aku kalau dunia kamu berantakan.”
Hot Chapters