Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dara  Amara

Dara Amara

"Aku masih terlalu baik teman" Ucap Adara menampilkan senyum dinginnya. Seolah-olah ia tidak bersalah. Mpfftt Mpffttt Suara Intan tidak begitu jelas terdengar. Adara membuka Sumpalan kain dimulut Gadis bermata sipit itu. Cuihhh Intan membuang ludah tepat diwajah Adara. Adara tidak emosi. Gadis dingin ini masih saja tersenyum. Senyum yang tidak dapat dibaca siapapun.
103.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai ya humairah
Baca
+Pustaka
Senyum Bahagia Maharani

Senyum Bahagia Maharani

Kembali ke pasal. Haji Sriyani itu berparas cantik. Postur tubuhnya tinggi, sekitar seratus enam puluh lima. Diimbangi dengan berat badan yang ideal. Kuit kuning langsat. Lesung pipit di pipi sebelah kanan menambah manis jika beliau tersenyum. Pantas ajah, Haji Mahmud tergoda, hehe. Eh, bukan tergoda tapi terpikat.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai ya humairah
Baca
+Pustaka
Syahadat Cinta

Syahadat Cinta

Ahda menganggukkan kepalanya, “Baiklah aku mengerti.” Keheningan menyelimuti mereka selama beberapa saat. “Makanlah bubur itu! Jangan biarkan perutmu kosong!” Ahda kembali bersuara ketika melihat Faza hanya mengaduk-aduk bubur di depannya. Air mata gadis itu kembali menetes, Ahda tahu pastilah gadis itu sedang dirundung duka yang teramat dalam. Umi Fatimah adalah satu-satunya orangtua yang masih ia miliki. Ahda tahu benar betapa dekatnya hubungan mereka berdua.
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai ya humairah
Baca
+Pustaka
Suamimu Milikku

Suamimu Milikku

Adam benar-benar tidak pulang, pikir nya. Dia membuat teh untuk dirinya sendiri lalu melihat isi kulkas Adam. Dia baru ingin mengeluarkan bahan-bahan bel rumah sudah berbunyi. Sofia memakai hijab nya lalu membuka pintu, dia melihat wanita yang seumuran Ibu nya berdiri didepan pintu menggunakan daster berwarna coklat dan hijab. "Asalammualaikum Bu," sapa Sofia "Ibu mbok Yem ya?" tanya nya sangat ramah. "Iya Mbak. Mbak siapa ya?" tanya Mbok Yem tidak tahu.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai ya humairah
Baca
+Pustaka
Ayah Mana?

Ayah Mana?

tanya Randy meminta penjelasan. “Karena kasusnya menyenangkan,” jawab David mudah. Biru terkekeh. “Dia bukan David. Nama aslinya Damier Lau,” ungkap Biru. Sarah mencoba mencari nama itu di internet. Memang tak ada foto Damier. Hanya saja nama itu disebutkan dalam daftar 100 anak muda terkaya di Asia. “Wah, ya ampun! Ternyata kamu anak sultan!” seru Sarah, istri Randy.
1023.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 705 kali sebagai ya humairah
Baca
+Pustaka
Raina

Raina

koreksi Raka. "Iya deh," balas Fahmi. Lalu pria itu mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan wanita itu. "Gue Fahmi, dan perkenalkan manusia-manusia purbakala yang masih tersisa di zaman Millenial ini. Ada Dipo, Galih, Wisnu, Erfan, dan Anwar. Biar kata absurd tapi prestasi kita sebagai atlet futsal pas SMA nggak perlu diragukan lagi." Fahmi jumawa sekali. "Ini juga istri-istri kita, dua lagi belum nikah. Dan itu Raina, mantannya Raka." Fahmi menyeringai usil. "Eh?" Aku terkesiap. "Fahmi, apaan sih lo?" sambarku salah tingkah.
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai ya humairah
Baca
+Pustaka
Istri Bayaran Semesta

Istri Bayaran Semesta

“Ya dan saya tidak suka orang terdekat saya kelihatan kekurangan. Memalukan sekali, kamu tahu siapa saya kan?” “Iya, Tuan Semesta Narendra Maheswara, pewaris di Mahes Group.” Humaira tertawa mengejek. Memang benar ia adalah pewaris di keluarga Mahes dan itu jika Semesta tetap menjadi suami dari Humaira. Humaira hanya mencibir, kelakuan suaminya benar-benar sombong sekali. Dalam hatinya ia mengumpati suaminya yang dingin serta sombong itu berharap agar suaminya sadar.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai ya humairah
Baca
+Pustaka
Rahim Tawanan

Rahim Tawanan

Mau tidak percaya tapi susah rasanya karena Ia tahu sepak terjang wanita paruh baya di hadapannya ini. “Bohong!” Ashyana menolak fakta itu. Ia tahu seberapa sayang ibunya, jadi tidak mungkin ia dijual seperti ini. “Tapi itulah faktanya, mulai sekarang kamu akan tinggal disini, mungkin dalam beberapa tahun kedepan karena aku butuh cucu dari rahimmu itu.” Madam Soraya tidak berekspresi apapun ketika mengatakan itu. “Cukup persiapkan dirimu Nona Abraha,” bisik Madam Soraya. “Jaga gadis itu jangan sampai dia kabur!” titah Madam Soraya dengan tegas dan langsung meninggalkan kamar itu. Sementara Ashyana menatap kosong lantai yang ia pijak.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai ya humairah
Baca
+Pustaka
HUMAIRA

HUMAIRA

Ucap Wati. Lintang sangat bahagia dapat kunjungan dari Humaira. Lintang sangat berharap Humaira bisa sembuh. *****
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai ya humairah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status