Dibuang Suami, Dicintai Ipar
"Abah tidak ingin dihisab karena gagal menjagamu, Nak. Surga itu mahal, dan kau adalah amanah yang harus Abah jaga tetap suci."
Saat itu, Humey kecil hanya bisa mengangguk meski ia sering kali menatap anak-anak tetangga yang tertawa bebas di jalanan dengan perasaan iri.
Ia tak punya teman. Dunianya hanya Abah, Umi, dan tumpukan kitab.
Uminya, wanita lulusan Al-Azhar Kairo yang anggun, adalah satu-satunya pelabuhan hatinya.
Suatu sore, saat mereka duduk di ruang tengah, Umi membelai rambut Humey dengan lembut.