MENJADI ORANG KEDUA
"Menangis saja, jangan ditahan. Tidak apa, menangislah."
Mendengar kalimat yang Santo katakan dengan suara lembut itu, isak Lais makin terdengar.
"Gue benci ngerasa setakberdaya ini dan cuma bisa nangis, San," protes Lais dengan suara bergetar, "gue takut lo ninggalin gue, San... gue gak mau sendirian lagi."
"Kamu tidak pernah sendirian, Lais." Masih dengan nada menenangkan Santo berucap, "kamu tahu, kita tidak pernah benar-benar sendirian selama ada seseorang yang kita ingat dalam hati dan ingatan."
Sikat na Kabanata