Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Ruangan itu menjadi saksi diam dari sesuatu yang lebih dalam dari sekadar amarah, antara cinta, kecurigaan, dan luka yang belum sembuh. Galuh perlahan mendekati Ratri. Wajahnya begitu dekat hingga Ratri bisa merasakan hembusan napasnya di kulit. “Apakah kau benar-benar tidak tahu?” suaranya terdengar pelan, nyaris seperti bisikan. “Di rumah ini ada banyak mata yang mengawasi. Aku melihat semuanya.” Ratri tak berani menatap. Galuh menunduk, mendekat ke telinganya.
622 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
Hubungan Gelap

Hubungan Gelap

Kebetulan awan mendung menutupi langit, hanya tertampak cahaya gelap, semua yang ada di depannya tertutupi lapisan hitam yang menambah suasana menjadi lebih mencekam. Dalam perjalanan pulang, Callista mendadak linglung dan tidak memperhatikan orang yang berpapasan dengannya. Suzy melihat jiwa Callista yang melayang. Dia menariknya sambil tersenyum, "Callista, apa yang kamu pikirkan?" "Kak Suzy!" Callista terkejut. Melihat Callista yang kaget, Suzy sedikit geli, "Ada apa? Mengapa melihatku seolah-olah kamu telah melihat hantu?"
1021.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 798 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
Misteri Di Balik Mata

Misteri Di Balik Mata

suara itu terdengar penuh amarah dan ketidakberdayaan. Suci dan Farhan saling memandang dengan ketakutan. "Siapa itu?" tanya Suci, berusaha menenangkan diri. Suara itu semakin jelas, dan tiba-tiba, mereka melihat sesuatu di jendela. Sebuah bayangan hitam berdiri di luar, tampak seperti sosok manusia yang terbuat dari kegelapan pekat. Matanya bersinar merah, dan tampaknya mengawasi mereka dengan penuh perhatian.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
PENDEKAR BUTA DARI LEMBAH HANTU

PENDEKAR BUTA DARI LEMBAH HANTU

Lira terkejut, menutup mulutnya untuk menahan ketakutan. “Ini adalah tanda-tanda ritual,” Pendekar Buta menjelaskan. “Ritual pemanggilan yang mungkin mengundang kegelapan ke dalam dunia ini.” Tiba-tiba, dari sudut gelap, suara gemerisik terdengar. Mereka semua terdiam, merasakan sesuatu yang bergerak di antara bayangan. Sebuah sosok muncul, tubuhnya tampak bergetar, dan wajahnya penuh luka—seorang wanita dengan rambut kusut dan mata kosong.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Sebuah keahlian yang sudah mahir dia kerjakan. Lantai putih dinodai oleh cairan merah kehitaman yang mengalir segar. Arya memukul-mukul dinding kaca. Ia sekarat. Kematian dilihatnya sudah begitu dekat. Di dalam sisa-sisa kesadarannya, hanya asma Tuhannya yang dibisikkan. Lalu oksigen perlahan kehilangan tumpangan untuk menuju otak. ***
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
Rahasia Senja

Rahasia Senja

Pada akhirnya tetap ia yang terlihat salah. "Kenapa lu diem aja? Mendadak bisu?! Atau emang bisu? Hahaha," celetuk Viola. "Kayaknya emang bisu! Ups..." Ucap gadis berkuncir kepang itu. Sekali berucap ternyata ucapannya begitu tajam, pikir Senja. Tangan lentik itu kini sudah menyentuh wajah Senja. Viola—gadis yang menggunakan softlens hitam di matanya itu, kini tersenyum sinis. Tangannya sudah meraup pipi Senja.
9.97.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
STARMOON

STARMOON

Aku Di Sini, Prints Liam Aku di sini, Prints Liam, Aku di sini di balik jendela. Sevilla direngkuh Kegelapan dan mimpi. Kerinduan menjejali aku, Aku diselubungi menara hitam, Aku di sini di balik jendela. Kau lihatkah? Diatas Menara ada jendela Mengapa kau berlama?.. Tidakkah rindu Lihatlah aku,
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
Petaka Satu Malam

Petaka Satu Malam

Pandangannya buram. Ia raih pisau itu dan menempelkan di nadi tangan kirinya. Dingin dan menusuk. Ia pejamkan matanya dan menarik posau itu. Srat! Tras! "Tes!" "Tes!" "Tes!" Lantai putih berubah menjadi merah darah. Kiara memejamkan mata menahan perih dan sakit. Tapi setidaknya sebentar lagi dia tidak akan merasakannya lagi. Ia tersenyum dalam kesadarannya yang perlahan menghilang.
8.715.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 453 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status