Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Elegi

Elegi

Binar. Aksa menahan napas ketika sepasang iris gelap itu bersirobok dengan mata birunya. Seluruh dunianya seolah terpusat pada sosok yang tengah menatapnya dengan raut wajah nelangsa. Aksa menatap sosok itu dengan sendu. Ia hanya mengenakan gaun cokelat yang sudah robek di sana-sini. Wajahnya tampak kacau, dan rambut panjangnya pun kusut masai. Tanpa sadar, Aksa melangkah semakin dekat, ia ingin membebaskan Binar dari kerangkeng batu itu, tapi ....
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
Nightmare

Nightmare

Bak sebuah mantra yang akan membuatku tenang setelah mengatakannya. Aku bergidik ngeri ketika melihat kembali kertas yang ada bercak merah itu, tiba tiba saja layar di Hpku berkedip beberapa kali. Aku menatapnya sekilas, mengabaikannya. Namun ada sebuah nomor tak kukenal yang terpajang di layar tersebut, beberapa kali. Hingga dengan terpaksa aku pun mengangkatnya. Diujung telpon sana terdengar sebuah lagu yang begitu asing di telingaku. Reverse. Lagu yang tak begitu jelas dan hanya berisi sebuah jeritan-jeritan tak jelas seperti suara kelelawar, suara seorang perempuan bersenandung dan bahkan suara tawa anak kecil. Oh tuhan?!
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

“Ma, sudah dulu ya. An, mau mandi dulu tidak terasa sudah sore saja.” “Ok, An, next time. See you, An.” “See you too, Ma.”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
Mata Batin

Mata Batin

Ronald hanya bisa menatap sikap gelisah Bara. Pemuda itu membuka hordeng putih menutupi jendela kamar Sofie. Di halaman belakang dekat kolam renang. Bara melihat Sefia bersama seorang mahluk bertubuh hitam dengan bola mata merah. Sefia meneteskan air mata dan mengelengkan kepala ke arah Bara. "Sefia ...." Tubuh gadis bergaun merah ditarik mahluk tersebut ke dalam kolam renang tanpa ada suara
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 478 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
The Ghost and I

The Ghost and I

balas Satya, merasa dirinya sebagai 'hantu' itu. Indira menoleh tajam ke sebelah kiri mejanya. "Apa kalian yang sudah menggangguku?!" "Astaga, beraninya sama anak-anak." Satya ikut melihat ke samping meja kerja Indira. "Apa?" sahut Indira, menoleh kembali ke meja kerjanya. "Ada hantu mesum di sini?" Satya melotot. "Apa maksudnya? Hei, apa yang kalian katakan!?" Saat Satya ingin menangkap gerombolan anak itu, mereka tiba-tiba langsung menghilang dari pandangannya.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Penyihir Hitam

Kembalinya Sang Penyihir Hitam

Karena langit sudah mulai gelap Allein langsung menggunakan black hole untuk menyerap energi kehidupan dari mayat para ogre hijau yang berserakan. Seketika di depannya langsung tercipta genangan darah yang cukup banyak, dia tak menyisakan satupun mayat semuanya dia serap habis. Setelah selesai, Allein langsung menutup kembali black hole dan kemudian berjalan menuju markas ogre hijau yang ada di depannya. Puluhan rumah kayu berjejer di depan matanya, suasananya nampak sepi tak ada satupun ogre hijau di markas ini.
7.89.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
Penyihir Serigala

Penyihir Serigala

Tangannya mulai menyentuh belati. Meskipun di dalam seperti malam hari tanpa penerangan, tapi bagi kaum werewolf itu tak masalah. Mereka memiliki mata yang tajam untuk melihat dalam kegelapan. Begitu juga dengan Elisa, ia bisa melihat dengan jelas apa yang ada di hadapannya saat ini.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
Pemandangan Terakhir Anakku

Pemandangan Terakhir Anakku

Wajahnya jelas-jelas tersenyum, tapi bagiku dia tampak seperti ular berbisa yang dingin, membuat sekujur tubuhku merinding. “Kak Vivi, Colaku sudah mati. Seharusnya kamu juga nggak perlu bawa kotak abu palsu begini hanya untuk memesan lahan makam demi menipu James dan cari perhatian. Cola itu nyawa yang berharga, aku ingin dia bereinkarnasi dengan baik di kehidupan selanjutnya. Berikan saja lahan ini pada Cola, ya?” Lahan ini khusus kupilih di tempat yang paling banyak terkena sinar matahari, dengan harapan di kehidupan mendatang Leo bisa hidup sehat dan bahagia.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
Gadis Misterius

Gadis Misterius

Garis takdir Part: 4 *** Setelah menunggu cukup lama, akhirnya hasil tes Zacky keluar. Semua terkejut mendapati kenyataan bahwa Zacky mengidap penyakit serius. Yaitu, ada tumor yang bersarang di kepalanya. Melati mengusap sudut mata, menghapus tangisnya diam-diam. Sedangkan Bik Atun memalingkan muka, tak sanggup menatap wajah tampan Tuannya.
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
KACAMATA BERDARAH

KACAMATA BERDARAH

KACAMATA BERDARAH Written by David Khanz Part 5 ——————————————————— Waktu sudah menunjukkan lewat dari pertengahan malam. Suasana alam nyaris sunyi tanpa suara-suara sebagaimana biasa. Hanya lengking binatang mungil di luar yang tidak pernah mau berhenti menjerit-jerit khas. Beradu tembang bersama nyanyian burung hantu, sesekali turut menyahut.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai 幽霊目線
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status