وجع باسم الحب

وجع باسم الحب

last updateLast Updated : 2026-08-22
By:  سحر جاد Ongoing
Language: Arab
goodnovel12goodnovel
10
2 ratings. 2 reviews
111Chapters
752views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

ليست كل الابتسامات دليلًا على السعادة، وليست كل القلوب التي تنبض بالحياة خالية من الندوب... كانت رهف تملك كل ما قد تحلم به أي فتاة؛ جمال يلفت الأنظار، وعائلة يراها الجميع مثالية، وحياة تبدو من الخارج كاملة لا ينقصها شيء. لكن خلف تلك الصورة البراقة كانت تخفي أسرارًا ووجعًا لم يره أحد. وفي لحظة واحدة، تنقلب حياتها رأسًا على عقب، لتجد نفسها في مواجهة حقائق لم تتخيل يومًا أنها ستعيشها. بين الحب والخذلان، وبين الثقة والانكسار، ستخوض رهف رحلة قاسية لتكتشف أن أقرب الأشخاص قد يكونون سببًا في أعمق الجراح. فهل ستتمكن من النجاة بقلبها؟ أم أن بعض الندوب لا تُشفى مهما مر عليها الزمن؟ هذه ليست مجرد قصة حب... بل حكاية فتاة تعلمت أن الحياة لا تمنح الجميع ما يستحقونه

View More

Chapter 1

الفصل الاول:المتاهه التي لا تنتهي

Siang itu sangat terik. Azahra menyibak kerudungnya karena sangat kegerahan. Dia sudah sampai di rumah. Rumah sederhana yang dihuni oleh ibu dan putri kecilnya yang sangat istimewa. Azahra adalah seorang single parent dengan satu anak. Suaminya meninggalkannya tiga tahun lalu. Wanita dua puluh sembilan tahun itu harus menerima kenyataan ditinggalkan sang suami ketika putrinya Jelita menderita kelainan. Usia Jelita pada waktu itu masih tiga tahun. Kini gadis istimewanya Azahra sudah berusia enam tahun.

Azahra bukan wanita biasa. Dia lulusan luar negeri dengan gelar istimewa. Ijazahnya diraih juga dengan perjuangan dan beasiswa. Namun semua itu tidak berarti ketika menikah dengan Raehan. Lelaki tinggi tegap dengan kulit sawo matang khas keturunan Jawa itu, tidak memperkenankan Azahra untuk bekerja. Alasannya sungguh klasik. Wanita itu sudah kodratnya dapur, sumur dan kasur. Sebagai istri yang luar biasa, Azahra mengubur dalam-dalam seluruh cita-citanya tersebut. Dia memilih mengabdikan diri untuk sang suami.

Awalnya, kelahiran Jelita disambut suka cita. Meriah dan bertabur hadiah. Segala macam upacara adat digelar untuk keselamatan sang buah hati. Tiap sesi diadakan upacara adat. Hingga malapetaka itu terjadi. Pada suatu malam, diadakan sebuah pesta di rumah mewah itu. Gadis berusia tiga tahun itu merajuk meminta sesuatu dan tidak ada yang tahu yang diinginkannya. Memang, hanya Azahra saja yang mengetahui cara komunikasi Jelita. Namun, saat itu Azahra sedang melayani beberapa tamu.

Gadis berusia tiga tahun itu menangis dan mengamuk karena keinginannya tidak dituruti. “Nyonya Zahra, Jelita mengamuk!” Seorang pelayan berpakaian hitam putih memberi tahu Zahra. Maka Zahra segera berlari menuju tempat Jelita mengamuk.

“Sayang, Jelita. Ini Bunda, Nak. Ada yang Zahra inginkan?” Anak itu memeluk bundanya dengan sangat erat. Ternyata ada yang menjahili Jelita sehingga anak malang itu histeris.

Pesta berlangsung seperti biasa setelah kericuhan itu dapat diatasi. Namun, Zahra tidak bisa melanjutkan melayani tamu. Hanya suaminya sendiri.

“Re, kamu yakin anakmu tidak kenapa-napa? Kayaknya dia bisu, deh.” Perkataan salah satu temannya membuat lelaki itu tercenung. Dia merasa tidak nyaman dengan perkataan sahabat kantornya itu.

“Kamu yakin, Jer? Tapi dari keluarga kami tidak ada yang menderita kebisuan.” Jeri mengangguk-anggukkan kepala. Akhirnya pesta selesai. Dengan muka masam Reihan masuk kamar. Namun tidak ada istrinya di sana. Reihan tahu di mana harus mencari Zahra. Dia melangkah menuju kamar putrinya yang ada di sebelah.

“Tinggalkan dia! Bukannya sudah tidur?” Zahra dengan hati-hati meninggalkan tubuh mungil yang sudah terlelap itu.

Zahra masuk kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai, maka wanita itu mendekati suaminya. Namun berbeda, suaminya sedikit dingin padanya.

“Ada apa, Ayah?” tanya Zahra.

“Kita periksakan Jelita. Sepertinya ada kelainan.” Zahra setuju dengan ide itu. Namun tetap saja malam ini Zahra merasakan hal yang aneh dengan suaminya itu. Wanita bibir tipis itu tidak mengerti alasannya. Suaminya tersebut berbaring dan membelakanginya. Ingin rasanya Zahra menanyakan alasannya. Tapi keberanian terkungkung dalam tenggorokannya. Nyatanya, dia tidak sanggup untuk melafalkan semua yang ada di kepalanya.

Zahra memilih untuk mengikuti jejak suaminya menatap dinding. Dia juga membelakangi suaminya. Ini adalah awal bencana itu. Hingga tiba prahara demi prahara tidak berujung.

Seorang gadis menarik gaunnya, membuat lamunan Zahra terhenyak dan dia menoleh ke arah sang penarik itu. 

***Meyyis***

Zahra menoleh ke arah kanan. Ternyata putrinya yang menarik gaunnya. Wanita berhidung mancung itu tersenyum ke arahnya. Putrinya menggunakan jari-jarinya untuk mengatakan sesuatu. Wanita bergaun tosca itu mengangguk dan  mengelus puncak kepala putrinya untuk mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Kemudian dengan jari-jarinya juga Zahra berkomunikasi dengan sang putri tercinta. Ya, dengan sekuat tenaga Zahra belajar bahasa isyarat. Tidak mudah memang, tapi harus bisa. Putrinya harus mengerti bahasa tersebut sebagai seorang anak yang dilahirkan dengan seluruh keistimewaan.

“Sayang, Jelita mau main?” Anak perempuan itu menggeleng. Dia berbicara dengan jari-jarinya bahwa dirinya menginginkan alat gambar. Jelita ingin menggambar. Butuh beberapa saat untuk Zahra menerjemahkan bahasa sang putri.

“Baiklah, Sayang. Besok kalau mama libur, kita jalan-jalan membeli yang kamu inginkan. Sekarang, Jelita main dulu, ya?” Gadis kecil itu berlari ke arah ruangan yang memang diperuntukkan untuk anak itu. Ruang tengah yang tidak terlalu luas, tapi menjadi favorit bocah enam tahun itu.

“Zahra, ibu sudah menyuapi Jelita tadi. Sekarang kamu makan dulu. Nanti kalau ada panggilan kerja nyelonong saja.” Zahra tersenyum kepada ibunya. Hanya ibunya keluarga yang tulus mendampingi. Bahkan mantan suaminya tidak pernah sekalipun berkunjung untuk melihat sang putri. Zahra beranjak menuju ke ruang makan. Diikuti dengan ibunya dari belakang. Hanya menu sederhana tapi mencakup semua nutrisi. Ibu Zubaidah demikian ibunya Zahra biasa dipanggil, memang jago mengolah bahan makanan menjadi masakan yang spesial.

“Zahra, kamu tidak berpikir menikah lagi? Sudah tiga tahun kamu hidup sendiri. Ibu juga tidak bisa membantumu mencari rizki.” Zahra berhenti menyuapkan makanan ke mulutnya. Dia menarik napas dalam-dalam. Seolah ada beban berat yang menghimpitnya.

“Ma, dengan kondisi Jelita yang demikian, Zahra ragu. Ayahnya sendiri saja menolak. Apalagi orang lain? Fokus Zahra pada Jelita sekarang.” Zubaedah mengangguk. Zahra menoleh ke arah putrinya tersebut yang sedang asih memainkan peran sebagai seorang ibu yang menyuapi anaknya. Zahra tersenyum melihatnya. Sejurus kemudian fokus dengan makanan yang ada di depannya.

“Tapi kamu tidak trauma ‘kan, Nak?” Zubaedah menyisihkan beberapa potongan cabai yang ada di lauknya. Zahra menatap lurus ke arah sang mama dengan pertanyaan itu. Dia sedikit ragu dengan pertanyaan itu. Akankah jawaban yang akan diberikan ini sebuah penegasan, atau bahkan rasa ingin sembunyi dari perasaan yang membelenggu. Sepersekian menit, Zahra menggeleng. Sehingga membuat wanita yang mulai beruban itu mengangguk seraya tersenyum.

Belum selesai Zahra makan siang, suara dering dari ponselnya menghenyakkan. Zubaedah yang sudah selesai menghabiskan makan siangnya bermaksud mengambilkan ponsel anaknya tersebut. “Siapa, Ma?” tanya Zahra pada sang ibu.

“Dari agent, mau diterima?” Zahra mengangguk sehingga wanita yang sudah berumur itu menggeser tombol terima.

“Halo.” Kata pertama yang diucapkan Zubaidah sebelum mengucapkan salam. Wanita senja itu memberikan telepon tersebut kepada Zahra. Wanita berambut panjang itu meminta maaf karena meminta benda pipih itu dengan tangan kiri. Sebab tangan kanannya kotor. Zahra memang suka makan dengan jari-jarinya tanpa bantuan sendok atau sumpit. Menurutnya hal itu sangat nikmat.

Zahra berdehem dua kali sebelum akhirnya mengucapkan salam pada orang di seberang sana.

“Hari ini? Baiklah Mas Ben, aku segera OTW.” Wanita akhir dua puluhan itu langsung meletakkan ponselnya dan mengangkat piring yang sudah habis isinya. Cepat-cepat dia mencucinya kemudian berganti baju untuk menemui Ruben di kantornya. 

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

reviews

منه عبدالله
منه عبدالله
الروايه دى بجد حلوه جدا كملى...️...️...️...️...️
2026-07-18 16:03:50
1
0
سحر جاد
سحر جاد
القصه رائعه وعنصر التشويق رائع ...
2026-06-16 16:39:56
1
0
111 Chapters
الفصل الاول:المتاهه التي لا تنتهي
الحياة ليست بسيطة كما يظن البعض…ولا تسير دائمًا كما نخطط لها في دفاترنا الصغيرة أو أحلامنا الوردية.الحياة أشبه بمتاهة ضخمة، تمتد بلا نهاية واضحة، مليئة بالأبواب المغلقة، والممرات المظلمة، والعقبات التي لا تظهر إلا بعد فوات الأوان.البعض يدخل هذه المتاهة وهو يعرف طريقه جيدًا…والبعض الآخر يُلقى فيها دون دليل.لكن الأخطر من ذلك كله…هو من يظن أنه يعرف الطريق، بينما هو في الحقيقة يبتعد عن الخروج مع كل خطوة.في أحد الأحياء الراقية، حيث الهدوء الخارجي يخدع من يراه، كان منزل كبير يقف بثبات، جدرانه نظيفة، وأثاثه يوحي بالراحة… لكن داخله كان هناك عالم آخر تمامًا.عالم مليء بالفوضى، والقلق، وصوت لا يتوقف.صوت صراخ فتاة شقّ السكون فجأة.رهف:مامااااااا!ترددت الخطوات في أرجاء المنزل، ثم ظهرت امرأة في منتصف العمر، ملامحها تجمع بين التعب والحنان، وكأنها اعتادت هذا المشهد كل يوم.زينب:في إيه يا بنتي؟ مالك بتصرخي كده؟كانت رهف واقفة وسط الغرفة، شعرها البرتقالي مبعثر، ووجهها يحمل مزيجًا من الذعر والبكاء، وعيونها تتحرك بسرعة كأنها تبحث عن نجاة.رهف:الورق… الورق بتاعي اختفى! عندي امتحان بكرة! مش هع
Read more
الفصل الثانى:حين يوقظ الماضي نفسه
ما تحت السطحكان الليل في هدوئه المعتاد… لكن الهدوء أحيانًا لا يعني الأمان.في غرفة رهف، كان الظلام مختلف هذه الليلة.ليس لأنه مظلم فقط…بل لأن رهف كانت تشعر أن هناك شيئًا يراقبها حتى وهي مغمضة العينين.فتحت عينيها فجأة.صمت.أنفاسها كانت سريعة بدون سبب واضح.نظرت حولها.الغرفة كما هي… سريرها، مكتبها، كتبها المبعثرة كعادتها.لكن الإحساس لم يختفِ.رهف (بهمس):أنا ليه حاسة كده…اعتدلت في مكانها.حاولت تقنع نفسها أنه مجرد حلم أو توتر من الامتحان… لكنها لم تستطع.مدت يدها وأشعلت النور.كل شيء ظهر طبيعي.لكن في الزاوية القريبة من الباب…كان هناك شيء صغير على الأرض.رهف حدقت فيه.ورقة.ليست من كتبها.ولا تعرفها.نزلت من السرير ببطء.قلبها بدأ يدق.كل خطوة ناحية الورقة كانت أثقل من اللي قبلها.انحنت وأخذتها.سكون تام.فتحت الورقة.كانت فارغة.لكنها شعرت بشيء غريب… كأنها ليست فارغة فعلًا.كأن هناك رسالة غير مرئية.رهف (بقلق):إيه الهبل ده…وفجأة…سمعت صوت خفيف جدًا خلفها.التفتت بسرعة.لا شيء.لكن الباب كان مفتوح نصف فتحة.في نفس الوقت – غرفة مصطفىمصطفى كان جالس في غرفة مغلقة.أمامه درج حديد
Read more
الفصل الثالث :حين يبدأ السقوط بصمت
لم يكن الصمت في غرفة رهف هذه المرة مجرد غياب صوت…بل كان ثِقلًا يخنق المكان كله.الهواء نفسه بدا وكأنه أصبح أبطأ.رهف كانت واقفة مكانها، عينيها مثبتة على الورقة التي سقطت من يدها، وكأنها تحاول تستوعب معنى الجملة اللي اتكتبت فيها."إنتي مش بنت مصطفى الحقيقي…"كلمة واحدة كانت كفيلة إنها تهز كل حاجة جواها.رهف (بصوت منخفض مكسور):يعني إيه…؟إيدها بدأت ترتعش، ورجليها فقدوا ثباتهم لحظة، لكنها حاولت تتمسك بالكرسي جنبها.منار كانت واقفة مصدومة، مش قادرة تستوعب اللي بيتقال:منار:ده… ده أكيد هزار تقيل… أو حد بيستعبط!مازن كان مختلف.كان ساكت.بس عينه بتقرأ الورقة كأنه بيحاول يلاقي فيها كذبة صغيرة تنقذ الموقف… لكنه ما لاقاش.مازن (بصوت منخفض):ده مش هزار…رهف رفعت عينيها له بسرعة:رهف:إنت بتقول إيه؟مازن:اللي بيكتب الكلام ده… مش بيهزر.سكت لحظة.وبعدين أكمل:مازن:ده حد عايز يهز ثقتك في كل حاجة حواليكي.---لكن المشكلة…إن الكلمة رغم بساطتها… كانت بتكسر شيء أعمق بكتير من الثقة.كانت بتكسر “الهوية”.---داخل رهفرهف فجأة حسّت إن الأرض مش ثابتة تحتها.مش بس فكرة إنها مش بنت والدها…لكن فكرة إن
Read more
الفصل الرابع: حين ينكسر اليقين
الورقة كانت بين إيد رهف…بس وزنها كان تقيل بشكل غريب.مش بسبب الورق نفسه…لكن بسبب اللي مكتوب فيه."لو عايزة الحقيقة… ابعدي عن بيت مصطفى."رهف فضلت باصة للكتابة كذا ثانية من غير ما ترمش.كأن عقلها بيحاول يرفض يفهم.منار قربت منها:منار:رهف… مين اللي كتب ده؟مازن كان مركز مع لؤي مش مع الورقة.لكن لؤي نفسه كان واقف بهدوء غريب، مش مستعجل يهرب زي الأول.رهف (بصوت منخفض):إنت اللي جبت الورقة دي منين؟لؤي هز راسه بسرعة:لؤي:والله لقيتها بين الكتب… مش أكتر.مازن (بحدة هادية):بس ليه الرسالة دي؟ وليه اسم مصطفى؟لؤي سكت لحظة.وبعدين قال:لؤي:لأن في ناس مش عايزة الحقيقة توصل بسهولة.الصمت وقع.الجملة كانت غامضة… بس مش عبيطة.---أول تصدع في الثقةرهف حسّت بحاجة غريبة.مش بس خوف…لكن إحساس إن كل اللي حواليها بيبدأ يتقلب.رهف:إنت عارف بابا منين؟لؤي بص لها مباشرة:لؤي:مش "عارف" بالمعنى اللي إنتي فاهماه…سكت.وبعدين أكمل:لؤي:أنا… سمعت عنه قبل كده.مازن:سمعت عنه فين؟لؤي اتوتر:لؤي:مش مهم دلوقتي.رهف شدّت الورقة أكتر:رهف:كل حاجة بقت “مش مهم دلوقتي”!صوتها علي شوية.الناس اللي حواليهم بدأ
Read more
الفصل الخامس
صوت الزجاج المكسور ما كانش مجرد صوت عابر… كان زي إشارة إن الهدوء اللي كانوا عايشين فيه انتهى رسميًا. في ساحة الجامعة، الطلبة بدأوا يجروا في اتجاهات مختلفة، وصرخات خفيفة انتشرت بسرعة، لكن مفيش حد كان فاهم إيه اللي حصل بالظبط. رهف كانت واقفة مكانها، عينيها مثبتة على الاتجاه اللي جه منه الصوت. قلبها بيدق بسرعة. رهف (بهمس): إيه اللي بيحصل هنا…؟ مازن مسك دراعها بسرعة: مازن: إبعدي عن هنا! لكن يوسف كان أول واحد اتحرك. بخطوات سريعة وثابتة. لؤي اتحرك وراه مباشرة، كأنه عارف الاتجاه قبل ما حد يتكلم. --- داخل مبنى الجامعة الممر كان شبه فوضى. زجاج مكسور على الأرض من شباك كبير في الدور الأول. لكن المريب… إن مفيش حد ظاهر جوه. مازن: مفيش حد! منار (بخوف): يبقى مين اللي عمل كده؟ يوسف وقف قدام الشباك المكسور، وركع بسرعة يلمح حاجة على الأرض. ورقة صغيرة. مسكها. فتحها. وبمجرد ما عينه وقعت عليها، ملامحه اتغيرت لأول مرة بشكل واضح. رهف لاحظت ده: رهف: في إيه مكتوب؟ يوسف ما ردش فورًا. كأنه بيقرر إذا كان هيقول ولا لأ. وبعدين قال بصوت منخفض: يوسف: دي مش رسالة عشوائية. مازن: ي
Read more
الفصل السادس
الليل كان تقيل بشكل غير طبيعي…البيت من بره شكله هادي، لكن الهدوء ده كان كأنه قشرة رقيقة جدًا فوق حاجة تحتها بتغلي.جوه البيت، مصطفى كان قاعد في الصالة، ماسك ورق قديم قدامه، عينيه بتقرا بسرعة وكأنه بيحاول يلحق حاجة قبل ما تضيع.رهف كانت في أوضتها، لكن قلبها مش هادي.من وقت ما رجعت من المستشفى وهي حاسة إن في حاجة “مستخبية في المكان كله”.---أول حركة غريبةصوت خفيف من بره الباب.مش خبط.مش صوت واضح.مجرد احتكاك.مصطفى رفع رأسه فورًا.سكت لحظة.وبعدين قام ببطء ناحية الباب.---في نفس اللحظة…يوسف كان في الطريق ناحية البيت، ومازن معاه، ولؤي ساكت في المقعد الخلفي.يوسف كان بيكلم في التليفون:يوسف (بحدة منخفضة):لو في أي حركة حوالين البيت… بلّغوني فورًا.قفل المكالمة.مازن:فيه حاجة؟يوسف:في حاجة بدأت.---داخل البيت – بداية الاقتحاممصطفى وقف قدام الباب.الهدوء زاد بشكل غريب.كأنه استسلام قبل العاصفة.وفجأة…ضربة قوية على الباب.مرة واحدة.ثم تلتها ضربة أقوى.مصطفى شد نفسه:مصطفى:مين؟مفيش رد.ضربة تانية.الزجاج الجانبي للباب بدأ يهتز.---رهف خرجت من أوضتها بسرعة:رهف:بابا في إيه؟!مص
Read more
الفصل السابع
المستشفى كان هادي من بره… لكن جوه، كل حاجة كانت بتغلي تحت السطح.رهف قاعدة قدام غرفة والدها، إيديها متشابكة، عينيها مش بتغفل لحظة عن الباب.كل دقيقة بتمر كانت تقيلة كأنها ساعة.يوسف كان واقف بعيد شوية، ماسك موبايله، بيكلم حد بصوت منخفض جدًا، لكن نبرة صوته كانت مختلفة… فيها توتر مش معتاد عليه.مازن كان بيراقبه، ولؤي واقف في الناحية التانية، ساكت، لكن عينه مش سايبة أي تفصيلة.---بداية التحركيوسف قفل المكالمة فجأة.مازن قرب:مازن:فيه حاجة جديدة؟يوسف:في تحرك.مازن:تحرك فين؟يوسف ما ردش مباشرة.بص ناحية الممر.ثم قال:يوسف:مش هيفضلوا ساكتين.---رهف سمعت الجملة.لفت بسرعة:رهف:مين “هم”؟يوسف سكت لحظة.ثم قال:يوسف:اللي بيدوروا على الملف.---اسم يظهر لأول مرةفي نفس اللحظة…موبايل يوسف رن برسالة جديدة.فتحها.وشه اتغير فورًا.مازن لاحظ:مازن:إيه؟يوسف بص في الشاشة… وبعدين قال بهدوء غريب:يوسف:اتقال اسم.رهف قربت بسرعة:رهف:اسم مين؟يوسف سكت ثانيتين.ثم قال:يوسف:“خالد البحيري”.---الصمت وقع فجأة.مازن:مين ده؟لؤي… لأول مرة اتغيرت ملامحه.---رد فعل لؤيلؤي قال بصوت منخفض:لؤ
Read more
الفصل الثامن
وقف يوسف أمام رهف للحظات طويلة.كان واضحًا إنه بيفكر.يتكلم؟ولا يفضل ساكت؟لكن لأول مرة منذ بداية كل ما يحدث، شعر أن الصمت أصبح أخطر من الحقيقة نفسها.نظر إلى مازن ثم إلى لؤي.وأخيرًا إلى رهف.وقال بهدوء:ـ تعالى معايا.عقدت رهف حاجبيها.ـ على فين؟ـ هقولك حاجة لازم تعرفيها.تجمدت ملامحها.لأول مرة يقول جملة كهذه.طوال الوقت كان يتهرب.يطلب منها الصبر.يقول "مش وقته".أما الآن...فهو بنفسه يريد الكلام.---خرجوا إلى نهاية الممر بعيدًا عن الأطباء والمرضى.وقفت رهف أمامه وهي تعقد ذراعيها.ـ اتفضل.تنهد يوسف.ـ فاكرة وإنتي صغيرة لما وقعتي من فوق العجلة؟رمشت رهف باستغراب.ـ إيه علاقة ده باللي بيحصل؟ـ جاوبي.سكتت قليلًا.ثم قالت:ـ كنت عندي سبع سنين تقريبًا.أومأ برأسه.ـ فاكرة مين اللي لحقك؟ـ إنت.ـ ومين اللي ودّاكي المستشفى؟ـ إنت برضو.ابتسم ابتسامة صغيرة باهتة.ـ ومين فضل صاحي جنبك طول الليل؟سكتت رهف.كانت تعرف الإجابة.---خفض يوسف بصره للحظة.ثم قال:ـ عمري ما اعتبرتك مجرد بنت عمي.شعرت رهف أن قلبها انقبض.لكنها لم تتكلم.---ـ من يوم ما كنتي صغيرة وأنا شايفك مسؤوليتي.رفع عينيه
Read more
الفصل التاسع
مرت دقائق طويلة بعد خروج يوسف من غرفة العناية.لكن بالنسبة له...كانت كأنها ساعات.ما زالت كلمات مصطفى تدوي داخل رأسه:"خالد مش بيدور على الملف... خالد بيدور على رهف."لم يكن يفهم كل شيء.لكنه كان متأكدًا من شيء واحد...أن مصطفى كان خائفًا.وخوف مصطفى لم يكن شيئًا عاديًا أبدًا.كانت رهف تراقبه من بعيد.كلما نظرت إليه زادت حيرتها.منذ بداية الأحداث وهو يعرف أشياء أكثر من الجميع.يتكلم بنصف الحقيقة.ويخفي النصف الآخر.وكلما اقتربت من إجابة...ظهرت أمامها عشرات الأسئلة الجديدة.اقتربت منه فجأة.يوسف رفع رأسه.فقالت مباشرة:ـ بابا قالك إيه؟تنهد يوسف.ـ مش وقته يا رهف.اشتعل الغضب داخلها.ـ تاني؟!سكت.فأكملت بانفعال:ـ من ساعة ما بدأت المشاكل دي وكل واحد بيقولي "مش وقته".إمتى وقته بقى؟لما تحصل مصيبة أكبر؟لما أموت؟شعر يوسف بوخزة في قلبه من الكلمة الأخيرة.لكنه أخفاها سريعًا.ـ متقوليش كده.ـ ليه؟!ـ عشان...سكت.ثم أشاح بوجهه.رمقته رهف بمرارة.ثم استدارت لتبتعد.لكنها توقفت عندما سمعت صوتين يتحدثان بالقرب من غرفة الأطباء.كان مازن ولؤي.قال مازن بصوت منخفض:ـ أنا لحد دلوقتي مش فاهم أ
Read more
الفصل العاشر
تجمد الزمن للحظات.لم يكن الصمت الذي خيم على الحديقة الخلفية للمستشفى صمتًا عاديًا...بل كان صمتًا مليئًا بالتوتر والخوف والأسئلة.رهف كانت تنظر إلى الوجوه حولها.يوسف.لؤي.مازن.ثم خالد البحيري.الجميع يعرفه.الجميع صُدم من ظهوره.إلا هي.هي الوحيدة التي لا تفهم شيئًا.---شدد يوسف قبضته.وتقدم خطوة أمام رهف وكأنه يحجبها عن خالد.فابتسم خالد بسخرية.ـ لسه نفس العادة يا يوسف.ـ ابعد عنها.قالها يوسف ببرود.لكن البرود كان يخفي غضبًا هائلًا.---رفع خالد حاجبه.ـ وإلا؟---تقدم مازن بسرعة.ـ إحنا مش هنا علشان نتخانق.---نظر خالد إليه للحظة.ثم ابتسم.ـ ابن كريم...كبرت أنت كمان.---عقد مازن حاجبيه.ـ تعرف أبويا؟---ضحك خالد ضحكة قصيرة.ـ أعرف أكتر مما تتخيل.---شعرت رهف أن رأسها بدأ يؤلمها.كل دقيقة تمر تزيد الغموض.---صرخت فجأة:ـ حد يفهمني!---سكت الجميع.---نظرت إلى خالد مباشرة.ـ إنت مين؟---ابتسم خالد.---ـ سؤال جميل.---ثم نظر إلى يوسف.ـ واضح إنهم مقصروش في إخفاء الحقيقة.---اشتعل غضب يوسف.ـ كلمة زيادة وهتندم.---لكن خالد تجاهله.وظل ينظر إلى رهف.---ـ أنا شخص كان
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status