ตำรับรักโอสถ ท่านหมอเคร่งครัดกับฮูหยินปากไว

ตำรับรักโอสถ ท่านหมอเคร่งครัดกับฮูหยินปากไว

last updateLast Updated : 2025-10-29
Language: Thai
goodnovel4goodnovel
Not enough ratings
28Chapters
1.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

ซูฉิง หมอสาวผู้เชี่ยวชาญด้านสมุนไพร ดันทะลุมิติมาพร้อมกับ 'โรคปากไวหัวใจทะลึ่ง' ที่ทำให้เธอมักพูดจาชวนคิดลึกออกมาโดยไม่ตั้งใจ ชีวิตนี้ไม่มีอะไรสำคัญเท่าการทำฟาร์มสมุนไพร เพื่อปลูกหญ้าดับไฟราคะมารักษาตัวเองให้หายขาดก่อนที่จะเผลอไปลวนลามใครเข้า แต่แล้วเธอก็ต้องมาทำงานร่วมกับ 'ท่านหมอเทวดา' อวี้เหยียน ผู้ที่เย็นชาและเคร่งครัดเรื่องศีลธรรม ภารกิจนี้จึงไม่ได้มีแค่การปลูกพืชสมุนไพร แต่คือการบำบัดความหื่นของตัวเอง และความเย็นชาของท่านหมอเทวดานี่แหละ ********** "ซูฉิง" อวี้เหยียนเรียกชื่อเธอเสียงแข็ง "โปรดรักษา มารยาทด้วย และนี่... ถือเป็นการเตือนครั้งที่หนึ่ง หากมีครั้งที่สอง... ข้าจะเริ่มแผนการรักษาโรคปากไวใจทะลึ่ง ของเจ้าอย่างจริงจัง" ซูฉิงทำตาโต เธอแสร้งทำเป็นตกใจอย่างสุดขีด ‘ท่านหมอเอ๊ย ท่านเพิ่งใช้สิทธิ์ในการเตือนไปหนึ่งครั้งแล้ว นั่นแปลว่าข้ายังมีโอกาส ป่วนท่านอีกสองครั้ง สินะ และถ้าการรักษาอย่างจริงจังของท่านคือการใช้เวลาอยู่กับข้ามากขึ้นล่ะก็... ข้าก็ยอมเป็น คนทะลึ่งตลอดไปเลยเจ้าค่ะ’ (ไม่มี NC อ่านได้ทุกเพศทุกวัย)

View More

Chapter 1

บทที่ 1 ท่านหมอเจ้าคะ... ยาดองนี้ต้องป้อนอย่างไร ตอนที่ 1/6

Suara pekikan kecil terdengar diikuti oleh suara dentingan piring yang jatuh, membuat suasana pesta menjadi hening.

Ryan Pendragon menoleh ke arah sumber suara dan melihat seorang gadis kecil, mungkin berusia sekitar 10 tahun, berdiri kaku dengan wajah pucat. 

Di depannya, seorang pria tinggi besar dengan mata tajam berdiri menjulang, jasnya yang mahal kini bernoda makanan yang tumpah.

"Ma-maafkan saya, Tuan," gadis kecil itu terbata-bata, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

Pria itu menatap gadis kecil tersebut dengan tatapan dingin yang menusuk. Tangannya terkepal erat, dan Ryan bisa melihat urat-urat di lehernya menegang karena menahan amarah.

Melihat situasi yang semakin tegang, Ayah Ryan–William Pendragon bergegas menghampiri mereka. Ia berlutut di samping gadis kecil itu, mengeluarkan sapu tangan dari saku jasnya.

"Tidak apa-apa, Nak. Itu hanya kecelakaan," ujar William lembut sambil mencoba membersihkan noda di sepatu gadis itu. Kemudian ia berdiri dan menghadap pria yang terlihat marah itu. "Master Lucas, saya William Pendragon. Mohon maaf atas insiden ini. Biarkan saya membantu membersihkan jas Anda."

Namun, kebaikan William rupanya tidak diapresiasi. Master Lucas menatap William dengan pandangan merendahkan.

"Apa yang kau lakukan?!" bentaknya pada William. "Kau pikir sapu tanganmu yang murahan itu bisa membersihkan jas mahalku?!"

William tersentak, "Maaf, saya hanya bermaksud membantu. Mungkin kita bisa—"

PLAK!

Suara tamparan itu menggema di seluruh ruangan. William terhuyung, pipinya memerah akibat pukulan pria itu.

Ryan membeku. Matanya melebar menyaksikan adegan di depannya. Ia ingin berlari, ingin menyelamatkan ayahnya, tapi kakinya seolah terpaku di lantai.

"Kau pikir kau siapa?!" teriak pria itu lagi. "Berani-beraninya kau menyentuhku dengan sapu tangan kotormu!"

William mencoba menjelaskan, "Tuan, saya hanya bermaksud membantu. Ini hanya kecelakaan kecil dan—"

"DIAM!" Pria itu semakin murka. Tangannya bergerak cepat, mencengkeram kerah William. "Kau tidak tahu siapa aku? Aku bisa menghancurkanmu dan seluruh keluargamu dalam sekejap!"

Ruangan itu mendadak sunyi. Tak ada yang berani bersuara, apalagi bergerak untuk membantu William. 

Ryan akhirnya berhasil menggerakkan kakinya. Ia berlari mendekati kerumunan, berusaha menembus para tamu yang menonton kejadian itu dengan wajah pucat.

"Ayah!" teriaknya.

Namun sebelum Ryan bisa mencapai ayahnya, sesuatu yang mengerikan terjadi.

Master Lucas, dengan gerakan yang sangat cepat, menebas leher William Pendragon dengan tangan kosongnya. Seketika itu, kepala William menggelinding, diikuti robohnya tubuh William ke lantai.

"TIDAK!" Ryan berteriak histeris. Air mata mengalir deras di pipinya saat ia melihat ayahnya roboh ke lantai, darah mengalir deras dari lehernya.

Orang-orang mulai berteriak panik. Beberapa wanita pingsan menyaksikan kejadian berdarah itu. 

Namun tak seorang pun berani mendekati William yang telah tewas, ataupun menghentikan pria yang baru saja membunuhnya.

Ryan berlutut di samping tubuh ayahnya, tangannya gemetar memeluk potongan kepala William. "Ayah ... Ayah!"

Ryan meraung, matanya liar mencari-cari bantuan. Ia melihat wajah-wajah familiar di antara kerumunan. 

Orang-orang yang dulu selalu memuji keluarga Pendragon, teman-teman lama ayahnya, bahkan pamannya sendiri.

Tapi tak seorang pun bergerak. Mereka hanya berdiri diam, wajah mereka campuran antara ketakutan dan ... penghinaan? Seakan akhir seperti ini sudah sepantasnya diterima oleh keluarga Ryan!

Amarah membakar dada Ryan. Dengan gerakan cepat, ia meraih pisau makan dari meja terdekat dan menyerbu ke arah pembunuh ayahnya.

"KUBUNUH KAU!" teriaknya, mengayunkan pisau itu sekuat tenaga.

Namun pria itu terlalu kuat. Dengan satu tangan, ia menangkap pergelangan tangan Ryan, menghentikan serangannya dengan mudah.

Ryan menatap mata pria itu. Dingin, tanpa emosi. Seolah membunuh seseorang di depan umum adalah hal biasa baginya.

"Keluarga Pendragon dari Golden River, ya?" Pria itu berkata, suaranya sedingin es. "Kau pikir kau siapa? Bahkan jika kau adalah keluarga yang berada di posisi paling atas, aku tetap bisa membunuhmu dengan menjentikkan jariku!"

Ia melempar Ryan ke lantai dengan kasar. "Dan kau, dasar sampah tak berarti, kudengar kau terkenal di daerah ini karena tidak berguna. Haha, dan kau ingin membunuhku? Bahkan jika aku memberimu seratus tahun, kau tetap tidak berguna!"

Ryan tergeletak di lantai, tubuhnya gemetar karena shock dan amarah. Ia ingin bangkit, ingin membalas, tapi tubuhnya seolah kehilangan seluruh kekuatannya.

Tiba-tiba, seseorang menarik lengannya dengan kuat. Ryan menoleh, melihat ibunya, Eleanor, dengan wajah pucat dan berlinang air mata.

"Ibu?" bisiknya bingung.

Tanpa berkata apa-apa, Eleanor mendorong Ryan sekuat tenaga ke arah jendela besar yang mengarah ke Sungai Emas di belakang Paviliun Riverside.

PRANG!

Kaca jendela itu pecah, dan Ryan merasakan tubuhnya melayang di udara sebelum akhirnya tercebur ke dalam air sungai yang dingin.

Sebelum kesadarannya menghilang, Ryan melihat ibunya berlari ke arah pria pembunuh itu, wajahnya penuh tekad ... dan keputusasaan.

Air sungai yang deras menarik tubuh Ryan, menghanyutkannya entah kemana. Pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan. Mengapa semua ini terjadi? Mengapa tidak ada yang membantu? Mengapa ibunya mendorongnya?

Dan yang paling penting ... apa yang akan terjadi padanya sekarang?

Entah sudah berapa lama Ryan hanyut, ia tidak dapat menghitungnya. Ketika kesadarannya mulai berangsur menghilang, Ryan merasakan sebuah tangan kuat menariknya ke permukaan. Samar-samar, ia melihat wajah seorang pria tua sebelum semuanya menjadi gelap.

*Lima tahun kemudian*

Angin dingin berhembus kencang di puncak Gunung Langit Biru. Di sebuah gua yang tersembunyi, seorang pemuda berdiri tegak, matanya terpejam dengan konsentrasi mendalam.

"Fokus, Ryan!" Suara serak seorang pria tua terdengar. "Rasakan aliran energi di sekitarmu. Biarkan Teknik Matahari Surgawi mengalir dalam meridianmu!"

Ryan Pendragon membuka matanya. Cahaya keemasan berpendar dari tubuhnya, menerangi seluruh gua. 

Dengan satu gerakan tangan, batu-batu besar di sekitarnya terangkat ke udara, melayang seolah tak memiliki bobot.

Pria tua itu tersenyum puas. "Bagus. Kau sudah siap."

Ryan menurunkan batu-batu itu kembali ke tempatnya. Ia berbalik, menatap pria yang telah menjadi gurunya selama lima tahun terakhir.

"Guru," katanya dengan suara dalam. "Apakah ini saatnya?"

Sang guru mengangguk pelan. "Ya, muridku. Kau telah menguasai Teknik Matahari Surgawi dan rahasia alkimia tingkat tinggi. Kini saatnya kau kembali dan menghadapi takdirmu."

Ryan mengepalkan tangannya. Bayangan masa lalu berkelebat di benaknya. Ayahnya yang terbunuh, ibunya yang mengorbankan diri, dan pria itu ... pria yang telah menghancurkan segalanya.

"Akhirnya," ucap Ryan, matanya berkilat penuh tekad, "dendam ini bisa kubalaskan."

Sang guru meletakkan tangannya di bahu Ryan. "Ingat apa yang telah kuajarkan padamu, Ryan. Kekuatan sejati bukan hanya tentang membalas dendam. Tapi tentang keadilan dan melindungi yang lemah."

Ryan mengangguk. Ia telah berubah. Bukan lagi pemuda lemah yang hanya bisa menangis saat melihat ayahnya dibunuh. Kini ia adalah seorang kultivator, sekaligus alkemis yang kuat, menguasai teknik yang bahkan tidak pernah dibayangkan oleh kebanyakan orang.

Saat fajar menyingsing, Ryan Pendragon melangkah keluar dari gua, meninggalkan kehidupannya selama lima tahun terakhir. Matanya menatap jauh ke cakrawala, ke arah kota Golden River yang tersembunyi di balik awan.

"Golden River," bisiknya. "Aku sudah kembali."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters
No Comments
28 Chapters
บทที่ 1 ท่านหมอเจ้าคะ... ยาดองนี้ต้องป้อนอย่างไร ตอนที่ 1/6
ซูฉิง รู้สึกว่าหัวของเธอกำลังถูกค้อนเหล็กยักษ์ทุบอย่างแรงเหมือนกับกำลังถูกลงทัณฑ์จากสวรรค์ ในโทษฐานที่เธอเคยแอบขโมยสูตรน้ำพริกของคุณย่ามาใส่ในยาลดน้ำหนักตอนสมัยเรียนแพทย์แผนปัจจุบัน... ไม่ใช่สิ มันไม่ได้ปวดหัวธรรมดา แต่มันปวดหัวเพราะ เธอเพิ่งโดนรถพยาบาลชน แล้วทะลุมิติมาอยู่ในร่างของสตรีโบราณ ที่กำลังจะอดตายข้างถนนต่างหากเมื่อเปลือกตาที่หนักอึ้งเปิดออก สิ่งแรกที่ซูฉิงเห็นคือ หลังคาไม้ผุๆ ที่มีแสงแดดลอดลงมาเป็นริ้วๆ และกลิ่นอับของสมุนไพรแห้งที่ไม่ถูกสุขลักษณะนัก เธอลุกขึ้นนั่งอย่างทุลักทุเล พลางสำรวจร่างกายที่เปลี่ยนไป ร่างนี้ผอมบาง มือเล็กเรียว ดูไม่คุ้นเคย“ให้ตายเถอะ... ข้าตายแล้วมาเกิดใหม่ในยุคจีนโบราณอย่างที่พวกนิยายชอบเขียนกันจริงๆ หรือนี่” ซูฉิงพึมพำกับตัวเองขณะที่เธอกำลังพยายามรื้อฟื้นความทรงจำของร่างเดิม (ซึ่งแทบไม่มีอะไรเลยนอกจากชื่อ 'ซูฉิง' และการเป็นลูกสาวพ่อค้าสมุนไพรที่ยากจน) อาการที่คุ้นเคยก็เริ่มกำเริบขึ้นมาตุบ... ตับ... ตุบ…ไม่ใช่เสียงหัวใจเต้น แต่เป็นเสียงของ ความคิดชวนฝัน ที่เพิ่งถูกกระตุ้นขึ้นมาอย่างรวดเร็ว‘ท่านแม่ทัพ... ทำไมท่านต้องแก้ผ้าคลุมไหล่ให้ข้าตรงนี้ด้
Read more
บทที่ 1 ท่านหมอเจ้าคะ... ยาดองนี้ต้องป้อนอย่างไร ตอนที่ 2/6
ท่านหมอเทวดาอวี้เหยียน‘ท่านหมอ หน้าตาดีอย่างร้ายกาจ ท่านไม่ได้เกิดมาเพื่อรักษาคน แต่เกิดมาเพื่อบำรุงสายตาข้าต่างหาก’ซูฉิงรู้สึกว่าความทะลึ่ ในตัวเธอระเบิดออกมาเป็นพลุ เธอต้องใช้พลังทั้งหมดที่มีในการหักห้ามไม่ให้กรีดร้องชื่นชมออกมา และพยายามตั้งสติเพื่อพูดในสิ่งที่เป็นประโยชน์เธอเดินเข้าไปหยุดอยู่ข้างโต๊ะตรวจยา รอจนกระทั่งอวี้เหยียนตรวจชีพจรของหญิงชราเสร็จ“ยาย... ท่านต้องหมั่น บำรุงกายใจ และห้าม ออกแรงมากจนเกินควร มิเช่นนั้นอาการจะกำเริบอีก” อวี้เหยียนกล่าวด้วยน้ำเสียงทุ้มนุ่ม แต่เย็นชาจนน่าขนลุกหญิงชราก้มตัวขอบคุณแล้วเดินออกไปทันทีเมื่อห้องว่างลง อวี้เหยียนจึงเงยหน้าขึ้นมองซูฉิง ดวงตาเรียวคู่นั้นมองเธอตั้งแต่หัวจรดเท้าด้วยความสงสัยและไม่ไว้วางใจ“สตรีผู้นี้... เจ้ามาหาข้าด้วยธุระอันใด” เสียงของเขาเย็นจนราวกับ มีหิมะร่วงลงมาจากเพดานซูฉิงสูดลมหายใจเข้าปอด ก่อนจะปล่อยวาทะแห่งความทะลึ่งออกไปอย่างหมดเปลือก โดยแสร้งทำเป็นว่า เป็นเรื่องจริงจังที่สุด“ท่านหมอเจ้าคะ ท่านหมอเทวดาอวี้เหยียน ข้า... ข้ามาหาท่านด้วยเรื่อง บำรุงเป็นพิเศษเจ้าค่ะ” ซูฉิงยื่นถุงสมุนไพรแห้งๆ ที่เธอรวบรวมมาไปตรงหน้
Read more
บทที่ 1 ท่านหมอเจ้าคะ... ยาดองนี้ต้องป้อนอย่างไร ตอนที่ 3/6
“ข้ามีวิธีการวิเคราะห์สมุนไพรที่แม่นยำและถึงแก่นมากกว่านั้นเยอะ ข้าสามารถบอกได้ว่าสมุนไพรชนิดไหนมีการออกฤทธิ์ทางชีวภาพอย่างไร และชนิดไหนมีสารพิษตกค้างที่ท่านหมอมองไม่เห็น ”ซูฉิงยื่นหน้าเข้าไปใกล้เขาอีกครั้ง เธอกระซิบราวกับเป็นความลับระดับชาติ“ข้าจะบอกอะไรที่ท่านหมอไม่รู้... ในชาที่คนไข้ของท่านดื่มทุกวัน มีสมุนไพรชนิดหนึ่งที่ถ้าต้มไม่ถูกต้อง มันจะให้ สารไซยาไนด์ในปริมาณที่น้อยมาก ซึ่งจะค่อยๆ ทำลาย ระบบประสาทส่วนกลาง ของคนไข้จนทำให้พวกเขา รู้สึกซึมเศร้าและอ่อนเพลีย ตลอดเวลา ท่านต้องปรับสูตรยาเดี๋ยวนี้เจ้าค่ะ ไม่อย่างนั้น... ท่านหมอเทวดาจะต้องถูกประณามว่าเป็นหมอยาพิษแน่นอน”เพล้งคำพูดสุดท้ายของซูฉิงทำให้อวี้เหยียน ชะงักงัน อย่างสมบูรณ์ เขาใช้ชีวิตทั้งชีวิตเพื่อการแพทย์ และเรื่อง สารพิษตกค้างที่ซูฉิงพูดถึงนั้น... เป็นเรื่องที่เขา ไม่เคยพบในตำราเล่มใดเลย แต่ในทางปฏิบัติ... มันกลับมีเหตุผลอย่างน่ากลัว“สารไซยาไนด์... ระบบประสาทส่วนกลาง...” อวี้เหยียนทวนคำอย่างเหม่อลอย ความเยือกเย็นบนใบหน้าของเขาพังทลายลงไปเกือบหมด เขาไม่สนใจคำพูด ชวนคิดลึกของนางอีกแล้ว สิ่งที่อยู่ในสมองของเขาตอนนี้คือ คว
Read more
บทที่ 1 ท่านหมอเจ้าคะ... ยาดองนี้ต้องป้อนอย่างไร ตอนที่ 4/6
ซูฉิงรับกระดาษมาถือไว้ด้วยท่าทางสำรวม เธอก้มลงอ่านมันอย่างตั้งใจ ราวกับกำลังอ่านตำราสมุนไพรโบราณที่มีค่าที่สุด‘หึ ดูเหมือนท่านหมอเทวดาจะพยายามสร้างเขื่อนกั้นน้ำท่วมจากความทะลึ่งของข้าสินะ’ เธอคิดอย่างสนุกสนานเธออ่านทีละข้อกฎเหล็ก ข้อที่ 1 วาจาสุภาพห้ามใช้ถ้อยคำที่มีความหมายสองแง่สองง่าม ห้ามใช้คำเปรียบเปรยที่ส่อไปในทางลามกอนาจาร และต้องเรียกข้าว่า 'ท่านหมอ' หรือ 'อาจารย์' เท่านั้น“ข้อแรกก็ยากแล้วเจ้าค่ะท่านหมอ” ซูฉิงโอดครวญ “แล้วถ้าข้าเห็นดอกไม้ออกดอกสวยงาม ข้าจะบอกท่านว่ามันเบ่งบานอย่างเร่าร้อนไม่ได้หรือเจ้าคะ”อวี้เหยียนตวาดกลับแทบจะทันที “ไม่ได้ เจ้าต้องบอกว่า มันบานอย่างงดงามเท่านั้น”กฎเหล็ก ข้อที่ 2 รักษาระยะห่างในระหว่างการปฏิบัติหน้าที่หรือการวิจัยใดๆ ห้ามมิให้ผู้ช่วย สัมผัสร่างกาย ข้าโดยเด็ดขาด ห้ามมีการ โอบกอด จับมือ หรือการแตะต้องที่เกินงามทุกกรณีซูฉิงมองอวี้เหยียนตั้งแต่หัวจรดเท้าด้วยสายตาที่เจ้าเล่ห์เป็นพิเศษ“แต่... ถ้าหากข้าต้องปฐมพยาบาลท่านอย่างเร่งด่วนล่ะเจ้าคะ หรือถ้าท่านเป็นลมล้มพับเพราะถูกข้า บำรุงมากเกินไปล่ะเจ้าคะ ข้าจะแตะตัวท่านไม่ได้จริงๆ หรือ”อวี้เหยีย
Read more
บทที่ 1 ท่านหมอเจ้าคะ... ยาดองนี้ต้องป้อนอย่างไร ตอนที่ 5/6
“ข้าไม่ร้อนรน ข้าไม่ต้องการสมุนไพรดับไฟอะไรของเจ้าทั้งสิ้น และจงตั้งใจปลูกสมุนไพรที่มีประโยชน์ต่อการแพทย์เท่านั้น”“ได้เลยเจ้าค่ะท่านหมอ” ซูฉิงรับคำอย่างว่าง่าย แต่ในใจกลับคิดว่า ‘หึๆ เดี๋ยวข้าจะตั้งชื่อ 'หญ้าดับไฟราคะ' เป็นชื่ออื่นก็ได้ เช่น... 'ต้นบำรุงความเย็นชา' ไง ได้ผลเหมือนกัน’การอยู่ใกล้ชิดกับท่านหมอเทวดาผู้เย็นชา... ช่างเป็น การรักษาที่ดีที่สุดสำหรับโรคปากไวใจทะลึ่งของเธอจริงๆหลังจากที่อวี้เหยียนแสดงพื้นที่ปลูกสมุนไพรให้กับซูฉิงแล้ว เขาก็สั่งงานแรกให้เธอทันที“เจ้าต้องทำการจำแนกและจัดเรียงสมุนไพรที่เพิ่งเข้ามาใหม่ให้เรียบร้อย และที่สำคัญที่สุด... ห้ามส่งเสียงอื้ออึงหรือพูดจาไร้สาระในบริเวณโรงหมอเด็ดขาด” อวี้เหยียนสั่งเสียงเข้มก่อนจะเดินกลับเข้าไปในห้องทำงานส่วนตัวของเขาอย่างรวดเร็ว ราวกับกลัวว่าถ้าอยู่ใกล้ซูฉิงนานกว่านี้ ประสาทของเขาจะพังทลายลงซูฉิงยักไหล่ เธอไม่ได้สนใจคำสั่งห้ามของท่านหมอมากนัก สิ่งที่เธอสนใจตอนนี้คือ กล่องสมุนไพร จำนวนมากที่ถูกกองไว้ในห้องเก็บยาด้านหลังโรงหมอ‘งานจัดเรียงสมุนไพรเหรอ ง่ายยิ่งกว่าปอกกล้วยเข้าปากอีก นี่คือโอกาสที่ข้าจะได้เรียนรู้ว่าสมุนไพร
Read more
บทที่ 1 ท่านหมอเจ้าคะ... ยาดองนี้ต้องป้อนอย่างไร ตอนที่ 6/6
ซูฉิงใช้เวลาช่วงบ่ายอย่างมีความสุขกับการปรับปรุงพื้นที่ปลูกสมุนไพรของเธอ ซึ่งบัดนี้ถูกขนานนามในใจว่า “ฟาร์มสมุนไพรหยางอันเร่าร้อน” เธอขุดดิน พลิกหน้าดิน และเตรียมแปลงอย่างพิถีพิถัน สมุนไพรชุดแรกที่เธอปลูกลงไปคือสมุนไพรที่ใช้สำหรับการทดลองรักษาตัวเอง โดยเธอได้เปลี่ยนชื่อให้ดูบริสุทธิ์ตามคำสั่งของอวี้เหยียนแล้ว'หญ้าดับไฟราคะ' ถูกเรียกว่า 'หญ้าสงบจิต''รากเหง้าพยับแดดเย็นใจ' ถูกเรียกว่า 'รากเย็นศิลา'เธอพยายามยับยั้งอาการกำเริบของตัวเองตลอดช่วงบ่าย เมื่อต้องเรียกชื่อสมุนไพรเหล่านี้ เธอต้องสูดหายใจลึกๆ และท่อง กฎเหล็กข้อที่ 1 วาจาสุภาพ ไว้ในใจซ้ำๆ‘หึ ท่านหมอคิดว่ากฎเหล็กจะหยุดข้าได้หรือ ท่านคิดผิดแล้ว นี่เป็นการฝึกการควบคุมตนเองขั้นสูงสุดต่างหาก และเมื่อข้าบรรลุ... ท่านหมอจะต้องตกเป็นเหยื่อข้าแน่นอน’เมื่อแสงอาทิตย์เริ่มลับขอบฟ้า อวี้เหยียนเดินออกมาจากห้องทำงานส่วนตัวของเขา เขาสวมชุดผ้าแพรสีน้ำเงินเข้มแสดงให้เห็นว่าเขาเพิ่งจะเสร็จสิ้นภารกิจตรวจคนไข้และงานเอกสารทั้งหมดแล้ว สีหน้าของเขาดูอ่อนล้าและเย็นชาเหมือนเดิม แต่ก็มีความตึงเครียดบางอย่างปรากฏอยู่ซูฉิงแอบมองพระเอกอย่างพิจารณา เธอรู้ว
Read more
บทที่ 2 หญ้าดับไฟราคะ ตอนที่ 1/5
รุ่งอรุณของวันใหม่มาถึงพร้อมกับความตื่นเต้นที่แผ่ซ่านไปทั่วร่างของซูฉิง วันนี้เป็นวันเริ่มต้นโครงการที่ยิ่งใหญ่ที่สุดในชีวิตของเธอ—การเปิดฟาร์มสมุนไพรหยางเพื่อปลูกหญ้าดับไฟราคะมารักษาโรคปากไวใจทะลึ่งของตัวเอง และเพื่อให้มีโอกาสอยู่ใกล้ชิดกับท่านหมอเทวดาอวี้เหยียนมากขึ้นซูฉิงมาถึงแปลงดินขนาด 3 วาด้านหลังศาลาสมุนไพรแต่เช้าตรู่ แม้แปลงดินจะถูกล้อมรั้วเตี้ยๆ และอยู่ใกล้ห้องทำงานของอวี้เหยียนจนน่าอึดอัด แต่ซูฉิงกลับมองว่านี่คือทำเลทอง ทำเลดีขนาดนี้ แสงแดดส่องถึง ดินดี ไม่มีใครกล้ามายุ่ง เพราะท่านหมอเทวดาคอยสอดส่อง นี่มันแปลงเกษตรที่เซ็กซี่ที่สุดในใต้หล้าแล้วซูฉิงเริ่มแผนการของเธอทันที เธอเดินกลับไปที่โรงเก็บอุปกรณ์ของโรงหมอ และใช้ความรู้สมัยใหม่มาดัดแปลงเครื่องมือโบราณให้เป็นอุปกรณ์ทำเกษตรสุดล้ำเสียม ถูกซูฉิงเรียกว่า เครื่องมือพิชิตมังกร เพราะใช้สำหรับเจาะและขุดรากลึกจอบเล็ก ถูกเรียกว่า ใบมีดผ่าตัดดิน เพราะใช้สำหรับตัดแบ่งและปรับหน้าดินอย่างละเอียดกระบอกไม้ไผ่ขนาดใหญ่ที่มีรูเล็กๆ ถูกซูฉิงนำมาใช้เป็นเครื่องมือรดน้ำ เธอเรียกมันว่า กระบอกป้อนสารบำรุงหัวใจไม่นานนัก คนงาน 2-3 คนก็ถูกอวี
Read more
บทที่ 2 หญ้าดับไฟราคะ ตอนที่ 2/5
อวี้เหยียนขมวดคิ้ว เขาเดินเข้าไปใกล้แปลงดิน และมองดูต้นกล้าเล็กๆ ที่เพิ่งถูกปลูกลงไป “แล้วหญ้าสงบจิตที่เจ้าพูดถึงคือสมุนไพรชนิดใด ทำไมวิธีการปลูกของเจ้าจึงใช้เครื่องมือที่พิสดารถึงเพียงนี้” อวี้เหยียนถามด้วยน้ำเสียงที่แสดงความไม่ไว้วางใจอย่างถึงที่สุดซูฉิงเห็นท่านหมอเทวดาสนใจ ก็รีบใช้ความรู้ทางการแพทย์สมัยใหม่มาอธิบายความสามารถของตัวเองทันที “หญ้าสงบจิต... มันเป็นสมุนไพรที่ช่วยปรับคลื่นไฟฟ้าในสมองเจ้าค่ะ มันจะช่วยบำบัดอาการเครียดสะสมและคลายปมประสาทที่ถูกกดทับมานาน”“คลื่นไฟฟ้า ปมประสาท เจ้ากำลังใช้ศัพท์อันใด” อวี้เหยียนรู้สึกว่าความรู้ทางการแพทย์ที่เขาสั่งสมมาทั้งชีวิตกำลังถูกสั่นคลอนอย่างรุนแรงโดยสตรีทะลึ่งผู้นี้ซูฉิงมองดูสีหน้าของเขาแล้วรู้สึกตลกอย่างบอกไม่ถูก นี่แหละคือจุดประสงค์ของเธอ การทำลายกำแพงความรู้ของเขาด้วยคำพูดทะลึ่งที่แฝงไปด้วยความจริงทางวิทยาศาสตร์อวี้เหยียนยืนอยู่ข้างแปลงสมุนไพรด้วยสีหน้าที่เต็มไปด้วยความไม่พอใจและความฉงนสนเท่ห์ เขามองดูต้นกล้าเล็กๆ ของ 'หญ้าสงบจิต' ที่เพิ่งโผล่พ้นดิน และอุปกรณ์ทำสวนที่ถูกตั้งชื่ออย่างน่าอับอาย “คลื่นไฟฟ้า ปมประสาท ซูฉิง เจ้ากำลังพ
Read more
บทที่ 2 หญ้าดับไฟราคะ ตอนที่ 3/5
เธอใช้ศัพท์ใหม่ในการพูดกับคนงานเพื่อไม่ให้ถูกเตือนครั้งที่ 2 “อาฟู่ จงนำน้ำบริสุทธิ์ไปทำละลายสมุนไพรกลุ่มอัลคาลอยด์ชนิดนี้ให้ข้า ข้าต้องการสารสกัดเข้มข้นที่จะช่วยให้จิตวิญญาณของเราเกิดความสมดุล”แม้คำพูดจะดูสุภาพขึ้น แต่ซูฉิงก็ไม่ลืมที่จะแฝงนัยยะตลกๆ ลงไปเสมอหลังจากถูกท่านหมอเทวดาอวี้เหยียนสั่งห้ามเรื่องการพูดถึง 'อวัยวะ' ของพืช ซูฉิงก็ถอนหายใจยาวอย่างเสียดาย แต่เธอก็ไม่ได้หยุดการปั่นป่วน ท่านหมอไม่ได้ห้ามการกระทำหรือการวาดภาพนี่นาอวี้เหยียนมอบหมายภารกิจใหม่ให้ซูฉิง การคัดลอกและทำสำเนาตำราสมุนไพรโบราณที่หายากเล่มหนึ่ง ซึ่งเต็มไปด้วยภาพวาดสมุนไพรที่ซับซ้อน “ตำราเล่มนี้มีภาพประกอบที่ละเอียดอ่อนมาก” อวี้เหยียนกำชับขณะวางตำราลงบนโต๊ะในห้องสมุดเล็กๆ ที่อยู่ติดกับห้องทำงานของเขา “เจ้าต้องคัดลอกรายละเอียดให้ครบถ้วนและแม่นยำที่สุด”“ได้เลยเจ้าค่ะท่านหมอ ข้าถนัดเรื่องการวาดภาพรายละเอียดและสัดส่วนที่ซับซ้อนอยู่แล้ว” ซูฉิงรับคำอย่างกระตือรือร้นงานคัดลอกเริ่มต้นขึ้นอย่างเคร่งเครียด ซูฉิงไม่ได้คัดลอกแค่ภาพวาดสมุนไพรตามตำราเท่านั้น แต่เธอยังเพิ่มภาพประกอบเสริมที่อิงจากความรู้ทางการแพทย์สมัยใหม
Read more
บทที่ 2 หญ้าดับไฟราคะ ตอนที่ 4/5
ซูฉิงทำได้แค่ถอนหายใจและจำใจทำลายภาพวาดที่เธอวาดเสริมไป อวี้เหยียนยืนคุมเธออยู่จนกระทั่งทุกภาพถูกทำลายจนหมดเมื่อความโกรธสงบลง อวี้เหยียนกลับมานั่งครุ่นคิด เขาต้องยอมรับว่าถึงแม้ภาพวาดจะโจ่งแจ้งแต่ความรู้ที่ซูฉิงพูดถึงนั้นแม่นยำและก้าวหน้ากว่าที่เขามีอยู่มากนัก เขายังคงต้องการความสามารถของเธอ “เจ้า... จงคัดลอกสมุนไพรต่อไป แต่... ห้ามวาดภาพประกอบใดๆ ที่เกี่ยวข้องกับร่างกายมนุษย์อีกเด็ดขาด” อวี้เหยียนสั่งเสียงอ่อนลงซูฉิงยิ้มเธอรู้ว่าท่านหมอเทวดาโกรธ แต่ก็แพ้ความรู้ของเธอเสมอ การได้เห็นใบหน้าอันหล่อเหลาของเขาแดงก่ำแบบนี้ มันคือยาบำรุงหัวใจชั้นดีสำหรับเธอหลังจากเหตุการณ์วาดภาพกายวิภาคอันอื้อฉาว อวี้เหยียนพยายามรักษาระยะห่างจากซูฉิงอย่างเคร่งครัด เขามอบหมายงานที่ต้องใช้ความรู้ของเธอผ่านคนกลาง หรือไม่ก็ส่งคำสั่งผ่านประตูห้องทำงานที่ปิดสนิท แต่โชคชะตาไม่เข้าข้างท่านหมอเทวดาวันต่อมา มีคนไข้รายหนึ่งถูกนำตัวมาที่โรงหมอ เขาคือท่านบัณฑิตซุน ชายชราผู้มีชื่อเสียงด้านความเคร่งครัดและจริยธรรม แต่ตอนนี้เขามีอาการวิตกกังวลรุนแรงและอ่อนเพลียเรื้อรัง จนไม่สามารถทำงานได้อวี้เหยียนตรวจชีพจรของบัณฑิตซ
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status