LOGINซูฉิง หมอสาวผู้เชี่ยวชาญด้านสมุนไพร ดันทะลุมิติมาพร้อมกับ 'โรคปากไวหัวใจทะลึ่ง' ที่ทำให้เธอมักพูดจาชวนคิดลึกออกมาโดยไม่ตั้งใจ ชีวิตนี้ไม่มีอะไรสำคัญเท่าการทำฟาร์มสมุนไพร เพื่อปลูกหญ้าดับไฟราคะมารักษาตัวเองให้หายขาดก่อนที่จะเผลอไปลวนลามใครเข้า แต่แล้วเธอก็ต้องมาทำงานร่วมกับ 'ท่านหมอเทวดา' อวี้เหยียน ผู้ที่เย็นชาและเคร่งครัดเรื่องศีลธรรม ภารกิจนี้จึงไม่ได้มีแค่การปลูกพืชสมุนไพร แต่คือการบำบัดความหื่นของตัวเอง และความเย็นชาของท่านหมอเทวดานี่แหละ ********** "ซูฉิง" อวี้เหยียนเรียกชื่อเธอเสียงแข็ง "โปรดรักษา มารยาทด้วย และนี่... ถือเป็นการเตือนครั้งที่หนึ่ง หากมีครั้งที่สอง... ข้าจะเริ่มแผนการรักษาโรคปากไวใจทะลึ่ง ของเจ้าอย่างจริงจัง" ซูฉิงทำตาโต เธอแสร้งทำเป็นตกใจอย่างสุดขีด ‘ท่านหมอเอ๊ย ท่านเพิ่งใช้สิทธิ์ในการเตือนไปหนึ่งครั้งแล้ว นั่นแปลว่าข้ายังมีโอกาส ป่วนท่านอีกสองครั้ง สินะ และถ้าการรักษาอย่างจริงจังของท่านคือการใช้เวลาอยู่กับข้ามากขึ้นล่ะก็... ข้าก็ยอมเป็น คนทะลึ่งตลอดไปเลยเจ้าค่ะ’ (ไม่มี NC อ่านได้ทุกเพศทุกวัย)
View MoreSuara pekikan kecil terdengar diikuti oleh suara dentingan piring yang jatuh, membuat suasana pesta menjadi hening.
Ryan Pendragon menoleh ke arah sumber suara dan melihat seorang gadis kecil, mungkin berusia sekitar 10 tahun, berdiri kaku dengan wajah pucat.
Di depannya, seorang pria tinggi besar dengan mata tajam berdiri menjulang, jasnya yang mahal kini bernoda makanan yang tumpah.
"Ma-maafkan saya, Tuan," gadis kecil itu terbata-bata, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.
Pria itu menatap gadis kecil tersebut dengan tatapan dingin yang menusuk. Tangannya terkepal erat, dan Ryan bisa melihat urat-urat di lehernya menegang karena menahan amarah.
Melihat situasi yang semakin tegang, Ayah Ryan–William Pendragon bergegas menghampiri mereka. Ia berlutut di samping gadis kecil itu, mengeluarkan sapu tangan dari saku jasnya.
"Tidak apa-apa, Nak. Itu hanya kecelakaan," ujar William lembut sambil mencoba membersihkan noda di sepatu gadis itu. Kemudian ia berdiri dan menghadap pria yang terlihat marah itu. "Master Lucas, saya William Pendragon. Mohon maaf atas insiden ini. Biarkan saya membantu membersihkan jas Anda."
Namun, kebaikan William rupanya tidak diapresiasi. Master Lucas menatap William dengan pandangan merendahkan.
"Apa yang kau lakukan?!" bentaknya pada William. "Kau pikir sapu tanganmu yang murahan itu bisa membersihkan jas mahalku?!"
William tersentak, "Maaf, saya hanya bermaksud membantu. Mungkin kita bisa—"
PLAK!
Suara tamparan itu menggema di seluruh ruangan. William terhuyung, pipinya memerah akibat pukulan pria itu.
Ryan membeku. Matanya melebar menyaksikan adegan di depannya. Ia ingin berlari, ingin menyelamatkan ayahnya, tapi kakinya seolah terpaku di lantai.
"Kau pikir kau siapa?!" teriak pria itu lagi. "Berani-beraninya kau menyentuhku dengan sapu tangan kotormu!"
William mencoba menjelaskan, "Tuan, saya hanya bermaksud membantu. Ini hanya kecelakaan kecil dan—"
"DIAM!" Pria itu semakin murka. Tangannya bergerak cepat, mencengkeram kerah William. "Kau tidak tahu siapa aku? Aku bisa menghancurkanmu dan seluruh keluargamu dalam sekejap!"
Ruangan itu mendadak sunyi. Tak ada yang berani bersuara, apalagi bergerak untuk membantu William.
Ryan akhirnya berhasil menggerakkan kakinya. Ia berlari mendekati kerumunan, berusaha menembus para tamu yang menonton kejadian itu dengan wajah pucat.
"Ayah!" teriaknya.
Namun sebelum Ryan bisa mencapai ayahnya, sesuatu yang mengerikan terjadi.
Master Lucas, dengan gerakan yang sangat cepat, menebas leher William Pendragon dengan tangan kosongnya. Seketika itu, kepala William menggelinding, diikuti robohnya tubuh William ke lantai.
"TIDAK!" Ryan berteriak histeris. Air mata mengalir deras di pipinya saat ia melihat ayahnya roboh ke lantai, darah mengalir deras dari lehernya.
Orang-orang mulai berteriak panik. Beberapa wanita pingsan menyaksikan kejadian berdarah itu.
Namun tak seorang pun berani mendekati William yang telah tewas, ataupun menghentikan pria yang baru saja membunuhnya.
Ryan berlutut di samping tubuh ayahnya, tangannya gemetar memeluk potongan kepala William. "Ayah ... Ayah!"
Ryan meraung, matanya liar mencari-cari bantuan. Ia melihat wajah-wajah familiar di antara kerumunan.
Orang-orang yang dulu selalu memuji keluarga Pendragon, teman-teman lama ayahnya, bahkan pamannya sendiri.
Tapi tak seorang pun bergerak. Mereka hanya berdiri diam, wajah mereka campuran antara ketakutan dan ... penghinaan? Seakan akhir seperti ini sudah sepantasnya diterima oleh keluarga Ryan!
Amarah membakar dada Ryan. Dengan gerakan cepat, ia meraih pisau makan dari meja terdekat dan menyerbu ke arah pembunuh ayahnya.
"KUBUNUH KAU!" teriaknya, mengayunkan pisau itu sekuat tenaga.
Namun pria itu terlalu kuat. Dengan satu tangan, ia menangkap pergelangan tangan Ryan, menghentikan serangannya dengan mudah.
Ryan menatap mata pria itu. Dingin, tanpa emosi. Seolah membunuh seseorang di depan umum adalah hal biasa baginya.
"Keluarga Pendragon dari Golden River, ya?" Pria itu berkata, suaranya sedingin es. "Kau pikir kau siapa? Bahkan jika kau adalah keluarga yang berada di posisi paling atas, aku tetap bisa membunuhmu dengan menjentikkan jariku!"
Ia melempar Ryan ke lantai dengan kasar. "Dan kau, dasar sampah tak berarti, kudengar kau terkenal di daerah ini karena tidak berguna. Haha, dan kau ingin membunuhku? Bahkan jika aku memberimu seratus tahun, kau tetap tidak berguna!"
Ryan tergeletak di lantai, tubuhnya gemetar karena shock dan amarah. Ia ingin bangkit, ingin membalas, tapi tubuhnya seolah kehilangan seluruh kekuatannya.
Tiba-tiba, seseorang menarik lengannya dengan kuat. Ryan menoleh, melihat ibunya, Eleanor, dengan wajah pucat dan berlinang air mata.
"Ibu?" bisiknya bingung.
Tanpa berkata apa-apa, Eleanor mendorong Ryan sekuat tenaga ke arah jendela besar yang mengarah ke Sungai Emas di belakang Paviliun Riverside.
PRANG!
Kaca jendela itu pecah, dan Ryan merasakan tubuhnya melayang di udara sebelum akhirnya tercebur ke dalam air sungai yang dingin.
Sebelum kesadarannya menghilang, Ryan melihat ibunya berlari ke arah pria pembunuh itu, wajahnya penuh tekad ... dan keputusasaan.
Air sungai yang deras menarik tubuh Ryan, menghanyutkannya entah kemana. Pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan. Mengapa semua ini terjadi? Mengapa tidak ada yang membantu? Mengapa ibunya mendorongnya?
Dan yang paling penting ... apa yang akan terjadi padanya sekarang?
Entah sudah berapa lama Ryan hanyut, ia tidak dapat menghitungnya. Ketika kesadarannya mulai berangsur menghilang, Ryan merasakan sebuah tangan kuat menariknya ke permukaan. Samar-samar, ia melihat wajah seorang pria tua sebelum semuanya menjadi gelap.
*Lima tahun kemudian*
Angin dingin berhembus kencang di puncak Gunung Langit Biru. Di sebuah gua yang tersembunyi, seorang pemuda berdiri tegak, matanya terpejam dengan konsentrasi mendalam.
"Fokus, Ryan!" Suara serak seorang pria tua terdengar. "Rasakan aliran energi di sekitarmu. Biarkan Teknik Matahari Surgawi mengalir dalam meridianmu!"
Ryan Pendragon membuka matanya. Cahaya keemasan berpendar dari tubuhnya, menerangi seluruh gua.
Dengan satu gerakan tangan, batu-batu besar di sekitarnya terangkat ke udara, melayang seolah tak memiliki bobot.
Pria tua itu tersenyum puas. "Bagus. Kau sudah siap."
Ryan menurunkan batu-batu itu kembali ke tempatnya. Ia berbalik, menatap pria yang telah menjadi gurunya selama lima tahun terakhir.
"Guru," katanya dengan suara dalam. "Apakah ini saatnya?"
Sang guru mengangguk pelan. "Ya, muridku. Kau telah menguasai Teknik Matahari Surgawi dan rahasia alkimia tingkat tinggi. Kini saatnya kau kembali dan menghadapi takdirmu."
Ryan mengepalkan tangannya. Bayangan masa lalu berkelebat di benaknya. Ayahnya yang terbunuh, ibunya yang mengorbankan diri, dan pria itu ... pria yang telah menghancurkan segalanya.
"Akhirnya," ucap Ryan, matanya berkilat penuh tekad, "dendam ini bisa kubalaskan."
Sang guru meletakkan tangannya di bahu Ryan. "Ingat apa yang telah kuajarkan padamu, Ryan. Kekuatan sejati bukan hanya tentang membalas dendam. Tapi tentang keadilan dan melindungi yang lemah."
Ryan mengangguk. Ia telah berubah. Bukan lagi pemuda lemah yang hanya bisa menangis saat melihat ayahnya dibunuh. Kini ia adalah seorang kultivator, sekaligus alkemis yang kuat, menguasai teknik yang bahkan tidak pernah dibayangkan oleh kebanyakan orang.
Saat fajar menyingsing, Ryan Pendragon melangkah keluar dari gua, meninggalkan kehidupannya selama lima tahun terakhir. Matanya menatap jauh ke cakrawala, ke arah kota Golden River yang tersembunyi di balik awan.
"Golden River," bisiknya. "Aku sudah kembali."
อวี้เหยียนหน้าตึง “ข้า... ข้าจะวัดอุณหภูมิที่... ลิ้นของข้าเอง”“ไม่ได้เจ้าค่ะ” ซูฉิงรีบปฏิเสธ “การวัดที่ลิ้นนั้นไม่แม่นยำพอ ข้าต้องวัดที่จุดสัมผัสหลักที่เป็นแหล่งรวมพลังหยางในร่างกายของท่าน” ซูฉิงพยายามจะยื่นปรอทวัดไข้เข้าไปใกล้ลำคอของเขา แต่อวี้เหยียนรีบผงะหนีไปทันที“พอแล้ว ซูฉิง ข้าจะรายงานความรู้สึกของข้าให้เจ้าฟังแทน ข้าไม่ต้องการการสัมผัสใดๆ อีก” อวี้เหยียนกล่าวอย่างหงุดหงิดซูฉิงยอมถอย เธอหยิบพู่กันขึ้นมาบันทึกข้อมูล “ก็ได้เจ้าค่ะ ท่านหมอ โปรดรายงานความรู้สึกภายในของท่านอย่างตรงไปตรงมา”อวี้เหยียนพยายามรวบรวมคำพูดที่วิชาการที่สุด “ข้า... ข้าสัมผัสได้ว่าพลังชี่ของข้ามีการไหลเวียนผิดปกติ มัน... มันพลุ่งพล่านและรุนแรงอยู่ภายในร่างกายของข้า หัวใจของข้าเต้นเร่าอย่างรวดเร็ว ข้าไม่รู้ว่านี่เป็นผลจากยาหรือจากความอับอายที่เจ้าสร้างขึ้น”ซูฉิงยิ้มอย่างมีชัย เธอรีบจดบันทึกทุกคำพูดของเขา “ยอดเยี่ยมเจ้าค่ะท่านหมอ ชีพจรเต้นเร่า พลังชี่พลุ่งพล่าน นี่คือปฏิกิริยาทางอารมณ์ที่เกิดขึ้นเมื่ออคติถูกทำลาย ข้าจะตีความว่ายานี้ได้ผลในการกระตุ้นการปลดปล่อย ท่านหมอไม่ต้องอับอายนะเจ้าคะ ท่านกำลังปลดปล่
ขณะที่ทั้งสองกำลังยืนอยู่ข้างโต๊ะทดลอง พื้นที่ว่างที่จำกัดทำให้ร่างกายของพวกเขาใกล้ชิดกันโดยไม่ได้ตั้งใจ อวี้เหยียนพยายามรักษาระยะห่างตามสัญชาตญาณ แต่ซูฉิงกลับเอนตัวเข้าไปหาเล็กน้อยเพื่อหยิบเครื่องมือ “ท่านหมอเจ้าคะ” ซูฉิงกล่าวขณะยื่นมือเข้าไปใกล้แขนของเขาเพื่อหยิบ ปฏิทินวัดชีพจร “ข้าต้องวัดชีพจรท่านก่อนที่เราจะชิมยานะเจ้าคะ เพื่อให้เราได้ข้อมูลพื้นฐาน”อวี้เหยียนถึงกับตัวแข็งทื่อ เขาจำกฎเหล็กข้อที่ 2 ห้ามสัมผัสร่างกายได้ขึ้นใจ และถึงแม้กฎจะถูกยกเลิกแล้ว การถูกสัมผัสด้วยความใกล้ชิดเช่นนี้ก็ยังทำให้หัวใจของเขาเต้นรัวอย่างควบคุมไม่ได้ “ซูฉิง ข้า... ข้าจะวัดชีพจรตัวเอง” อวี้เหยียนรีบดึงแขนกลับ แต่ซูฉิงเร็วกว่า“ไม่ได้เจ้าค่ะ ข้าต้องเป็นคนวัดเอง เพื่อความแม่นยำและเป็นกลาง” ซูฉิงกล่าวอย่างจริงจัง เธอจับข้อมือของอวี้เหยียนอย่างรวดเร็วและใช้นิ้วมือของเธอสัมผัสจุดชีพจรของเขาเบาๆ อวี้เหยียนรู้สึกเหมือนมีอะไรบางอย่างแล่นไปทั่วแขนของเขา เขาพยายามมองไปที่อื่นเพื่อไม่ให้ความรู้สึกส่วนตัวมาทำลายการทดลอง“ชีพจรท่าน... เต้นเร็วกว่าปกติเล็กน้อยนะเจ้าคะท่านหมอ นี่อาจจะเป็นผลจากความตื่นเต้นหรือความอย
“ถูกต้องเจ้าค่ะ” ซูฉิงพยักหน้า “แต่มันมีความเสี่ยง ข้ากลัวว่าถ้ายานี้ถูกสกัดอย่างไม่สมบูรณ์ มันอาจจะออกฤทธิ์ผิดพลาดกลายเป็นยาเพิ่มความปรารถนาให้แก่บุรุษเพศแทน”อวี้เหยียนหน้าตึงทันที คำว่า ออกฤทธิ์ผิดพลาด และ เพิ่มความปรารถนา ทำให้เขากลับเข้าสู่โหมดเคร่งครัด “แล้วเจ้ามาหาข้าด้วยเหตุใด เจ้าควรจะไปหาผู้ช่วยหญิงคนอื่นมาทดสอบ”“ท่านหมอ นั่นแหละคือสิ่งที่ข้ามาขอท่านเจ้าค่ะ” ซูฉิงกล่าวด้วยน้ำเสียงที่เต็มไปด้วยความคาดหวัง ซูฉิงเดินเข้าไปใกล้โต๊ะทำงานอีกก้าว เธอยื่นถ้วยยาอีกใบที่เตรียมไว้ให้เขา “ท่านหมอเจ้าคะ ไม่มีใครในโลกนี้ที่เหมาะสมกับการทดสอบยานี้เท่าท่านอีกแล้ว”อวี้เหยียนถึงกับตัวแข็งทื่อ เขาไม่เข้าใจความหมายของซูฉิง “อะไรนะ เจ้าหมายความว่าอย่างไร”“ข้าหมายความว่า... ท่านหมอเป็นบุรุษที่เคร่งครัดและมีการควบคุมตนเองสูงที่สุดในใต้หล้า” ซูฉิงอธิบายอย่างจริงจัง “ถ้าหากยานี้ออกฤทธิ์ผิดพลาดกลายเป็นยาเพิ่มความปรารถนาจริงๆ... ท่านหมอจะเป็นคนเดียวที่สามารถยับยั้งผลกระทบของมันได้”ซูฉิงส่งถ้วยยาให้เขาพร้อมกับรอยยิ้มที่เต็มไปด้วยความท้าทาย “ดังนั้น ข้าจึงขอเชิญท่านหมอ... ร่วมพิสูจน์รสชาติครั้ง
หลังจากที่ท่านหมอเทวดาอวี้เหยียนยอมจำนนต่อความสามารถของซูฉิงและตัดสินใจเข้าร่วมแผนการบำบัดด้วยการดูแลใกล้ชิดที่ซูฉิงเสนอ โรงหมอบำรุงกายใจก็กลับมามีความสุขอีกครั้ง ซูฉิงไม่ได้ละเมิดกฎเหล็กใดๆ อีก แต่ความสัมพันธ์ระหว่างเธอกับอวี้เหยียนกลับพัฒนาไปในทิศทางที่โรแมนติกแบบลับๆแต่ซูฉิงก็รู้ดีว่าเธอไม่สามารถปล่อยปละละเลยโรคปากไวใจทะลึ่งของตัวเองได้ เธอต้องการให้ตัวเองหายขาดจริงๆ ไม่ใช่แค่ควบคุมอาการได้ชั่วคราวจากการที่ใจเต้นแรงเพราะท่านหมอ ดังนั้นภารกิจเร่งด่วนที่สุดของซูฉิงในวันนี้คือการทดสอบประสิทธิภาพของหญ้าสงบจิตที่เธอปลูกในแปลงข้างห้องทำงานของพระเอก“ศิษย์น้องเถียนเถียน” ซูฉิงกล่าวขณะกำลังจัดเตรียมอุปกรณ์ในโรงยา “วันนี้เราจะมาทำการสกัดสมุนไพรพิเศษที่ต้องใช้ความละเอียดอ่อนสูงสุด”เถียนเถียนตาเป็นประกาย เธอเชื่อว่าการสกัดนี้คือพิธีกรรมศักดิ์สิทธิ์ทางการแพทย์ “เจ้าค่ะ ศิษย์พี่ซูฉิง ท่านกำลังจะสกัดความรู้บริสุทธิ์จากพืชออกมาใช่หรือไม่เจ้าคะ”“ถูกต้องที่สุดศิษย์น้อง” ซูฉิงยิ้มแห้งๆ ถ้าเจ้าจะตีความให้สูงส่งขนาดนั้นก็เอาที่สบายใจเลย “หญ้าสงบจิตนี้มันซับซ้อนมาก เราต้องสกัดสารออกฤทธิ์ทางชีวภา
“ถูกต้องเจ้าค่ะ คำพูดที่ชวนอับอาย นี่แหละคือยา เมื่อคนไข้มีความเครียดสูง พวกเขาจะหลั่งฮอร์โมนคอร์ติซอลออกมามากเกินไป ทำให้ระบบภูมิคุ้มกันอ่อนแอและรู้สึกอ่อนเพลียตลอดเวลา” ซูฉิงจ้องมองอวี้เหยียนอย่างจริงจัง “การที่ข้าพูดจาช็อกบำบัดใส่พวกเขา หรือพูดถึงเรื่องที่พวกเขาเก็บกดเอาไว้ เช่นความปรารถนาหรือค
ยามเช้าโรงหมอบำรุงกายใจดูเหมือนจะสงบ แต่ภายในห้องทำงานส่วนตัวของท่านหมอเทวดาอวี้เหยียนนั้นเต็มไปด้วยความตึงเครียด อวี้เหยียนนั่งอยู่หลังโต๊ะ มือทั้งสองข้างกุมถ้วยชาเย็นชืดไว้แน่น ใบหน้าอันหล่อเหลาของเขาไม่ได้แสดงความโกรธ แต่แสดงความสับสนและความพ่ายแพ้อย่างที่ไม่เคยมีมาก่อนเมื่อคืนที่ผ่านมา การที่ซ
ความทะลึ่งในใจของซูฉิงเริ่มถูกแทนที่ด้วยความรู้สึกสงสารและเห็นใจอย่างแท้จริง เธอตระหนักว่าอวี้เหยียนไม่ได้เป็นแค่เป้าหมายในการปั่นป่วนของเธอเท่านั้น แต่เขาคือบุรุษหนุ่มที่แบกรับภาระของการเป็นหมอเทวดาผู้เคร่งครัดไว้บนบ่า เธอเห็นอวี้เหยียนยกมือขึ้นนวดขมับอย่างช้าๆ ก่อนจะถอนหายใจยาวหลายครั้ง ท่าทางของ
ซูฉิงเห็นท่าทีของอวี้เหยียนแล้วก็รู้ว่าเธอต้องใช้วิชาการเป็นเกราะป้องกัน เธอชี้ไปที่ภาพวาดในตำราอย่างกล้าหาญ “ท่านหมอ โปรดฟังข้าก่อน ข้าไม่ได้พูดเรื่องไร้สาระ ข้ากำลังวิเคราะห์เนื้อหาในตำราต่างหาก ตำรานี้อธิบายถึงการสืบพันธุ์และการสร้างชีวิตอย่างตรงไปตรงมา นี่คือวิชาการชั้นสูงที่ท่านหมอไม่ควรห้ามน





