로그인“มู่เหริน” คืออัจฉริยะที่เกิดขึ้นในรอบร้อยปี ทว่าแท้จริงแล้วดวงวิญญาณที่อยู่ในร่างเป็นถึงศาสตราจารย์สอนประวัติศาสตร์ผู้รอบรู้ ที่กลับชาติมาเกิดใหม่พร้อมความทรงจำเดิม การแย่งชิงอัจฉริยะจึงเกิดขึ้น! ความรัก ความผูกพัน จะผูกมัดจอมคนอัจฉริยะผู้นี้ได้หรือไม่... 7 แคว้นที่มีอำนาจแข็งแกร่ง ยามนี้กลับกระสับกระส่ายกับข่าวลือที่ดังกระส่อนไปทั่วทั้ง7แคว้น ทุกแคว้นต่างหมายแย่งชิงจอมคนอัจฉริยะเพื่อความเป็นใหญ่ที่สุดใน7แผ่นดิน ทว่าความฉลาดลึกล้ำของมู่เหริน กลับวางแผนพาตนเองออกจากตระกูลเพื่อไม่ให้ผู้ใดเดือดร้อนเพราะตน การเดินทางจึงเริ่มขึ้น พร้อมความรักและความผูกพันที่เริ่มก่อตัวขึ้นอย่างไม่รู้ตัว... โดยที่ชะตาดอกท้อเริ่มผลิบานจนยากจะถอยกลับ ในที่สุดก็หลีกหนีบ่วงเสน่ห์องครักษ์เงาไม่พ้น ขณะเดียวกันสงครามแย่งชิงเริ่มรุนแรงมากขึ้น จน “หลิงหวาง” องครักษ์เงาที่หลบซ่อนตัวตนต้องดิ้นรนไขว่คว้าอำนาจเพื่อปกป้องคนที่รัก หมายสยบแคว้นทั้ง7 ไว้ในกำมือ มิให้ผู้ใดมาทำร้ายมู่เหรินได้อีก หนทางเบื้องหน้าจะลงเอยเช่นไรนั้น แล้วแต่จอมคนจะเลือกเดิน... และความรัก ความผูกพัน จะผูกมัดจอมคนอัจฉริยะผู้นี้ได้หรือไม่!
더 보기"Dua puluh juta, apa masih kurang?"
Seorang pria memberikan negosiasi kerjasama dengan pelayan yang bekerja di rumah mereka. Ramli, pria yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu nampak berpikir seribu kali sebelum memutuskannya. Pria itu adalah pelayan di rumah Rangga dan Vina. Pasangan suami-istri dan sedang mencari cara untuk segera mendapatkan anak. "Tugasmu cuma satu, hamili istriku!" lanjut Rangga, suami Vina.Sang istri, Vina berdiri di samping suaminya dengan wajah tak nyaman.
Bagaimana bisa dirinya harus berhubungan intim dengan pria yang menjadi pelayan di rumahnya.
Rangga kembali menegaskan tujuannya untuk mengajak Ramli bekerja sama dengan dirinya. Karena ia tahu jika Ramli sangat membutuhkan uang untuk membiayai ketiga anaknya yang ada di kampung. "Ini untuk uang muka, setelah Vina benar-benar hamil, aku genapin semuanya menjadi seratus juta. Aku rasa yang ini sudah cukup untuk biaya anak-anakmu di kampung, bahkan lebih dari cukup. Bagaimana, kamu tertarik? Tenang saja aku tidak akan menuntutmu, setelah Vina hamil kamu bisa hidup seperti biasa, dengan satu syarat kamu harus bisa merahasiakan kerjasama kita ini. Jangan sampai ada yang tahu!" kata Rangga dengan entengnya. Ramli, pria berwajah tegas dan sedikit pas-pasan, memiliki tatapan mata yang tajam, rambut hitam ikal dan memiliki postur tubuh yang nyaris sempurna. Tubuh yang atletis bak binaraga karena pria itu pernah menjadi penjaga tempat gym di desanya. Tak ayal, ia memiliki tubuh yang proporsional dan gagah. "Tapi Pak... Apa ini tidak keterlaluan? Bu Vina adalah istri Anda. Apa Anda rela jika istri Anda disentuh oleh pria seperti saya? Saya rasa ini sangat tidak masuk akal!" sahut Ramli, berusaha untuk menjaga martabat majikannya. "Hah, persetan dengan itu semua. Kami berdua hanya menginginkan anak. Jika tidak, rumah tangga kami yang harus dikorbankan, dan aku harus kehilangan segalanya, apa yang aku bangun selama ini akan sia-sia, aku tidak mau itu terjadi!" kata Rangga dengan tegas. Vina menundukkan wajahnya, sebenarnya wanita itu tidak setuju dengan kerjasama yang diusulkan sang suami. Pasalnya, ia dan Ramli harus melewati masa-masa yang sangat intim yang tak seharusnya mereka lakukan. "Mas, kamu yakin ingin aku melakukan ini? Kok aku ragu, ya!" ucap Vina kepada Rangga, wanita cantik putri dari seorang konglomerat di kota itu. "Kita tidak punya pilihan lain. Kamu tahu Papamu ingin sekali kita segera memiliki keturunan, sedangkan kamu tahu sendiri, setelah kecelakaan itu, dokter memvonis aku mandul, tidak mungkin aku bisa memberimu anak, sedangkan aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, Vin! Terpaksa, kita harus melakukan cara ini!" kata Rangga meyakinkan istrinya. Vina berusaha mengerti, sang suami memang mengalami permasalahan pada sistem reproduksinya.Setelah mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu, Rangga divonis tidak bisa memiliki keturunan, testisnya bermasalah karena terkena paparan zat kimia.
Apalagi tuntutan dari kedua orang tuanya yang menginginkan mereka untuk segera memberikan keturunan.Karena sudah lima tahun mereka menikah, nyatanya sampai saat ini Vina belum hamil juga.
Vina sendiri sangat mencintai suaminya dan tidak ingin melihat karier Rangga hancur karena pria itu bekerja di perusahaan orang tuanya. Terpaksa, Vina mengikuti permintaan sang suami. Dengan sangat terpaksa ia harus bisa menerima Ramli untuk mengisi rahimnya dari benih pria itu. Meskipun wanita itu masih ragu untuk melakukannya karena Ramli hanyalah seorang pembantu di rumah. "Oke, aku setuju melakukannya, tapi Mas, aku nggak yakin jika Ramli bisa memberikan keturunan yang bagus. Kamu tahu dia itu cuma pria dari desa. Mukanya aja muka ndeso, Mas!" kata Vina sambil melihat penampilan Ramli yang sangat sederhana. Ramli sudah merasa dirinya sedang dibicarakan oleh majikannya. Pria itu melihat dirinya sendiri.Sejenak ia mencium aroma tubuhnya sendiri yang dirasa tidak enak, cenderung bau asam dan kecut. Belum lagi celana tujuh perdelapan yang dipakainya saat bersih-bersih rumah. Nampak sekali penampilan pria itu sangat tidak menarik di mata para wanita.
"Kira-kira Bu Vina mau nggak ya dekat-dekat dengan pria kayak aku? Bu Vina kan cantik, tapi aku... Badan aja baunya kek kambing, gimana aku bisa menghamilinya?" batin Ramli dengan ekspresi bingung. Pantas saja Vina merasa ilfeel melihat Ramli. Wanita itu adalah seorang sosialita yang biasa bergaul dengan wanita-wanita kaya, apa jadinya jika dirinya hamil dari seorang pria yang cuma pelayan di rumahnya. Rangga kembali membujuk istrinya agar mau mengikuti rencananya, "Sudahlah, sayang. Ini tidak seburuk yang kamu kira. Ramli memang pelayan dari desa, tapi aku nggak meragukan kemampuannya, kalau bukan karena dia, mana mungkin aku bisa selamat dari preman-preman itu. Aku yakin sekali jika Ramli pasti bisa membantu kita. Apalagi dia sudah terbukti punya tiga anak. Paling cuma satu atau dua malam saja, kamu sudah bisa hamil!" ucap Rangga tanpa memikirkan akibat yang lain. Yang ada dalam pikirannya adalah karirnya, ia harus menyelamatkan karirnya yang sudah berada di atas. Vina pasrah, karena rasa sayangnya yang berlebihan untuk sang suami, wanita itu pun tidak bisa menolaknya. "Terserah kamu saja, tapi jangan salahkan aku jika bayi yang lahir nanti tidak mirip sama kamu, tapi mirip dia!" jawab Vina dengan wajah lemas. Rangga tersenyum sambil mencium kening sang istri. "Soal itu kamu tenang saja. Yang penting kamu hamil dan melahirkan anak. Ini adalah tujuan utama kita, kan?" kata Rangga. Lalu, pria itu kembali menghampiri Ramli yang sedang berdiri tertunduk. Pria itu terlihat panik, karena kali ini pekerjaannya bukan sembarang pekerjaan, tapi pekerjaan yang dibilang enak tapi sangat beresiko. Sedangkan dirinya sudah janji kepada anak keduanya untuk membelikannya sepeda baru. "Ramli, bagaimana tawaranku tadi? Istriku sudah setuju untuk melakukannya. Sekarang aku menunggu keputusanmu. Ingat, kamu membutuhkan uang banyak untuk menyekolahkan anak-anakmu, apa kamu juga tidak ingin membahagiakan orang tuamu, dengan uang itu, kamu bisa merenovasi rumah agar anak-anakmu tinggal dengan nyaman, nggak kebocoran lagi pas hujan. Pikirkan baik-baik tawaran ini. Aku memberikan tawaran khusus untukmu karena aku tahu kamu pasti bisa membantuku," ucap Rangga dengan tegas. Tentu saja sebagai seorang pelayan, mana mungkin ia menyentuh istri majikannya, ini adalah sebuah hal yang sangat tabu dan terlarang. Tapi, melihat bagaimana kondisi pernikahan Vina dan Rangga membuat Ramli akhirnya setuju untuk melakukan kerja sama. Apalagi Ramli seringkali mendengar Vina dan suaminya bertengkar hanya gara-gara soal anak, sehingga membuat pria itu tak tega melihat Vina yang menangis setelah pertengkaran itu. Setelah berpikir seribu kali, akhirnya Ramli bersedia untuk bekerja sama membantu pasangan itu. "Baiklah, Pak. Saya bersedia membantu kalian. Katakan, bagaimana cara kerjanya?" kata pria itu dengan lugunya. Rangga tertawa mendengar ucapan Ramli yang sangat polos. "Astaga Ramli, bagaimana bisa kamu tanyakan itu, anakmu saja sudah tiga biji, lantas kamu tanya bagaimana cara kerjanya?" kata Rangga yang tanpa sengaja Vina pun ikut tertawa kecil. BERSAMBUNG“หยุนซีข้าจะลาออกจากเป็นฮ่องเต้!” เสี้ยวเหวินหวางตะโกนบอกองครักษ์คู่พระทัยอย่างหงุดหงิด นึกว่าจะหลุดพ้นวังวนของวังหลวงแล้ว แต่ต้องมาดำรงตำแหน่งฮ่องเต้แคว้นเว่ยอย่างจำใจ ถ้าไม่ใช่ตนเองเป็นเหตุทำให้เรื่องวุ่นวายคงไม่อยู่ในถูกบังคับเช่นนี้ และเขาต้องครองตำแหน่งนี้มาสิบปีแล้ว! ร่างสูงเดินไปเดินมาเพื่อหาวิธีออกไปท่องเที่ยวข้างนอก แม้ไม่ได้เป็นอิสระอย่างที่ปรารถนา แต่ได้หนีเที่ยวสักเล็กน้อยก็ยังดี “ฝ่าบาทองค์ชายน้อยเพิ่งสิบสี่ปี ยังไม่สามารถครองบัลลังก์แทนได้พ่ะย่ะค่ะ” คำพูดของหยุ่นซีทำให้เสี้ยวเหวินหวางชะงักไปครู่หนึ่งก่อนจะถอนหายใจอย่างปลดปลง เขาไม่ได้มีบุตรจริงๆ เพียงแต่เด็กน้อยก้อนแป้งนั้นเขาเก็บมาเลี้ยงตั้งแต่สามสี่ขวบซึ่งครอบครัวที่แท้จริงถูกสังหารยกครัวด้วยสาเหตุอันใดไม่ทราบ แต่เขาไปเจอช่วงที่หนีออกไปเที่ยวพอดี จึงทันได้ช่วยชีวิตไว้ได้จากนั้นจึงเอากลับมาด้วยหมายมั่นจะให้เป็นคนสืบทอดบัลลังก์ต่อไป แม้ไม่ใช่สายโลหิตกษัตริย์ แต่ทุกคนที่นี่ต่างเข้าใจว่าเป็นบุตรของเขาโดยที่ไม่ทราบว่ามารดาคือผู้ใด จะใช่สายโลหิตหรือไม่เขาไม่สนใจหรอกขอเพียงได้ไปจากวังหลวงนี่เสียที ทว่าน่าเสี
“เจ้าไม่สบาย” คำตอบของเฟิ่งเซียนทำให้กวยเตียวน้ำนิ่งอึ้ง หวนคิดไปถึงครั้งแรกแต่เขาไม่สบายก็เป็นเรื่องปกติเพราะนั่นมันครั้งแรกของเขา ส่วนครั้งที่สองเขาลองกินยาของมู่ซูหยวนด้วยความอยากรู้อยากเห็น สุดท้ายก็เรียกร้องเอาแต่ใจจากเฟิ่งเซียนจนตัวเองไม่สบาย ส่วนครั้งที่สาม ฝันไปเถอะ เพราะมันยังไม่มี! “เอ่อ นั่นมันครั้งแรกของข้าไม่สบายไม่น่าแปลกใจ แต่ว่าครั้งที่สองข้าเผลอไปกินยาของมู่ซูหยวนเข้ามันก็เลยเป็นอย่างที่เห็น แต่สาบานได้ว่าครั้งนี้ข้าไม่ได้กินยาอะไรมาเลยนะ” กวยเตียวน้ำพูดตอบอย่างละอายใจหน่อยๆ แต่ก็ยังเบียดร่างกายเข้าร่างหนาอย่างออดอ้อน มองเห็นคนตรงหน้าขบกรามแน่น “เจ้าร่วมรักกับข้าจำเป็นต้องใช้ยาเซียวหรือ” น้ำเสียงเย็นยะเยือกบ่งบอกว่ากำลังโกรธ ทำให้กวยเตียวน้ำส่ายหน้าไปมาแล้วก้มลงจูบริมฝีปากอย่างเอาอกเอาใจ “เปล่า ข้าไม่ได้ตั้งใจเสียหน่อย วันนี้ให้ข้าปรนนิบัติเจ้านะ” ดวงตาออดอ้อนไม่ได้ทำให้เฟิ่งเซียนใจอ่อน เขาดันอีกฝ่ายลงจากตัก ก่อนจะลุกขึ้นจากไปอย่างไร้เยื่อใย กวยเตียวมองตามร่างสง่างามด้วย
“สายน้ำวันนี้อาจไหลไปทางทิศตะวันตก แต่อีกไม่นานมันจะไหลไปทางทิศตะวันออก จะเลือกสิ่งใดให้ใช้หัวใจไตร่ตรองเถิด” กวยเตียวน้ำทอดถอนหายอยู่ริมหน้าต่างภายในตำหนัก หวนคิดไปถึงคำทำนายของท่านเจ้าสำนักอารามเมฆขาวซึ่งบัดนี้เหลือเพียงแค่นามให้ผู้คนได้จดจำเท่านั้น คำทำนายในวันนั้นทำให้เขากลับมานั่งกินนอนกินอยู่ในตำหนักของเฟิ่งเซียน รัชทายาทแคว้นเยียนที่ทำให้เขาเข้าใจผิดไปไกลโข คิดว่าอีกฝ่ายคิดหลอกใช้ตนและมีคนใหม่จึงได้หันหลังจากแคว้นเยียนด้วยหัวใจเจ็บปวด ทว่าที่ผ่านมากลับกลายเป็นเขาที่ฟูมฟายไปเองฝ่ายเดียว เพราะที่จริงตัวรัชทายาทกลับติดตามเขาเป็นเงาอยู่เบื้องหลังโดยไม่รู้เนื้อรู้ตัว และคนที่เขาเห็นมาโดยตลอดกลับเป็นเพียงตัวแทนพระองค์เท่านั้น แม้ช่วงแรกๆ เขาจะแยกไม่ออก ทว่าเมื่อนานวันเข้าจึงสามารถแยกออกได้เพราะตัวแทนไม่กล้าแม้นจะแตะต้องตัวและชอบทิ้งระยะห่างเสมอ เมื่อครั้งนั้นที่เขาได้เข้าใจผิด เพราะตัวแทนได้พูดคุยสนิทสนมกับฮุ่ยจื่อบุตรีคนสำคัญของเสนบดีฝ่ายซ้ายอีกทั้งเอ่ยปากบอกว่าเขาเป็นเพียงหมากตัวหนึ่งเท่านั้น การเล่นละครในค
“ไม่หนีแล้วหรือ” เสียงเอ่ยถามจากทางด้านหลังทำให้เหวินฉินสะดุ้ง เขาวิ่งมาจนเหงื่อโทรมกายทว่าคนตรงหน้ากลับไม่มีเหงื่อสักหยดเดียว แต่เมื่อคิดถึงคืนนั้นเขาได้แต่หน้าแดงด้วยความอับอาย ทั้งอึดและทนจริงๆ ฮือออ เขาอยากจะดึงภาพลักษณ์ของพี่ชายฝาแฝดมาใช้เหลือเกิน แต่เมื่ออยู่ต่อหน้ามู่เหรินกับคนนี้เขากลับหลุดความเป็นตัวเองมาเสียตลอด จนบางครั้งแทบทำให้เสียแผน แม้จะเพียงเล็กน้อยเขาก็ยังดีใจที่มีอิสระแม้เวลาเพียงน้อยนิดก็ตาม “ไม่หนีแล้ว ข้าเหนื่อยจะเอาอย่างไรว่ามา” เหวินฉินกอดอกตอบกลับอย่างหงุดหงิด ใช่ว่าเขาจะหนีอีกฝ่ายครั้งแรกเสียเมื่อไร นี่หนีมาสามปีแล้วแต่ก็ยังหนีไม่พ้น! “แต่งงานกับข้านะ” แค่ก ๆ ๆ เหวินฉินสำลักน้ำลายตนเองมองคนที่ขอแต่งงานอย่างไม่ดูสภาพอากาศเลยสักนิด ความโรแมนติกนะมีไหม! ไม่สินี่มันใช่เวลาไหม เขามองคนตรงหน้าอย่างมึนงง “ข้าว่าข้ากำลังฝัน” เหวินฉินพึมพำหันหลังกลับเดินต่อไป ทว่าร่างสูงที่พุ่งเข้ามากอดทำให้ไม่สามารถก้าวเดินต่อไปได้ “ถ้าเจ้าอยากท่องเที่ยวข้าจะพาเจ้าไปทั่วทุกหนทุกแห่ง ถ้าเจ้าอยากมีครอบ
ทุ่งหญ้าที่งดงามภายในเมืองเล็กๆ ของแคว้นฉีที่แทบไม่มีผู้ใดสนใจ เวลานี้มีร่างสูงในอาภรณ์สีเขียวอ่อนนอนเล่นอย่างสบายอารมณ์บนทุ่งหญ้าแทบกลายเป็นส่วนหนึ่งของธรรมชาติ ในมือถือดอกหญ้าแกว่งไปมาตรงหน้า ก่อนจะจับมาคาบไว้ในปาก ขาทั้งสองไขว้กันมือสองข้างหนุนใต้ศีรษะตัวเอง วันนี้ก้อนเมฆบนท้องฟ้าเป
มือหนารวบร่างอีกฝ่ายมากอดพร้อมจุมพิตริมฝีปากคู่นั้นอย่างหวงหา จากอ่อนโยนแปรเปลี่ยนเป็นเร่าร้อน อาภรณ์ที่สวมใส่หายวับไปโดยไม่ต้องเสียเวลาถอดด้วยอาคมที่นำมาใช้ผิดที่ผิดทางไปหน่อย แต่มันก็สะดวกรวดเร็ว รสจูบที่ร้อนแรง หนักหน่วง ทว่ายังไม่พอ... เขาต้องการมากกว่านี้ “อ่ะ...” ร่าง
ภายในตำหนักหยกขาวที่ประทับของเทพแห่งความมั่งคั่งซึ่งมีนามว่าหมิงตงฟาง เวลานี้ร่างสง่างามในอาภรณ์สีเหลืองทองกึ่งนั่งกึ่งนอนพิงหมองอิงในห้องบรรทมลืมพระเนตรขึ้น หลังจากร่างที่ลงไปจุติได้สิ้นอายุไขลง ดวงจิตกลับคืนสู่ร่างหลังจากผ่านพ้นเคราะห์พลัดพรากจากสิ่งที่รักมาได้ นัยน์ตาทอประกายคมกริบเพ
“เปล่า เจ้าหิวหรือไม่ที่นี่คนเยอะเกินไป งานชุมนุมยุทธภพข้าจะพาเจ้าไปอีกที แต่ที่นี่ไม่เหมาะกับพวกเรานัก” มู่เหรินพยักหน้าเห็นด้วย จากที่เข้าในกลุ่มผู้คนก็พอจับใจความได้ว่างานประลองครั้งนี้เป็นเพียงการประลองเลือกคู่ให้บุตรสาวของเจ้าเมืองเท่านั้น “ข้าขอเลือกเจ้า”