地味男はイケメン元総長

地味男はイケメン元総長

last updateLast Updated : 2025-10-04
By:  緋村燐Ongoing
Language: Japanese
goodnovel12goodnovel
Not enough ratings
111Chapters
3.6Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

高校一年になったばかりの灯里は、メイクオタクである事を秘密にしながら地味に過ごしていた。 そんな中、GW前に校外学習の班の親交を深めようという事で遊園地に行くことになった灯里達。 お化け屋敷に地味男の陸斗と入るとハプニングが! 「なぁ、オレの秘密知っちゃった?」 「誰にも言わないからっ! だから代わりに……」 ヒミツの関係はじめよう?

View More

Chapter 1

メイクオタク地味子

“Mas, aku hamil,” kata Rani kepada kekasihnya Adit. 

Adit yang baru saja mengenakan pakaian menghentikan gerakannya dan menatap sang kekasih. 

“K- kamu hamil? Kamu yakin?” tanya Adit sambil memicingkan matanya. 

 Rani, gadis cantik berusia 21 tahun itu menganggukkan kepalanya. Perlahan ia mengeluarkan tespack dari dalam tasnya, lalu memberikannya kepada Adit. 

“Ini, sudah aku tes, Mas,” ujarnya. 

 Adit menggelengkan kepalanya perlahan. 

“Ini kan bisa saja kamu meminjam tespack orang dan mau mengerjaiku. Kamu lagi bikin prank, kan?” kata Adit sambil memakai celana pendeknya. 

Pemuda itu kemudian memeluk Rani dan mulai mengecup teruk leher sang kekasih berusaha untuk memancing gairah Rani kembali. 

Saat ini mereka memang sedang bersama di sebuah kamar hotel. Hubungan Adit dan Rani sudah berjalan 5 bulan. Tetapi, Adit sudah mengincar Rani sejak lama. Hampir setahun ia mengejar cinta sang kembang desa itu sebelum akhirnya Rani bertekuk lutut dalam pelukannya. 

Rani berusaha mendorong tubuh Adit untuk menjauh.

“Aku serius, Mas. Ini aku masih memiliki dua alat tes lagi. Kita lihat hasilnya bersama. Supaya kamu bisa tahu aku sedang berbohong atau tidak,” kata Rani. 

 Gadis itu pun kembali mengeluarkan dua buah alat tes kehamilan yang berbeda merek. 

“Ini, kamu lihat sendiri alatnya belum aku buka. Kamu tunggu di sini, atau mau ikut ke kamar mandi?” kata Rani. 

 Adit menghela napas panjang. 

“Aku mau lihat,” katanya. 

 Pemuda itu pun mengikuti Rani ke kamar mandi. Ia melihat sendiri Rani menampung air seninya ke dalam wadah kecil kemudian secara bersamaan mencelupkan kedua alat tes kehamilan yang baru saja ia buka. 

 Adit dan Rani menunggu selama beberapa saat. Adit masih berharap jika hasilnya hanya garis 1. Tetapi, setelah beberapa menit menunggu, yang muncul ada dua garis. Itu pertanda Rani memang hamil dan tidak sedang berdusta. 

“Apa kamu masih mau mengatakan aku berdusta?” tanya Rani dengan air mata yang mulai jatuh di pipinya. 

 Adit langsung memeluk tubuh Rani dengan erat. Ia membiarkan gadis pujaannya itu menangis dalam pelukannya. 

“Aku takut, Mas. Sudah banyak masalah yang terjadi di keluargaku. Jika aku sampai hamil tanpa suami, apa kata orang-orang nanti?” kata Rani. 

“Sttt ... jangan bilang begitu, Sayang. Ada aku di sini. Aku akan bertanggung jawab atas anak ini,” kata Adit. 

 Perlahan pemuda itu membawa Rani kembali ke ranjang. Mereka duduk berhadapan. Adit mengelus perut Rani yang masih rata kemudian mengecupnya dengan mesra. 

 Perlahan, gerakan Adit menjadi semakin liar dan pada akhirnya berujung pada penyatuan keduanya. Kamar itu menjadi saksi bisu desahan demi desahan kenikmatan duniawi keduanya. 

“Aku akan bertanggung jawab atas anak ini, kamu jangan khawatir,” kata Adit setelah mereka puas melakukan hal itu sambil memeluk tubuh Rani. 

 Rani hanya menganggukkan kepalanya perlahan. Dalam hati, sebenarnya ia sangat menyesali semua ini. Kenapa ia sampai terbuai dalam alunan cinta Adit dan menyerahkan semua kepada pemuda itu.

 Seharusnya ia lebih bisa menahan diri dan mempertahankan kehormatannya sebagai seorang wanita. Tetapi, nasi sudah menjadi bubur. Semuanya sudah terjadi dan ia hanya bisa pasrah. Yang penting Adit mau bertanggung jawab dan menikahinya sehingga anak yang ada di dalam kandungannya ini memiliki status yang jelas.

“Bagaimana dengan kedua orang tuamu, Mas? Mereka pasti tidak akan setuju jika kamu menikah dengan gadis miskin seperti diriku,” kata Rani. 

Adit membelai wajah Rani dan mengecupinya dengan mesra. 

“Apa pun yang terjadi, aku akan bertanggung jawab. Aku sangat mencintai kamu. Sudah, sekarang kita nikmati saja kebersamaan kita. Malam ini kamu nggak usah pulang. Besok pagi baru aku antar,” kata Adit. 

Sejak pertama kali menyentuh Rani, Adit memang merasa kecanduan, karena Ranilah perawan pertama yang ia tiduri. 

Adit adalah seorang pemuda tampan dan berasal dari keluarga kaya raya. Ayah Adit memiliki toko grosir terbesar di kota itu. Bahkan sudah memiliki dua cabang. Adit adalah anak kedua dari dua bersaudara. 

Sebelum bertemu dengan Rani, dia memang terkenal sebagai playboy. Itu sebabnya Rani tidak langsung membuka hati kepadanya. 

Malam itu pun berlalu, dan pagi harinya Adit mengantarkan Rani pulang. Ia sendiri pun segera pulang ke rumahnya untuk mengatakan niatnya menikahi Rani. 

“Ke mana saja kamu semalaman nggak pulang? Sampai kapan sih kamu mau begini terus, Dit? Lihat itu kakakmu, dia bekerja keras dan hasilnya toko cabang yang ia pegang bisa sukses,” tegur Bu Ana- ibu Adit. 

Pemuda itu tersenyum lalu melangkah mendekati sang ibu dan mencium pipi wanita itu. 

“Semalam tidur di rumah kawan, Bu. Ayah ke mana?” tanya Adit. 

“Ayahmu masih mandi. Sini kamu duduk, sarapan dulu. Ibu sudah memasak nasi goreng favoritmu,” kata Bu Ana. 

Adit yang memang belum sempat sarapan di hotel tadi pun duduk dan menyendokkan nasi goreng ke piringnya. 

“Bu, ada yang ingin Adit sampaikan kepada ayah dan ibu,” kata Adit. 

 Bu Ana mengerutkan dahinya. Tidak biasanya sang anak bersikap seperti itu. 

“Memangnya apa yang ingin kamu katakan?” tanya Bu Ana.

“Paling mau minta uang lagi, iya kan?Ayah baru saja mentransfer uang bulanan ke rekeningmu.” 

Bu Ana dan Adit menoleh. Tampak Pak Tomi Ayah Adit melangkah menghampiri mereka lalu duduk dan mulai menyendokkan nasi goreng ke piringnya. 

“Makasih, Ayah. Tapi, yang Adit ingin bicarakan bukan masalah uang,” jawab pemuda itu. 

“Ya lalu, kalau bukan uang apa?” tanya Pak Tomi. 

Adit menghela napas panjang lalu mengembuskannya perlahan. 

“Adit ... maafkan Adit, Ayah, Ibu.” 

Bu Ana mengerutkan dahinya, sebagai seorang ibu, ia tentu bisa mengetahui jika saat ini putranya itu sedang menyimpan suatu masalah. 

“Apa sih, kamu ini kalau ngomong yang bener dong, belum apa-apa udah minta maaf,” kata Bu Ana. 

“Adit minta izin untuk menikah, Bu, Yah.” 

Pak Tomi langsung tertawa keras mendengar jawaban putranya itu. 

“Astaga, hanya mau menikah saja kok susah,” kata Pak Tomi. 

“Iya, Ibu kira ada apa. Memangnya calon kamu itu siapa?” tanya Bu Ana. 

Adit menatap kedua orang tuanya. 

“Rani, Bu.” 

“Rani? Rani anaknya pak Edi yang gila itu? Keponakannya si Yatmi? TIDAK!” kata pak Tomi dengan tegas. 

 Wajah Pak Tomi yang tadinya penuh dengan senyum dan tawa mendadak mengeras. Semua orang di kampung mereka tahu jika ayah Rani yaitu Pak Edi memang memiliki gangguan jiwa semenjak istrinya meninggal dunia. 

“Kamu mau bikin malu Ayah dan Ibu dengan menikahi anak orang gila itu. Dia memang kembang desa, tapi buat apa kalo berasal dari keluarga yang nggak beres,” kata Pak Tomi lagi. 

“Tapi, Ayah ... Rani sedang hamil anakku.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters
No Comments
111 Chapters
メイクオタク地味子
 暗闇の中。 ほんのりと淡緑黄色で照らされた部屋はどこか幻想的で、そこに立つ彼は普段とは違って見えた。  近づいて来る彼はとても整った顔をしていて……。  口元には赤い血が付いていて、それを指で拭った。  そんな仕草も妖艶でつい魅入られてしまう。 「なぁ……俺の秘密、知っちゃった?」 そう言って弧を描く口元に視線が吸い寄せられる。  ドクドクと心臓がうるさいほど。  「俺とヒミツの関係、なってよ?」 *** あたし、倉木灯里(くらきあかり)は悩んでいた。  高校一年になった四月の終わり。 GW直前の土曜日。  鏡の前でうんうん唸りながらどうしようか悩む。 「いっそぶっちゃけて本気メイクで行くか……地味子を通すためにナチュラルメイクで行くか……」  悩んだ末に、あたしはナチュラルメイクで行くことにした。  今日出かけるのは遊園地。 外を歩くことが多いだろうから、日焼け止め下地は必須。 肌のトーンを明るくするリキッドファンデーションをポンポンと塗って、仕上げに化粧筆でパウダーをサッと撫でる。 アイブロウは目立たないように薄めに描いて、アイメイクはしないでおく。  最後にリップクリームを塗って唇を保湿して、軽くティッシュを当てる。 リップライナーと赤みの少ないタイプのルージュを塗り、もう一度ティッシュを当てた。  鏡を見直して、おかしいところがないかチェックをする。 「うん、こんなもんかな」 メイクに納得したので、他の準備を始めた。  なんであたしがこんなに悩んでメイクをしているかというと、今日はクラスの校外学習で同じ班になった子達と一緒に遊園
last updateLast Updated : 2025-06-20
Read more
班決め
 始まりはGW明けに行われる校外学習の班を決めるときのことだ。  今年一年色んな行事で班別行動をするときにもこの班は使われる。  だからみんな仲の良い子や好きな人と我先にとグループを作る。  地味子に徹していたあたしは特別仲の良い子とかも出来なかったからグループ決めに完全に出遅れた。  最初に男女それぞれで三、四人のグループになって、同じ人数の異性グループと班になるようにとのことだった。  出遅れたあたしは自分から話しかけることも出来ず、入れてくれそうなグループは無いかな? と周囲を見回していただけ。  そうしたらクラスの中でもイケてる感じのグループ三人組が声を掛けてきてくれた。 「倉木さんグループ決まった? まだならあたし達のところ入らない?」  初めにそう話しかけてきたのは田中美智留(たなかみちる)さん。  色んな髪型をしてくるオシャレな子だ。  この日に限らず、良くあたしに話しかけて来てくれる。  あたしが密かに思っている、いつかメイクしてあげたいランキングNO.2だ。 「実はさ、あたし達工藤のグループと一緒に班になろうとしたんだけど、あっち四人なのよ。だから倉木さんが入ってくれると助かる」  そう言ったのは、良くも悪くも思ったことをハッキリと言う明川沙良(あけがわさら)さんだ。  はきはきしていて気持ちが良い性格をしているので、男女共に人気があるみたい。  ちなみにいつかメイクしてあげたいランキングNO.3。 「どう、かな? あ、もう決まってるなら無理にとは言わないよ?」  そう言って気遣ってくれたのは宮野(みやの) さくらさん。  ふわふわの髪をいつもハーフアップにしているとっっっても可愛い子だ。  あざといとか言って嫌ってる人もいるみたいだけど、これが素なのは見ていれば分かる。  そう、しっかり見ていれば分かる。  そんな彼女はいつかメイ
last updateLast Updated : 2025-06-20
Read more
女子グループ
「ごめん、遅くなった……」 気の抜けるような声でそう言ったのは、最後に待ち合わせ場所に到着した日高くんだ。 確かに遅刻だけど、まあ10分ならマシな方だろう。 でも日高くん自身はマシじゃなかった。 服装はいい。悪くはない。 シャツの柄がいかつい龍ってチョイスが微妙だけど、コーデ的にはまあそれもありだ。 問題は身だしなみ。 寝坊でもしたのか髪は所々はねていて、唇も乾燥している。 よく見ると肌もカサカサで、これはまともに保湿していない。 遊びに出掛けるって言うのにこのいで立ちはない。 今すぐ寝癖を直して保湿リップだけでもつけさせたい衝動を抑えるのが大変だった。 待ち合わせの段階でこれだと、今日は本当に気疲れで潰れるかもしれない。 あたしは癒しを求めて人気者グループへと視線を向ける。 流石は美男美女。 私服姿も目の保養だ。 メイクに関してはああすればいいのにとか、こうすればもっと良くなるのになんて思ってしまうけれど、日高くんを見ているよりは安心できる。「じゃあ皆揃ったし、行こうか」 工藤くんの言葉に、皆歩き始めた。「美智留、今日の髪型気合い入れたでしょ? めっちゃ凝ってる」「沙良はポニーテール以外の髪型すればいいのに」「あたしは一本に結うのしかまともに出来ないもん。それにさくらだっていつもと同じ髪型じゃない」「でもさくらは髪飾りしてるじゃん。可愛いよ、その桜が連なってるみたいな髪留め。どこで見つけたの?」「ありがとう。これね、フリマアプリで一目ぼれして買っちゃったんだー」 仲の良い三人の中には入り辛いけれど、その会話を聞いているだけでも癒される。 うんうん。 田中さんの髪、凄いよね。 あたしでもどうやって結ってるのかちょっと分からない
last updateLast Updated : 2025-06-21
Read more
遊園地①
「ついたー! さ、めいいっぱい遊ぶぜ!」 遊園地内に入った途端そう声を上げたのは小林くんだ。 可愛い系な顔立ちもあっていつも以上に子供っぽく見える。「まずはジェットコースターだろ!? 絶叫ものは外せないぜ!」 でも工藤くんも続いてそんなことを言うので、子供っぽいのは小林くんだけではなさそうだ。「ほら二人とも、女子を置いてけぼりにしない。本来の目的は交流を深めることだろ?」 今にも走り出しそうな二人を止めたのは花田くんだ。 見た目チャラ男っぽいけれど、何だか二人のお兄さんって感じに見える。 三人とも学校で見ているときとイメージが違っていて新鮮だ。 「ああそっか、ごめん。女子は絶叫もの苦手な人いる?」 叱られて工藤くんがこっちを見て言う。 それでも絶叫ものに乗るのは絶対なのか、とあたしは内心苦笑した。「あ、さくら苦手じゃなかったっけ? 大丈夫?」 聞かれて、沙良ちゃんがさくらちゃんを見る。「大丈夫だよ」 笑顔でそう答えたさくらちゃんだったけど、ちょっと無理しているように見えた。 本当に大丈夫なのかな? 無理してまで乗りたいの? 何で? 疑問に思いつつ、突っ込まないでおく。「じゃーあれ乗ろうぜ」 と小林くんが指さしたのはこの遊園地の売りでもある一番大きなジェットコースター。 これから乗るんだと思って見ているだけでドキドキして来る。 ぞろぞろと向かう途中、花田くんが「飲み物買ってくるよ、皆何が良い?」と言い出した。 みんなが思い思いのドリンクを口にする中、あたしは紅茶を頼んだ。 一人だと持つの大変じゃないかな? と思っていると、さくらちゃんが名乗り出る。「花田くん、あたしも手伝うよ」「おう、サンキュ」 そうして二人が離れ
last updateLast Updated : 2025-06-21
Read more
遊園地②
「さて、と。日高は寝不足なんだろ? 今のうちに少しでも寝ておけよ。少しは気分も良くなるだろ」 花田くんの言葉に、日高くんは無言で頷いて目を閉じた。 花田くんはそんな日高くんに日陰を作る位置に立って、あたし達の方を見る。「倉木さんは……休んでいれば大丈夫そうかな?」「うん、久しぶりに乗ったからビックリしちゃってるだけだと思う」 三人の中ではあたしが一番軽症だと思う。 花田くんはあたしの言葉を聞いて安心した様に頷き、そしてさくらちゃんの方を見た。「宮野さんは、乗る前から無理してたよね? 何で慎也が苦手な人いるか聞いたとき言わなかったの?」 少し怒気を含ませた声にドキリとする。 花田くんも気付いてたんだ。「乗る前にも本当に大丈夫か俺聞いたよね?」「うっ……ごめんなさい」 気持ち悪いのも相まって顔を上げられない様だ。 さくらちゃんは俯いてただ謝る。  無理してでも、好きな人と一緒に乗りたかったのかな。 予想でしかないけど、そんな感じなんだと思う。 それに……。「花田くん、それぐらいで……。きっと一人だけ無理だって言って皆を困らせたくなかったんだよ」 あの時そんなことを言ったら、誰かが一緒に待っていることになっただろう。 皆で楽しもうって時にそんな水を差すようなこと言えなかったんじゃないかな?「まあ、気持ちは分からなくはないけどさ……」 怒りを吐き出すように溜息をついた花田くんは続けて言った。「乗れないなら俺が一緒に待ってても良かったのに。俺、別にそこまで絶叫もの好きなわけじゃないし」 その言葉にあたしは衝撃を受ける。 二人きりにさせる
last updateLast Updated : 2025-06-22
Read more
お化け屋敷①
 二人一組で入る事になったお化け屋敷の入り口で、あたしは日高くんの隣に立っていた。  何故こうなった!?  お化け屋敷は二、三人を一組にして、時間を空けて順番に中に入る様になっていた。  そこで真っ先に花田くんがさくらちゃんを誘ったんだ。 「宮野さん、良かったら俺と行かない? さっき怒っちゃったお詫びに、守らせてよ」  なんて言って。 さっき叱って落ち込ませてしまった事を気にしていたんだろうか。  当然さくらちゃんが断るわけもなく。「そんな、お詫びなんて! あれはあたしが悪かったんだし……。でも、その……一緒に行っても良い?」  恥ずかしがりながら申し出を受ける姿がロップイヤーラビットみたいで可愛かった。 もう、ズッキュンって感じで心に刺さってきた。 ああ……肌のトーンをもっと明るめにして、ほんのり桜色になる様にチークを当てて。  あとはアイラインをタレ目気味にしたら完璧!  そんな風に頭の中でメイクイメージをしていると、いつの間にか男女一組で入る事が決まっていた。  組み合わせはクジみたいな感じで、と小林くんが言う。 でも紙やペンなんて持って来ていないから、男女別で一から三番を決めて、その番号で組になろうという事になってしまった。 「じゃあまあテキトーに、一番二番三番で良いんじゃない?」 と、沙良ちゃんが指差しながら言う。  最初に美智留ちゃん、次に自分、そしてあたし。 相手が誰になるかは分からない状態だったし、美智留ちゃんも異論は無かったみたいでそのまま決まる。  男子は一番が工藤くん。  二番が小林くん。  そしてあたしと組む三番が日高くんだった。  クジとか言ってる時点で反対すればよかったーーー! 後悔しても遅かった。
last updateLast Updated : 2025-06-23
Read more
お化け屋敷②
 あたしたちが今いる場所はどこかの部屋に移動するための通路みたいで、非常口は見当たらない。 取りあえず非常口があるであろう先の部屋に進まないと。「取りあえず、進もうか」「……そうだな」 ……何だか、日高くんの口調が変わって来てるような……。 気のせいかな? 真っ暗だからゆっくり足元に気を付けながら進む。 次の部屋は照明がないのにほんのり明るかったからまだ進みやすかった。 入ってみるとなぜ明るいのか理由が分かる。 天井や壁、床に至(いた)るまで淡緑黄色の明かりが張り付いている。 蓄光性(ちくこうせい)のある蛍光塗料みたいだ。 これだけだとキレイにしか見えないから、多分照明を使って怖い感じにしていたんだろう。 部屋を見回してそんな予測を立てながら非常口の誘導灯を探す。 誘導灯は蛍光塗料より明るいからすぐに分かった。「あっちだな」 日高くんも見つけた様ですぐにそっちへ向かう。 でも非常口に到着する前に第三者の声に呼び止められた。「待てよ、日高 陸斗」 声の方を見ると、男の人がいた。 服装はこの遊園地のスタッフのものだ。 そして被っている帽子がこのお化け屋敷のスタッフ共通のもの。 顔もちょっと見覚えがあると思ったところで気付いた。 彼はさっき入り口のところで誘導してくれたスタッフだ。 日高くんの知り合いっぽい人。 「噂を聞かなくなったと思ったら、そんな地味な格好で身を隠してたなんてなぁ」 そう言って、お兄さんは何かを取り出した。 カチカチと音がして何かが伸びるのを見て、カッターだと分かる。  ……
last updateLast Updated : 2025-06-23
Read more
お化け屋敷③
 取りあえずの危機は脱したみたいだけど、ドクドクと早い血流はまだ収まりそうにない。 何が起こったのか、展開が早くて頭が追いつけない。  スタッフのお兄さんが八つ当たりで刃物持ち出して来て。 地味男だと思った日高くんはイケメンで。 ケンカが強くて……。  思い返してもどうなっているのかよく分からない。 混乱しながらもずっと日高くんを見ていたら、こちらを見た彼と目が合う。  探る様な……いや違う。 獲物を逃がさないように観察している目だ。 逃げようとしたらその瞬間食らいついて来る様な、そんな肉食獣の様な目。  あたしは蛇に睨まれたカエル状態で動けなかった。 身構えて、ただ日高くんが近付いて来るのを待つしか出来ない。  唇近くの傷から流れた血を指で拭う。 妖(あや)しく、艶(あで)やかささえも感じる仕草にクラクラした。 「なぁ……俺の秘密、知っちゃった?」 近付いて目の前でしゃがんだ日高くんは、口調をわずかにいつものものに戻してそう言った。 肉食獣の目はそのままで、弧を描いた口元に視線が釘付けになる。 「俺とヒミツの関係、なってよ?」  甘く誘惑するようなその言葉に、あたしは……。 ……あたしは……。 「すっごくもったいない!!」 思わずそう叫んだ。 「……へ?」 端正な顔が間抜けに固まった。 「こんな、こんなに美形なのに!!」 感情のままに叫んだあたしは日高くんに詰め寄る。 「どうして肌乾燥させてるの!?」「……はい?」 「唇もカサカサだし、良く見たらクマも出来てるじゃない!?」「……えっと」 「髪だってごわごわ! 伸ばすならもうちょっと気を使ってよ!!!
last updateLast Updated : 2025-06-24
Read more
ヒミツ①
 水飲み場でハンカチを濡らして、近くのベンチに座らせた日高くんのところに行く。 メガネを外していた彼はあたしを見上げてこう言った。 「倉木って、思ったより積極的だったんだな」「ん? 何が?」 本当に何のことを言われているのか分からなくてキョトンとする。 「ここに連れて来る時の事だよ。結構強引に俺を引っ張って来ただろ?」「ああ、それの事……」 確かに思い返せば強引だったと思う。 「そうだけど……でも仕方ないじゃない。口止めは必要だったし、それに手当てしたいのも本当だったから」 そう言って、あたしは日高くんの口元の傷にハンカチを当てる。 日高くんは軽く眉を寄せたけど、そのまま手当を受けてくれた。「それにしても、やっぱりそっちが素の口調だったんだね」 普段の口調もそこまで丁寧ってわけではなかったけれど、明らかに違う。 だいたいあたしの呼び方倉木さんから倉木になってるし。 「ん? ああ、まあな。お前にはバレたし、無理する必要もねぇだろ」「まあ、そうなんだけど」  話しながらハンカチをバッグに戻し、いつも持ち歩いているポーチを取り出した。 その中から小さな容器に入れているハーブチンキの軟膏(なんこう)を取り出す。  ハーブチンキはドライハーブをアルコールにつけたもので、化粧水や傷薬にもなる。 お母さんが庭に植えたペパーミントが凄いことになって、何か消費する方法を探していたらネットで見つけた方法だ。 お酒を使うからその辺りはお母さんに作ってもらって、それを軟膏や化粧水にするのをあたしがやっている。 色々使えるから、ポーチに入れていつも持ち歩いてるんだ。  これは保湿クリームみたいな感じで作ったけれど、殺菌効果もあるペパーミントのハーブチンキだから丁度良いよね。「はい、薬塗るから動かないでね」「別にこの程度のケガにそこまでしなく
last updateLast Updated : 2025-06-25
Read more
ヒミツ②
「日高くんは何を秘密にして欲しいの? 不良だってこと?」 お互いに秘密にして欲しい事があるなら、それを交換条件にすれば良い。 あたしのメイク好きを秘密にする代わりに、日高くんの知られたく無い事も秘密にする。  だから日高くんが秘密にしたい事もちゃんと把握しておきたい。 「まあ、そうなんだけどな……。より具体的に言うと、中学の頃の俺が火燕(かえん)って言う暴走族の総長だったって事を黙っててくれ」「……は?」「だから、火燕の元総長だってのを黙っててくれっつってんだよ」 信じられなくて聞き返したら、同じ言葉が返って来た。  ただの不良じゃ無くて?「暴走族の総長?」「ああ」 更に確認の様に聞くと、肯定の返事。 聞き間違いじゃ無いのか。 ただの不良じゃ無くて暴走族。 しかも中学生で総長とか。  火燕って名前は聞いた事がない。 まあ、暴走族だとか自分には関係無いと思っていたから気にした事も無いんだけど。  でも聞いたことが無いからって嘘だとも思えない。 秘密にして欲しいっていうのに、わざわざ嘘をつく必要性を感じない。  何より、さっきはかなりケンカ慣れしている様に見えた。 「……うん、分かった。とりあえずそれを黙ってていればいいのね」「ああ」 話がついてホッと安堵する日高くん。 そんな彼にあたしは続けて聞いた。 「じゃあ、どうして地味な格好してるの?」「……え?」 実はあたしにとってはこっちの方が重要だった。「火燕なんて聞いたことないくらいだから、この辺のグループじゃ無いんでしょう? バレないためにわざわざ離れた高校に入学したんじゃ無いの? それなら別に地味な格好までしなくていいんじゃ無いの?」 予測を含めて立て続けに聞く。
last updateLast Updated : 2025-06-26
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status