Novels
Short Stories

Genres

All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
All
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
All
Dewasa 18+
Menggoda
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Sistem
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Show more

Themes

15
Bangkit×
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Show more

Bangkit Short Stories & Novels

Discover a collection of enchanting Bangkit short stories that explore the depths of passion. Perfect for readers seeking one-hour short stories to inspire and ignite their imagination about Bangkit.
Istri Geniusku Ternyata Putri Mafia - undefined novels & stories
Fiery
Di rapat keluarga, suamiku si bos mafia itu melirik sekretarisnya. Aku langsung pergi dan membatalkan perayaan ulang tahun pernikahan kami karena tidak lagi menginginkannya. Aku menandatangani surat cerai yang sudah kusiapkan sebelumnya. Begitu Ryuga Jorgi melihat surat itu, dia meneleponku dengan nada marah yang tertahan. "Mau ribut apa lagi sih? Cuma gara-gara aku ngelirik Lisa bentar aja?" "Iya, emang gara-gara kamu ngelirik dia."
Jalan Tanpa Kembali - undefined novels & stories
Soda
Suamiku adalah seorang pria dengan emosi yang sangat kuat. Untuk membuat adik angkatnya bahagia, dia mengalokasikan miliaran setiap tahun agar dia bisa hidup mewah. Dia sangat peduli dengan kesejahteraan adiknya. Setiap malam, pria itu duduk di sampingnya, memastikan dia bisa tenang dan nyaman. Namun, ketika aku tertembak dan mengalami pendarahan hebat serta membutuhkan pertolongan segera, dia tetap acuh tak acuh. Dia malah mengarahkan seluruh tim medis untuk menangani adik angkatnya yang sedang cemas. Dengan sisa tenagaku, aku menelpon suamiku. Telepon tersambung. Suaranya sedikit kesal saat menjawab, "Ada apa lagi? Kamu baik-baik saja, sehat. Kenapa butuh dokter?" "Dengar, Safea butuh aku. Tenaga medis keluarga kita terbatas. Hanya masalah kecil, tahan sajalah." Hatiku kecewa, seolah mati rasa. Dia memang pria dengan emosi yang kuat. Hanya saja, orang yang benar-benar dia pedulikan bukanlah aku.
Putri yang Mereka Biarkan Mati - undefined novels & stories
Finn
Bella Basuki sekarat. Leukemia mieloid akut stadium tiga. Dokter keluarga kabari aku lewat telepon, satu-satunya harapan adalah transplantasi sumsum tulang. Dibutuhkan donor yang benar-benar cocok. Dan saudara kembar identik punya tingkat kecocokan hingga sembilan puluh sembilan persen. Aku remas lembar hasil diagnosis itu. Di bagian paling atas tertulis namaku: Gemma Basuki. Namun suara dokter bergetar saat dia berulang kali minta maaf. Terjadi kesalahan administrasi. Yang sakit bukan aku. Melainkan saudara kembarku Bella. Dan obatnya adalah aku. Aku harus segera pulang. Hujan menghantam jendela taksi tanpa henti. Sepanjang perjalanan, aku terus bayangkan gimana semuanya akan terjadi. Ayah akan letakkan cerutunya. Ibu akan terkejut. Lalu aku akan jelaskan kekeliruan itu. Nama di laporan itu memang namaku, tetapi hasil pemeriksaan darah adalah milik Bianca. Aku masih bisa perbaiki semuanya sebelum terlambat. HP-ku tiba-tiba menyala. Grup keluarga. Sebuah pesan singkat dari Ayah muncul di layar. [Gemma divonis penyakit terminal. Bianca nggak boleh jadi pendonor. Ini keputusan keluarga.] Darahku seketika membeku. Mereka sudah lihat berkas yang salah kirim. Mereka kira akulah yang lagi sekarat dan mereka pilih biarkan aku mati. Saat aku dorong pintu rumah hingga terbuka dan lihat sosok Ayah berdiri di sana, aku langsung rasakan hawa di sekelilingku berubah. Seolah suhu ruangan mendadak turun drastis. Seakan seluruh dunia membeku di sekitarku. Mataku mulai terasa panas. Air mata menggenang, nggak mampu kutahan lagi. "Ayah," ucapku lirih, berusaha jaga suaraku agar nggak pecah. "Aku mau tanya sesuatu." Dia angkat kepala dari cerutunya dengan raut kesal. "Kalau yang sedang sekarat itu Bianca," bisikku. "Apa Ayah akan minta aku donorkan sumsum tulangku untuk selamatkan dia?" Ruangan itu langsung sunyi. Ayah perlahan letakkan cerutunya. Keheningan panjang penuhi udara. "Aku nggak akan lakukan itu," jawabnya akhirnya. "Tentu saja nggak. Keluarga kita punya cukup sumber daya. Kita akan cari pendonor lain. Kita nggak akan pernah minta kamu ambil risiko sebesar itu." Senyum tipis terukir di bibirku. Senyum kecil yang pahit. "Bagus," kataku pelan. "Itu jawaban ayah sendiri, jangan nyesal nanti."
Dia Pergi Sehari Sebelum Aku Jadi Istrinya - undefined novels & stories
Shirley
Tunanganku nggak datang ke makan malam gladi resik pernikahan kita di kediaman Keluarga Kusuma. Menjelang tengah malam, sebuah pesan dari Martin Kusuma masuk. Kirana hamil. Itu bukan anakku. Tapi aku harus nikahin dia. Anak itu butuh marga Kusuma agar bisa diakui secara sah. Pernikahan kita bakal ditunda sampai tiga tahun ke depan. Kita harus jaga jarak sampai saat itu. Kamu yang harus hadapi para tetua keluarga. Apa pun yang kamu lakukan, lindungi Kirana dari mereka. Kasih tahu ke semua orang kalau kamu yang batalkan pernikahan ini. Aku menatap layar dan mengetik balik hanya satu kata. [Oke]. Aku sudah muak dengannya. Sejak awal, aku memang nggak pernah ingin nikah dengan dia.
Harga Sebuah Pengkhianatan dan Penghinaan - undefined novels & stories
Bagel
Baru saja, setelah hampir mati kehabisan darah, aku berhasil melahirkan pewaris untuk Keluarga Rosano. Namun suamiku, Jerry sebagai orang nomor dua setelah bos di Keluarga Rosano, justru membiarkan orang kepercayaannya yang bernama Sofia merekam proses persalinanku hanya karena bilang dia bosan. Dia merekam semuanya, termasuk saat aku kehilangan kendali atas tubuhku, jeritanku, wajahku yang meringis kesakitan. Setelah itu, dia mengambil tangkapan layar, dan mengubahnya menjadi gambar stiker, lalu menyebarkannya di grup obrolan pribadi keluarga dekat. Dari balik pintu kamar rumah sakit, aku masih bisa mendengar tawa Sofia yang liar. "Jerry, ini hiburan terbaik sepanjang masa. Kau selalu tahu persis apa yang aku inginkan." "Tapi Rana pasti akan mengamuk saat dia bangun dan melihat ini." Efek anestesi belum sepenuhnya hilang. Kelopak mataku terasa berat, namun dalam keadaan setengah sadar, aku masih bisa mendengar nada suara Jerry yang santai dan acuh tak acuh seperti biasa. "Dia nggak akan benar-benar marah. Kau tahu sendiri Rana, dia selalu patuh padaku." "Aku hanya perlu sedikit membujuknya. Lagipula, anak kami sudah lahir sekarang, dia nggak mungkin meninggalkanku." Jari-jariku yang tersembunyi di bawah seprai sutra mengepal erat. Pikiranku dipenuhi dengan semua hal yang telah kukorbankan untuknya selama bertahun-tahun ini. Jerry mungkin telah lupa siapa yang sudah membuatnya menjadi pria yang menguasai jalanan ini. Karena kau sangat suka bermain, maka aku akan memainkan permainan sungguhan denganmu. Pada hari aku pergi, kau akan menyesali semuanya!
Dua Tahun, Tapi Dia Pilih yang Polos - undefined novels & stories
Galaxy
Karena kemampuan tertentu yang sangat kuat dari pacarku, kami selalu berusaha mencari hal-hal baru untuk dilakukan selama bercinta. Untuk itu, dia tidak hanya sekali membujukku dengan kata-kata manis, "Kita akan menikah setelah kamu lulus." Bodohnya, aku percaya padanya. Jadi, aku berjuang mati-matian menyelesaikan SKS agar bisa lulus lebih cepat. Aku juga diam-diam membaca berbagai materi dan mempelajari teknik, hanya untuk memuaskan tubuhnya. Sampai suatu hari, karena belajar sampai larut dan melewatkan jam malam asrama, aku pergi ke bar untuk mencarinya. Tanpa sengaja, aku mendengar dia berbicara dengan teman-temannya. "Kak Aidan, apa pacarmu benar-benar segatal itu?" "Ya jelas, masa nggak? Dia dilatih oleh Kak Aidan sendiri." "Kalau Lira gimana?" Aidan Jace mengembuskan asap rokok, tatapannya lembut. "Dia beda, dia sangat polos." Saat itu juga, aku mulai membencinya. Sesampainya di kampus, aku langsung menelepon profesor. "Proyek rahasia yang Bapak sebut waktu itu... saya ingin daftar." Mulai dari hari itu, seluruh hidupku hanya untuk bangsa dan negara.
Kesunyian Di Tengah Kehampaan Hati yang Perih - undefined novels & stories
Alaska
Hari pengumuman nilai ujian masuk perguruan tinggi, aku menggenggam ponsel sambil menunggu dengan gelisah selama 40 menit. Saat angka 708 muncul di layar, baru saja aku hendak berseru kegirangan, kakakku sudah lebih dulu menjerit lalu menerjang ke pelukan Sylas. "Aku dapat 670! Kamu 675, Sylas, kita berdua pasti bisa masuk Universitas Kedokteran Jekova!" Aku baru saja ingin mengatakan kalau aku juga bisa, tetapi pacarku, Sylas, sudah menarik kakakku dan berlari keluar. Baru pada pesta perayaan, Sylas akhirnya teringat padaku. "Oh ya, Nasha, Sekolah Vokasi Jekova letaknya tepat di sebelah Universitas Kedokteran. Kamu ambil jurusan keperawatan saja. Nanti kita bertiga masih bisa sering berkumpul." Kakakku tersenyum sambil mengetuk pelan kepalaku. "Nanti aku dan Sylas si bodoh jadi dokter, sedangkan kamu jadi perawat yang membantu kami. Kombinasi yang sempurna, 'kan?" Mereka seimbang dalam segala hal, benar-benar pasangan yang serasi. Bagaikan dua bayangan yang menyatu tanpa celah, tak lagi menyisakan tempat bagi orang ketiga. Dulu, sekeras apa pun aku berusaha, yang bisa kulakukan hanyalah memandangi lampu belakang mereka dari kejauhan. Kali ini, aku memilih untuk berhenti mengejar mereka.
Pengantin Bos Mafia - undefined novels & stories
Lilia
Aku dipilih menjadi tunangan Alexander, pewaris keluarga Mafia. Tapi di sebuah gala keluarga, Alexander terlihat jelas didekati oleh Kiara, putri seorang pedagang senjata. Kiara berbeda dari gadis terpandang yang selalu patuh pada aturan. Ia menerobos jalan-jalan dengan mobil sport yang dimodifikasi, memotong cerutunya dengan pisau tempur militer, dan meneguk wiski paling keras begitu saja. Ada keganasan liar dalam dirinya, sebuah api yang membuat Alexander tak bisa mengalihkan pandangannya. Ia mengeluh pada para tetua keluarga, "Bagaimana mungkin seorang wanita seperti itu bisa menjadi Nyonya Besar kita dan mengatur seluruh keluarga ini?" Kata-katanya penuh cemoohan atas kecerobohan Kiara, tapi matanya tetap terpaku padanya, mengikuti setiap gerakannya saat ia mengangkat gelas. Lalu, di ulang tahun Alexander, ia mengumumkan niatnya menjadikan Kiara selirnya. Kiara menolak. "Wanita di keluargaku adalah istri, bukan selir. Dan hati suamiku hanya boleh jadi milikku." Alexander datang padaku, suaranya ragu. "Alana, ini hanya soal gelar. Aku butuh kamu memberikannya pada Kiara. Tolonglah? Dia tidak mengerti tradisi keluarga kita, dan sekarang dia sedang membuat keributan soal pernikahan denganku. Kita hanya perlu menenangkannya untuk sementara. Meskipun dia nanti menikah denganku, kamu tetap yang akan mengurus urusan keluarga." Saat aku berdiri mencoba gaun pengantin, manik kristal tajam di bagian atas gaun menusuk jariku. Setetes darah mekar di atas satin putih murni. Gaun itu pun rusak, tapi pernikahan harus tetap berlangsung. Jika aku tak bisa menjadi istri pewaris, maka aku akan menjadi wanita Bos Mafia.
Anak Magang Penghasut Presdir Perusahaan - undefined novels & stories
Echo
Selama tiga tahun, aku menggunakan koneksi keluargaku untuk menghasilkan ratusan miliar pendapatan bagi perusahaan. Namun di rapat kuartalan, seorang magang baru berdiri di depan semua orang, menampilkan laporan kehadiran dan pengeluaranku, lalu menuduhku "absen tanpa alasan" dan "menghamburkan dana perusahaan". "Klub-klub mewah ini, restoran-restoran ini ...," katanya dengan suara penuh pembenaran diri. "Setiap kali dia menghabiskan ratusan juta! Ini semua pengeluaran yang sama sekali nggak perlu." "Aku sangat menyarankan Pak Presdir untuk segera memecatnya dan menyelamatkan arus kas perusahaan." Aku melirik Kevin, sang presdir. Teman sekelasku dulu. Dia tahu persis berapa banyak pendapatan yang dihasilkan dari setiap pertemuan itu. Dia juga tahu bahwa saat aku tidak berada di kantor, berarti aku sedang berada di bar, untuk bernegosiasi dengan investor, kadang minum sampai perutku terasa mual. Namun, dia hanya menatapku dengan dingin. "Karina, apa penjelasanmu tentang absensi dan pengeluaran yang disampaikan Lia?" Aku tersenyum. "Aku nggak punya apa pun untuk dijelaskan." Mereka semua akan segera tahu konsekuensi dari aksi kecil ini.
Dicap Kuno, Aku Menyaksikan Kehancuran Mafia - undefined novels & stories
Jelly Pudding
Tadi malam, aku menerima pemberitahuan bahwa pihak keluarga memutuskan untuk menyingkirkanku. Alasan yang mereka berikan sangat dibuat-buat. Pemikiranku dianggap sudah ketinggalan zaman, aku menolak mengikuti perkembangan, dan aku dituduh menghambat ekspansi keluarga secara serius. Pagi itu, tunanganku menghentikanku di koridor dengan ekspresi dingin. "Kelly benar. Orang sekeras kepala dan sekaku kamu cuma akan menghambat perkembangan keluarga." "Dan jangan salahkan aku karena menyingkirkanmu. Kamu sudah menyinggung orang yang seharusnya nggak kamu singgung." Kelly bersandar di pagar pembatas dengan dikelilingi anak buahnya, sambil menatapku dengan senyum penuh kemenangan. Dia adalah keponakan sang bos sendiri. Dua minggu sebelumnya, dia tiba-tiba ditempatkan untuk mengambil alih operasi inti keluarga. Dengan dalih melakukan reformasi, dia menyingkirkan semua tetua satu per satu. Dalam rapat keluarga kemarin, aku terang-terangan menolak rencana ekspansinya yang gegabah di depan semua orang. Dari tengah kerumunan, Kelly melirikku dengan dingin. Nada suaranya sarat penghinaan. "Ada beberapa orang tua yang sudah nggak mampu mengikuti perkembangan zaman, sebenarnya sudah nggak berguna sejak dulu. Terus berpegang pada kekuasaan hanya akan menyeret seluruh keluarga ke bawah." "Kalau kamu tahu diri, pergi saja." Ekspresiku tetap datar dan tidak menunjukkan apa pun. Tanpa berkata sepatah kata pun, aku menandatangani dokumen pengunduran diriku dari keluarga. Yang tidak dia ketahui adalah aku sebenarnya tidak pernah perlu bertahan di keluarga ini. Seseoranglah yang dahulu memohon kepadaku agar tetap tinggal dan menjaga keluarga ini tetap berdiri. Setelah itu, aku mengunggah sebuah postingan di Instagram. [ Aku sudah meninggalkan keluarga. Aku menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya. ] Begitu unggahan itu tayang, seluruh dunia mafia langsung gempar.
Seratus Kali Janji Palsu - undefined novels & stories
Makjos
Hari pendaftaran pernikahan, aku menunggu di Kantor Catatan Sipil sejak pagi hingga langit gelap. Sementara itu, pacarku Soni malah menemani cinta pertamanya naik gunung. Aku meneleponnya belasan kali, tapi semuanya ditolak. Sampai telepon ke-20 baru dia mengangkat. "Sehari nggak ketemu aku saja kamu harus menelepon puluhan kali, mau nyawa aku diambil, ya? Kamu sebenarnya segitu kekurangan lelaki, ya?" "Yeni lagi nggak enak badan, jantungnya kambuh. Aku harus jagain dia di rumah sakit. Urusan nikah, lain kali saja." Sepuluh tahun bersama, ini sudah ke-100 kalinya Soni meninggalkanku sendirian di depan Kantor Catatan Sipil demi perempuan itu. Untuk ke-101 kalinya, dia hanya meninggalkan pesan. [Sayang, jam sepuluh ketemu di Kantor Catatan Sipil.] Aku menahan tawa dingin, mengabaikan pesannya, lalu melangkah naik ke pesawat menuju luar negeri. Soni, kali ini aku tidak akan memilihmu lagi. Pria yang biasanya selalu terlihat tenang itu, begitu tahu aku pergi, benar-benar kehilangan kendali menggila.
Pengkhianatanmu Menjadi Akhir Cinta Kita - undefined novels & stories
Bagel
Setelah bayi kami meninggal setelah tiga hari kelahirannya, aku meninggalkan semua kebiasaan yang biasanya membuat Julian kesal. Aku berhenti bertanya ke mana dia pergi. Bahkan, ketika dia tidak pulang semalaman, aku tetap bisa tidur dengan nyenyak. Bahkan, ketika peluru nyasar menyerempet pergelangan tanganku saat terjadi baku tembak di jalanan, dan dokter memintaku menghubungi keluarga, aku hanya menjawab, "Aku nggak punya keluarga." Seorang perawat mengenaliku. "Anda Nyonya Marula, 'kan? Iring-iringan mobil Tuan Julian diparkir di bawah. Perlu saya beri tahu Tuan Julian?" Aku menundukkan pandangan dan memintanya untuk nggak perlu melakukannya. Setengah jam kemudian, Julian mendorong pintu hingga terbuka. Julian mengenakan setelan mahal. Dengan suara lembut, dia berkata, "Kamu terluka, kenapa nggak menghubungiku?" Aku menatap perban di pergelangan tanganku. "Cuma luka kecil. Bos punya urusan yang lebih penting." Nada bicaraku yang acuh tak acuh tampaknya makin membuatnya kesal. Tepat ketika dia hendak mengatakan sesuatu, suara gunjingan anak buahnya yang terdengar dari lorong. "Sudah dengar tentang Mia? Bos benar-benar menyukainya. Waktu pergelangan kakinya terkilir di kasino, beliau sampai mengerahkan tiga SUV antipeluru untuk mengosongkan jalan, bahkan beliau sendiri yang menggendongnya keluar, kakinya nggak menyentuh tanah sama sekali." Rahang Julian menegang. Dia melirikku dengan tatapan waspada, seolah sedang menunggu aku mengamuk dan menuntut penjelasan, seperti yang selalu kulakukan dulu. Namun, aku tetap diam. Aku hanya bersandar di ranjang rumah sakit tanpa bergerak sedikit pun. Dia mengira bahwa aku sudah berhenti membuat keributan. Tanpa dia ketahui, aku diam-diam bersiap untuk meninggalkan dia selamanya.
Tak Lagi Menjadi Pilihan Kedua - undefined novels & stories
Anna Smith
Sehari sebelum Hari Valentine, aku menyerahkan surat permohonan cuti kepada tunangan sekaligus atasanku, Daniel Handoko. Kami seharusnya akan menikah di KUA pada Hari Valentine. Daniel melirik surat itu sebentar, lalu meletakkannya di atas meja kerja tanpa menandatanganinya. "Megan sudah memesan penerbangan ke Metiza dan biaya hotelnya nggak bisa dikembalikan. Aku mau kamu menggantikannya selama beberapa hari. Selain itu, aku juga memang akan pergi ke Metiza untuk menemui beberapa klien. Jadi, aku akan sekalian mengawasinya selama berada di sana." Daniel mendongak ke arahku dan sedikit melunakkan suaranya, seolah-olah sedang berusaha menenangkanku. "Nikahnya bisa tunggu sampai aku kembali. Beberapa hari tambahan nggak akan ada bedanya kok." Nada suara Daniel terdengar santai, seakan-akan dia sedang mengatur sesuatu yang sudah pasti akan kusetujui. Megan Fayeza berdiri di sampingnya sambil menunduk. "Alisa, maaf banget ya. Aku nggak tahu rencanamu ternyata sepenting itu." Segera setelah itu, Megan menambahkan, "Daniel bilang kamu pasti bisa mengerti. Bagaimanapun, selama ini kamu selalu mendahulukan perusahaan." Megan sedikit mendekat ke arah Daniel. Para rekan kerja yang duduk di meja masing-masing menundukkan pandangan ke layar komputer mereka. Tidak ada seorang pun yang melontarkan komentar. Aku menatap ke arah Daniel. Dia sudah sibuk menggulir layar ponselnya sambil memeriksa detail penerbangan. Dia bahkan tidak menoleh lagi kepadaku. Daniel tidak tahu bahwa Hari Valentine yang sudah kami sepakati untuk menikah adalah batas waktu yang ditetapkan oleh Keluarga Desmana. Kalau masih belum menikah sampai akhir Februari, aku harus kembali dan menerima pernikahan yang sudah mereka atur untukku. Aku tidak membantah. Aku melepas kartu identitas kerjaku dan menandatangani surat pengunduran diri. Kemudian, aku mengambil ponsel dan menelepon kakekku, Evan Desmana. "Kakek, aku menyerah. Aku terima pernikahan itu."
Rumah Di Seberang Negeri, Tiga Ribu Mil Jauhnya - undefined novels & stories
Eternity
Ketika orang tuaku bercerai, pengacara mereka menyusun perjanjian hak asuh. Aku dan adikku akan tinggal bersama orang tua yang berbeda, lalu berpindah rumah setiap awal tahun ajaran baru. Pergantian itu dilakukan setiap bulan Agustus di La Serata, restoran milik Keluarga Madani. Setiap tahun, orang tuaku bertengkar soal siapa yang mendapat lebih banyak waktu bersama Sofia. "Ikut aku ke Bartis saat Hari Pengucapan Syukur," bujuk ibuku. Wajah ayahku menegang. "Tahun ini Sofia bersamaku. Dia bakal menghabiskan liburan bersamaku." Ibuku membuka kalendernya. "Tahun lalu kamu menitipkan dia kepadaku selama 19 hari lebih lama. Aku berhak mendapatkan hari-hari itu kembali. Semuanya." "Dua hari di antaranya adalah menginap saat hari sekolah. Itu nggak dihitung." Sofia menopang dagunya dengan satu tangan dan memberi mereka senyum tak berdaya seperti seorang putri yang terbebani oleh terlalu banyak perhatian. "Andai saja aku ada dua." Setengah jam kemudian, orang tuaku berkompromi dengan memesan perjalanan bersama. Barulah Sofia melirik ke arahku. "Gimana dengan Emilia?" Ayahku mengambil gelas airnya, pandangannya melewatiku. "Tahun ini dia bukan tanggung jawabku." Ibuku akhirnya menatap mataku. "Bulan depan, grup hotel akan menyelesaikan akuisisi. Aku nggak punya waktu untuk mengurus ini. Sekolah Gabriel masih memiliki kamar di asrama senior. Kamu bakal tinggal di sana." Mereka baru saja menghitung setiap jam yang dihabiskan selama Sofia jauh dari mereka. Namun, ketika menyangkut diriku, mereka bisa menyerahkan satu tahun penuh begitu saja tanpa ragu sedikit pun. Di bawah meja, aku merapikan serbet yang tadi kuremas erat dalam genggaman. Ponselku menyala. Ada pesan masuk dari Bu Helen. [ Nilai dan rekam jejakmu membuatmu berpeluang masuk ke beberapa universitas terbaik di East Coast. Beasiswa penelitian di Institut Bandar juga sangat cocok untukmu. Mana yang menjadi pilihan pertamamu? ] Aku melihat California di sisi lain peta, lalu mengetik jawabanku. [ Bandar. ] Jarak tiga ribu mil seharusnya cukup jauh untuk meninggalkan keluargaku untuk selamanya.
Kelahiran yang Menghancurkan - undefined novels & stories
Bagel
Saat usia kehamilanku sembilan bulan, aku sudah ada di penghujung masa kehamilan, tubuhku terasa berat dengan bayi yang bisa lahir kapan saja. Tapi suamiku, Alexander Santoso, wakil kepala keluarga, justru mengurungku. Dia menahanku di sebuah ruang medis bawah tanah yang dingin dan steril, lalu menyuntikkan obat penahan kontraksi. Saat aku berteriak kesakitan, dia menatapku dengan dingin dan berkata aku harus menahannya. Karena pada saat yang sama, istri almarhum kakaknya, Elisa juga diperkirakan akan melahirkan. Sebuah sumpah darah yang pernah dia buat dengan mendiang kakaknya menyatakan bahwa anak laki-laki sulung akan mewarisi wilayah keluarga di Teluk Barat Jaya yang begitu menguntungkan. "Warisan itu milik anak Elisa," katanya. "Davin sudah tiada, dia benar-benar sendirian dan tak punya apa-apa. Seluruh cintaku tetap untukmu, Alana. Aku hanya butuh dia melahirkan dengan selamat. Setelah itu, barulah giliranmu." Obat itu membuat tubuhku terus-menerus tersiksa. Aku memohon padanya untuk membawaku ke rumah sakit. Dia justru mencekik leherku, memaksaku menatap mata dinginnya. "Berhenti berpura-pura! Aku tahu kau baik-baik saja. Kau cuma berusaha merebut warisan itu." "Untuk mendahului Elisa, kau rela melakukan apa saja." Wajahku pucat, tubuhku bergetar hebat. Dengan sisa tenaga, aku berbisik lirih, "Bayinya akan lahir... aku tidak peduli soal warisan. Aku hanya mencintaimu, dan aku ingin anak kita lahir dengan selamat!" Dia mencibir. "Kalau kau memang sesuci itu, kalau kau benar mencintaiku, kau tak akan pernah memaksa Elisa menandatangani perjanjian pranikah yang membuat anaknya kehilangan hak warisan." "Jangan khawatir, aku akan kembali padamu setelah dia melahirkan. Bagaimanapun, kau mengandung darah dagingku." Sepanjang malam, dia berjaga di depan ruang bersalin Elisa. Baru setelah melihat bayi itu di pelukan Elisa, dia teringat padaku. Dia akhirnya menyuruh tangan kanannya, Raka untuk membebaskanku. Tapi ketika Raka menelepon, suaranya gemetar. "Bos... nyonya dan bayinya... mereka sudah tidak ada." Di saat itu juga, Alexander hancur.
Membawa Anak Kembarku Dan Meninggalkan Kenangan Pahit - undefined novels & stories
Bagel
Saat cinta pertama suamiku sedang sekarat melahirkan, ayah mertuaku, bos mafia Keluarga Lantara, menempatkan sepuluh pria bersenjata di depan pintu kamarku. Mereka berjaga dengan siaga penuh, takut aku akan menerobos masuk ke ruang bersalin dan mengacaukan kelahiran pewaris pertama Keluarga Lantara. Namun, aku bahkan tidak menyentuh pintu itu. Bahkan ketika tangisan bayi yang baru lahir menggema di sepanjang lorong, Ibu Logan, nyonya keluarga itu, mengembuskan napas panjang penuh kelegaan sambil menggenggam erat tangan wanita yang terbaring di ranjang rumah sakit. "Calista, kami ada di sini. Si Stella mandul itu nggak akan bisa ganggu kamu ataupun cucuku." Logan membungkuk, lalu menyeka keringat dingin di dahi Calista. Tatapannya dipenuhi kelembutan. "Jangan khawatir. Ayah sudah perintahkan anak buahnya untuk kunci seluruh rumah sakit pribadi ini. Kalau dia berani bikin keributan, aku sendiri yang akan mencoret namanya dari catatan keluarga." Barulah setelah memastikan aku tidak akan datang membuat masalah, dia benar-benar merasa tenang. Logan tidak mengerti. Di matanya, dia hanya sedang membalas budi, memberi seorang wanita yang akan segera meninggal seorang anak untuk meneruskan namanya, membantu cinta pertamanya mewujudkan harapan terakhirnya. Mengapa aku tidak bisa menerimanya dengan lapang dada? Mengapa aku tidak bisa melihat gambaran yang lebih besar? Senyum puas terukir di bibir Logan saat dia memandangi bayi yang terbungkus selimut itu. Dia bahkan berpikir bahwa jika aku mau merendahkan harga diriku, mengakui kesalahanku, dan menunjukkan sedikit kebaikan kepada Calista, dia akan memaafkan sikap dinginku selama ini sepenuhnya. Dia akan menebus semuanya kepadaku, bahkan memberiku gelar sebagai ibu dari anak itu, membiarkanku tetap mempertahankan posisiku sebagai istrinya. Namun, yang tidak dia ketahui adalah bahwa aku sudah menandatangani surat cerai yang disiapkan pengacaraku. Dalam seminggu, aku akan memutus semua hubungan dengan Keluarga Lantara, membawa kedua bayi kembar yang tumbuh di dalam kandunganku dan pergi. Kami tidak akan pernah bertemu lagi, bukan di kehidupan ini maupun kehidupan berikutnya.
Saat Mereka Merindukanku, Aku Sudah Pergi - undefined novels & stories
Michelle
Pada malam penetapan pilihan kampus, seluruh keluargaku berkerumun di sekitar kembaranku, Lily. Kakakku Ethan menampilkan peta Bellmont dan membandingkan jarak antara asrama Lily dengan kampusnya. Ryan, sahabat masa kecilku, melepaskan posisinya di Universitas Metro Warren karena Lily mengaku takut memulai kuliah tanpa ada orang yang dikenalnya di dekatnya. Orang tuaku sangat bahagia. Kini Lily akan selalu punya seseorang yang siap menjaganya. Mereka butuh hampir sepanjang malam itu untuk akhirnya teringat bahwa aku juga punya pilihan yang harus ditetapkan. "Nora memang yang paling mandiri di antara kami," kata Ibu, memilihkan jalan untukku tanpa sedikit pun mengangkat wajah. "Dia bisa masuk Universitas Negeri Bostara. Lokasinya dekat dengan Lily, jadi dia bisa membantu di akhir pekan." Tidak seorang pun bertanya universitas mana saja yang menerima aku. Tidak seorang pun tahu masih ada satu tawaran dari Skandria yang tergeletak di kotak masukku. Kalau mereka memang tidak pernah berniat membiarkan aku menjalani hidupku sendiri, maka aku tidak lagi perlu mengabari mereka. Aku balingkan laptopku menjauh dari pandangan mereka dan menerima tawaran dari Universitas Edinvara. Untuk pertama kalinya, aku memilih tempat yang paling jauh dari mereka semua.
Memainkan Taruhan Berbahaya Bersama Tunanganku - undefined novels & stories
Shirley
Pada malam pesta pertunanganku, aku mendapati sahabatku sedang memainkan permainan berbahaya dengan tunanganku. Aku menemukan mereka di kasino di kapal pesiar pribadi milik keluarga kami. Klara duduk di pangkuan tunanganku, Kafi, pewaris Keluarga Fadilla. Kafi memegang belati keluarga yang tajam, ujungnya mengait tali tipis gaun Klara. Mata pisaunya menelusuri sepanjang tulang selangkanya. Sedikit saja tekanan, kain sutra itu bisa robek. Pemandangan itu terlihat berbahaya sekaligus intim. Aku melangkah maju sambil mengerutkan kening, tetapi Kafi hanya mendengus. "Ini cuma permainan kecil buat meramaikan suasana, Tuan Putri. Nggak usah tegang begitu." Mata Klara menyipit, suaranya manis dibuat-buat. "Kami cuma main permainan tradisional keluarga. Permainan pisau. Kamu nggak keberatan, 'kan, say?" Aku hendak bicara, tetapi ekspresi Kafi mengeras. "Kita baru saja bertunangan dan kamu sudah mau mengatur aku?" Jadi aku tidak mengatakan apa-apa. Aku hanya menarik pistol buatanku dari sarung di pahaku. "Jadi ini permainan?" tanyaku. "Kalau begitu, kita main dengan taruhan sungguhan."
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang - undefined novels & stories
Ren
Di tengah jamuan makan malam keluarga, aku baru mengetahui fakta pahit bahwa sahabat masa kecilku, lelaki yang seharusnya tumbuh besar bersamaku, telah melepaskan peluang emas untuk naik pangkat di Distrik Militer Utara demi sepupuku, Ajeng Hidayat. "Nilai ujian Ajeng hanya cukup untuk masuk universitas lokal. Kebetulan kondisi kesehatan Bibi juga sedang menurun, jadi aku sudah membantu mengubah data pendaftaranmu. Kita semua akan tetap tinggal di sini," ucapnya santai. Ibuku pun menimpali dengan nada yang sama mendesaknya, "Benar, Nak. Ibu sudah berjanji pada pamanmu untuk menjaga Ajeng, jadi kamu juga harus membantu Ibu merawatnya. Lupakan saja soal kampus papan atas itu, nggak ada gunanya. Toh, nanti setelah menikah dengan Rangga, kamu juga akan ikut dia bertugas." Belum sempat aku mengeluarkan sepatah kata pun, mata Ajeng mulai berkaca-kaca. Air matanya jatuh dengan begitu dramatis. "Semua ini salahku yang nggak berguna. Ayah dan Ibu sudah tiada, sekarang aku malah membebani Kakak sampai dia nggak bisa kuliah di universitas impiannya. Sebaiknya kalian pergi saja, aku bisa menjaga diriku sendiri." Begitu air mata itu jatuh, Rangga dan ibuku langsung panik. Mereka sibuk menghibur dan menenangkannya seolah dialah pusat semesta. Tanpa suara, aku bangkit dan kembali ke kamar. Di detik terakhir sebelum batas waktu pendaftaran ditutup, aku mengubah kembali pilihan Universitas Adiwangsa. Sejujurnya, keinginanku ke sana bukan hanya agar bisa dekat dengan Rangga. Dulu, aku hanya ingin melewati setiap hal bersamanya. Berjalan beriringan di bawah satu payung hingga rintiknya membasahi rambut kami yang memutih oleh usia, sebuah janji untuk menua bersama. Akan tetapi, sekarang, siapa pun yang berdiri di sampingku saat hujan turun tak lagi jadi masalah. Hanya tempat itu yang tetap harus kudatangi.
Cintanya Bukan Untukku - undefined novels & stories
Buchara
Ethan telah meninggal. Menjelang pemakamannya, Olivia membereskan barang-barang peninggalannya dan menemukan sebuah album foto tebal. Di sampulnya tertulis, [Cinta Sejati] Namun ketika dibuka, isi album itu bukan foto Olivia sebagai sang istri. Melainkan Emma. Gadis yang dulu diasuh oleh Ethan. Tak hanya itu, seluruh harta warisan Ethan juga diberikan kepada Emma. Akhirnya, Olivia meninggal dunia dengan penuh penyesalan. Tapi, saat membuka mata lagi, dirinya justru kembali ke masa sebelum menikah dengan Ethan. Kali ini, Olivia tidak akan lagi mengorbankan segalanya demi pria itu. Dia memilih menjalani hidup untuk dirinya sendiri dan pergi mengejar mimpinya. Namun yang tak diduga, di kehidupan kali ini, Ethan malah gila saat tahu dirinya pergi dan mencarinya ke seluruh penjuru dunia.
PREV
123
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status