Novels
Short Stories

Genres

Realistis×
All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

26
Mandiri×
All
Mandiri
Pelakor
Munafik
Psikopat
Wanita Kuat
Mafia
Cinta Pertama
Kejam
Istri Muda
Teman Masa Kecil
Cinta Sejati
Dokter
Bestie
Pengasuh
Pengganti
Bucin
Menantu
Guru
Identitas Tersembunyi
Sekretaris
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Show more

Plot & Setting

27
All
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Show more

Themes

15
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Show more

Mandiri Realistis Short Stories & Novels

Discover a collection of engaging Mandiri Realistis short stories with compelling plots and immersive storytelling. Perfect for readers seeking one-hour short stories and quick, immersive reads online.
Suami dan Anakku Direbut Sahabatku - Realistis novels & stories
Daliah Wahidah
Di tahun kesepuluh pernikahanku, mantan sahabatku memposting sebuah foto. Putrinya dan putraku masing-masing digendong olehnya dan suamiku. Keempat orang itu berdiri berdekatan dan di bawah foto itu tertulis: "Sudah sepasang 'kan anak-anak kami?" Aku berkomentar untuk foto itu, Pasangan yang sempurna. Detik berikutnya, postingan itu dihapus. Keesokan harinya, suamiku bergegas pulang dan bertanya padaku, "Susah payah aku membuat kondisi Sophie membaik, kenapa kamu malah cari ribut?" Putraku bahkan mendorong dan menuduhku, "Ini semua salahmu! Adikku jadi menangis." Aku mengeluarkan surat cerai dan melemparkannya ke wajah mereka. "Ya, ini salahku! Jadi biar aku yang pergi, semoga kalian berempat jadi keluarga bahagia!"
Perangkapan Suami - Realistis novels & stories
Prameswari
Aku Miranda Sasmi, seorang ibu rumah tangga berusia tiga puluh tahun. Pernikahanku yang dulu hangat perlahan berubah dingin. Suamiku, David, sering pulang larut, menjaga ponselnya dengan berlebihan, dan menjauh setiap kali aku ingin berbicara serius.
Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin - Realistis novels & stories
Ghadamira
Aku memberi tahu pacarku bahwa keluargaku mencari nafkah dengan memelihara sapi. Jadi, pacarku berpaling dan mendekati wanita lain, direktur perusahaan tempat kami bekerja. Wanita itu kehilangan sebuah gelang berharga. Orang yang pertama dia curigai adalah aku. "Lucy, kalau kamu yang ambil gelang itu, cepat kembalikan. Keluargamu cuma peternak sapi yang bau. Jangan nodai gelang Jillian dengan bau kotoran sapi. Dasar kampungan!" Dia tidak tahu saja kalau sapi yang kumaksud berjumlah puluhan ribu ekor dan kekayaan keluargaku mencapai ratusan miliar.
Gapai Mimpi di Usia Senja - Realistis novels & stories
Jihan Umnia
Hari itu adalah perayaan ulang tahun Ryan ke-70 tahun. Aku baru pulang dari stasiun kereta api di tengah hujan lebat. Sesampainya di depan pintu rumah, aku menemukan pintu rumah terkunci. Ketika mendengar suaraku, tetangga seberang rumah berkata dengan ekspresi bingung, "Tante Elita, kenapa Tante pulang? Om Ryan hari ini menikah, dia dan istrinya sekarang masih menginap di hotel!" Aku tertegun. 'Menikah?' Aku cerai dengan Ryan sebulan lalu. Namun, Ryan memberitahuku bahwa sahamnya rugi banyak dan memiliki utang. Agar tidak memengaruhiku, dia menceraikanku tanpa pisah rumah. Dengan dalih menghindari penagih utang, putraku mengantarku ke rumah lama dan memintaku tinggal di sana selama satu bulan. Ternyata sekarang Ryan sudah menikah lagi?
Menghadapi Kematian di Depan Mata - Realistis novels & stories
Eriana
Aku mengalami kram menstruasi dan memesan obat pereda nyeri. Di aplikasi, pengantarnya tertulis seorang pengendara wanita, tapi yang datang ternyata seorang pria mabuk. Kali ini, aku tidak menelepon dua kakakku untuk meminta bantuan. Langsung saja aku melapor ke polisi. Di kehidupan sebelumnya, kedua kakakku bukan hanya memanggil semua pengawal pribadi yang ada, tetapi mereka sendiri juga buru-buru kembali. Akibatnya, mereka melewatkan drama panggung yang dimainkan oleh adik angkat mereka. Adik angkat mereka begitu sedih hingga dia menusukkan tombak mainan ke dirinya sendiri di atas panggung dan membuat dirinya terluka parah. Kedua kakakku mencoba menghiburku, "Jangan merasa bersalah. Setidaknya kamu tetap selamat." Namun, di balik itu, mereka mengikatku dan menyerahkanku kepada sekelompok pria mabuk. "Cuma pria mabuk, 'kan? Kamu bisa mengusirnya sendiri. Kenapa harus manggil kami? Sekarang lihat akibatnya. Kalau Hilda meninggal, kamu juga jangan berharap bisa hidup!" Ketika aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana pria mabuk itu mengetuk pintuku. Kali ini, aku tidak menelepon mereka. Mereka akhirnya bisa menyaksikan drama panggung adik angkat mereka, memberi dukungan dan semangat. Namun, setelah drama itu selesai, mereka malah menyesal.
Pedang Ikatan Darah - Realistis novels & stories
Farah Diba
Demi mendapatkan jantungku untuk mengobati penyakit adik angkatku, orang kandungku membawaku ke pengadilan. Hakim menggunakan teknologi komputer terbaru untuk mengekstrak ingatan kami. Persidangan dilakukan oleh panel yang terdiri dari 100 orang. Jika persidangan berhasil, organ tubuhku akan menjadi milik orang tuaku. Orang tuaku mengira aku tidak berani hadir. Karena dalam pikiran mereka, aku adalah orang yang berhati keji. Tapi ketika tayangan ingatanku diputar di persidangan, semua orang menangis.
Dikorbankan Demi Keselamatan Cintanya - Realistis novels & stories
Hana Naiya
Aku dan kekasih masa lalu suamiku diculik orang secara bersamaan. Sebagai ahli negosiasi, suamiku langsung datang ke lokasi secepat mungkin untuk menolong kami. Namun, di saat penculik itu setuju untuk melepaskan satu sandera, suamiku setuju untuk membiarkanku dibawa pergi penculik itu demi menyelamatkan kekasih masa lalunya. Aku berlutut memohon padanya untuk menolongku terlebih dahulu. Namun, dia malah menunjukkan ekspresi datar di wajahnya. "Elowyn masih suci. Kalau sampai dinodai orang, dia nggak akan sanggup menerimanya. Kamu berbeda. Kamu sudah nikah sama aku. Kalaupun dinodai orang, aku nggak akan membencimu." Aku didorong ke kaki penculik itu dengan kejam. Mungkin dia tidak tahu, aku sudah hamil tiga bulan dan dia akan menjadi seorang ayah.
Pilihan Terakhir: Cerai - Realistis novels & stories
Sasri Tasmirah
Adik iparku, Gina, bersikeras ingin berlibur ke Pantai Nirwana saat Natal, jadi aku memutuskan untuk mengajak seluruh keluarga pergi berlibur bersama. Namun, saat teman wanita suamiku mengetahui tentang rencana tersebut, dia memaksa untuk ikut dan membawa anaknya juga. Tanpa basa-basi, suamiku langsung membeli tiket pesawat. Namun, dia malah menyuruhku membawa barang-barang dan mengemudi sendiri ke sana. Semula, aku mengira seluruh keluarga akan mendukungku, tetapi ternyata mereka semua mendukung keputusan suamiku. Baiklah. Kalau begitu, kita urus urusan masing-masing saja. Namun, mereka semua menjadi ketakutan.
Antara Cinta dan Keluarga - Realistis novels & stories
Ellie Felicia
Kakak sepupu pacarku baru saja bercerai dan tinggal sementara di rumah pacarku. Dia sedang hamil besar dan membawa serta anaknya yang berusia 5 tahun. Dengan sikap seolah-olah semuanya sudah menjadi haknya, dia menganggap pacarku sebagai sandaran hidupnya dan menunjukkan ketidaksukaannya padaku. Dia merasa bahwa aku telah "merebut" adik sepupunya. Suatu hari saat acara keluarga, putranya tiba-tiba menyiramkan minuman ke arahku dan berseru, "Kamu nggak boleh merebut ayahku!"
Demi Selingkuh, Suamiku Meracuni Anakku - Realistis novels & stories
Aaliyah Zoya
Demi berkencan dengan asisten di malam natal, suamiku mencampurkan obat tidur ke dalam susu anak kami. Ketika aku mengantar anakku yang demam tinggi ke rumah sakit, aku malah melihat suamiku sedang menggendong asistennya ke lantai atas. "Kaki Nelly terkilir, aku menemaninya berobat." Anaknya jelas-jelas berada di ruang gawat darurat, tetapi dia sama sekali tidak peduli. Aku mencengkeram tiket lotre yang ada di sakuku. Sudah saatnya aku mengakhiri pernikahan selama tujuh tahun ini.
Bebas dari Belenggu Suami Parasit - Realistis novels & stories
little stones
Sahabat wanita suamiku memutuskan untuk tinggal bersama kami saat dia tahu kami akan pindah ke rumah baru. Aku keberatan, namun suamiku langsung menyetujuinya. Tidak hanya itu, dia bahkan memberikan kamar anak peremuan kami kepada wanita itu dan anaknya, lalu menyuruh putriku pindah ke gudang. Aku tidak terima, namun dia bilang, “Jangan salah paham! Dewi hanya sahabat baikku, anaknya sudah kuanggap seperti anak kandungku, wajar ‘kan kalau aku pengen mereka tinggal di kamar yang lebih layak?” Aku tetap tidak setuju, sehingga suamiku dan keluarganya menyalahkanku dan bilang aku egois. Akhirnya, aku memutuskan untuk meninggalkan rumah itu bersama anak perempuanku. Saat itulah mereka panik dan sadar kalau mereka butuh aku.
Anak Magang Penghasut Presdir Perusahaan - Realistis novels & stories
Echo
Selama tiga tahun, aku menggunakan koneksi keluargaku untuk menghasilkan ratusan miliar pendapatan bagi perusahaan. Namun di rapat kuartalan, seorang magang baru berdiri di depan semua orang, menampilkan laporan kehadiran dan pengeluaranku, lalu menuduhku "absen tanpa alasan" dan "menghamburkan dana perusahaan". "Klub-klub mewah ini, restoran-restoran ini ...," katanya dengan suara penuh pembenaran diri. "Setiap kali dia menghabiskan ratusan juta! Ini semua pengeluaran yang sama sekali nggak perlu." "Aku sangat menyarankan Pak Presdir untuk segera memecatnya dan menyelamatkan arus kas perusahaan." Aku melirik Kevin, sang presdir. Teman sekelasku dulu. Dia tahu persis berapa banyak pendapatan yang dihasilkan dari setiap pertemuan itu. Dia juga tahu bahwa saat aku tidak berada di kantor, berarti aku sedang berada di bar, untuk bernegosiasi dengan investor, kadang minum sampai perutku terasa mual. Namun, dia hanya menatapku dengan dingin. "Karina, apa penjelasanmu tentang absensi dan pengeluaran yang disampaikan Lia?" Aku tersenyum. "Aku nggak punya apa pun untuk dijelaskan." Mereka semua akan segera tahu konsekuensi dari aksi kecil ini.
Tak Lagi Punya Tempat Pulang - Realistis novels & stories
Lapis Ketan
Kakak sepupu, Irene Candra, menggunakan komputerku dan lupa keluar dari WhatsApp. Aku membantu mengeluarkan akun WhatsApp-nya. Sebuah pesan grup muncul di layar. [Demi merayakan nilai ujian Felix yang makin meningkat, malam ini kita makan malam sekeluarga.] Aku penasaran dan membuka pesan di grup itu. Di grup itu ada empat orang. Ayah, Ibu, adikku Felix, dan Irene. Felix membalas, [Cuma kita berempat, Clara nggak diajak?] [Siapa suruh dia terlalu pelit, nggak mau berbagi apel dengan kakak sepupunya sendiri.] Aku tertegun, ternyata sudah lama aku dianggap orang luar di keluarga ini.
Gadis yang Terabaikan, Dunia Baru Menantimu - Realistis novels & stories
Nini
Saat pengisian pilihan perguruan tinggi, semua orang mengerubungi adik kembarku sambil sibuk memberikan saran. Kakakku menunjuk kode universitas di urutan paling atas. “Sudah pasti pilih Universitas Orlena. Jadi adik tingkatku. Nanti Abang yang jagain kamu.” Sahabat masa kecil kami segera menyodorkan brosur Universitas Marion ke hadapannya. “Jangan dengarkan abangmu. Masuk Universitas Marion saja. Empat tahun lagi kita bisa jadi teman sekampus.” Ayah dan ibu tersenyum sambil mengangguk setuju. “Belajar di ibu kota memang lebih baik. Ada yang menjagamu, jadi kami juga tenang.” Baru setelah cukup lama, mereka teringat kalau aku juga baru saja menyelesaikan ujian masuk perguruan tinggi. “Nindi… nilaimu kurang bagus, ‘kan? Pilih saja universitas mana pun yang ada di Marion.” “Iya. Nanti kita berempat ada di kota yang sama. Akhir pekan jadi gampang kumpulnya,” sahut kakak tanpa mengangkat kepala. Sahabat masa kecilku pun mulai mengomel seperti biasa. “Tinggal setengah jam lagi batas pengisian pilihan ditutup. Jangan ceroboh lagi seperti biasanya.” Sedikit demi sedikit, genggamanku pada buku panduan pendaftaran itu semakin mengencang.
Ketika Nisan Tak Lagi Menyimpan Maaf - Realistis novels & stories
Lucky Cat
Pada tahun keenam setelah adik laki-laki dan tunanganku meninggal, aku juga memilih sebuah makam untuk diriku sendiri. Sebelum pergi berziarah ke makam mereka untuk terakhir kalinya, ibu tiba-tiba berkata, "Alex, tahun ini nggak usah pergi. Sebenarnya mereka nggak mati." Aku terpaku. Tepat saat itu, kulihat mereka berdua berjalan keluar dari kamar adikku. Kenzo Ganendra menyunggingkan senyum sambil menggoda orang di sampingnya. "Aku menang taruhan. Sudah kubilang, kakak nggak bakal pernah sadar." "Kelak siapa yang di atas? Hm? Mila?" Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, perempuan yang dulu bahkan akan menangis setiap kali melihatku diperlakukan sedikit tidak adil itu, kini menatapku dengan penuh jijik. "Ah, dia memang terlalu bodoh. Padahal kita tinggal di rumah sebelah, tapi dia sama sekali nggak sadar." Rupanya alasan ibu melarangku masuk ke kamar itu bukan karena khawatir aku akan bersedih jika melihatnya, melainkan karena kamar tersebut terhubung dengan rumah di sebelah. Aku memang terlalu bodoh. Bahkan sebulan sebelum kematianku, yang kupikirkan masih bagaimana caranya berziarah ke makam mereka.
Kakakku Membuangku Demi Adik Palsunya - Realistis novels & stories
Gaston
Di kehidupan sebelumnya, aku dibawa kembali ke Keluarga Shafron. Demi seorang putri angkat, kakak kandungku memfitnahku, menuduhku membuat penyakitnya kambuh. Orang tua kandungku percaya dan mengusirku dari rumah. Tak lama kemudian, aku mati karena sakit di pinggar jalan. Saat terbangun lagi, aku kembali ke hari di mana diriku dijemput oleh Keluarga Shafron. Michael menghalangi jalan orang tua, menunjukku dan berkata, “Ayah, Ibu, dia bukan adikku!” Pasangan suami istri itu menatapku dengan rasa kecewa, lalu berbalik dan pergi. Aku berdiri di tempat, tak mengeluarkan liontin giok yang bisa membuktikan identitasku, lalu diam-diam berjalan kembali ke panti asuhan. Dua puluh tahun kemudian, aku telah menjadi salah satu ahli penyakit dalam terkemuka di dalam negeri. Pria yang duduk di hadapanku menyodorkan rekam medis dengan suara gemetar, “Dokter, kumohon tolong selamatkan adikku.” Saat melihat nama di berkas itu, gerakanku pun terhenti. Pandanganku tertuju pada wajah yang tampak lesu dan kusam itu. Setelah menatapnya agak lama, barulah aku berpaling ke arah pria itu dan berkata, “Aku nggak menerima pasien ini.”
Aku Menolak Mengoperasi Pembunuh Ibuku - Realistis novels & stories
Kelby
Tahun ini, sebagai ahli bedah saraf paling terkemuka di negara ini, aku ditugaskan untuk melakukan operasi darurat di provinsi lain. Dua puluh tahun yang lalu, aku pernah datang ke ruang operasi ini. Ibuku mengalami pendarahan otak, dan dokter bedah yang memimpin operasi itu meleset setengah sentimeter saat melakukan sayatan. Ibuku meninggal, dan yang menghiburku hingga bisa melewati masa sulit itu adalah Reihan Abimana, cinta pertamaku. Baru kemudian aku tahu, dokter bedah yang memimpin operasi itu adalah ayahnya, Kepala Departemen Bedah Saraf terkenal di rumah sakit itu. Namun, yang sebenarnya melakukan operasi adalah Reihan sendiri, seorang dokter magang. Dia dan Mona sudah merencanakan semuanya sejak lama, menggunakan operasi ibuku sebagai latihan untuk membuka jalan bagi karier mereka. Setelah kejadian itu, Mona Hartanto dengan statusnya sebagai putri direktur rumah sakit, berhasil menutupi seluruh insiden tersebut. Sejak hari itu, aku memutuskan untuk tidak melanjutkan program pascasarjana secara langsung. Aku masuk lagi dari awal kuliah kedokteran dan menempuh pendidikan dari sarjana hingga pascadoktoral. Aku menghabiskan 20 tahun penuh untuk mengubah diri menjadi orang yang "tidak akan pernah membuat kesalahan lagi". Hanya berharap suatu hari nanti, tragedi yang menimpa ibuku tidak akan pernah terulang. Hari ini, asistenku memberikan informasi pasien kepadaku: tumor batang otak, stadium lanjut, risiko sangat tinggi. Wajah itu sudah jauh lebih tua, tetapi aku langsung mengenalinya. Aku mengembalikan berkas itu kepada asistenku, lalu melepas jas dokterku. "Aku nggak bisa melakukan operasi ini."
Cucu Perempuan Tertua yang Membisu - Realistis novels & stories
Rumput
Aku baru bisa berbicara saat aku berusia delapan tahun. Semua anggota Keluarga Sebastian menganggapku idiot. Bahkan, ibuku diam-diam menyeka air matanya karena mengira telah melahirkan seorang anak perempuan yang mengalami autisme. Ayahku memandangku dengan tatapan penuh rasa kecewa. Namun, demi menjaga reputasi, dia tidak mengirimku ke sekolah luar biasa. Saat itu, ada tokoh dari Wall Street datang untuk mengakuisisi Grup Sebastian milik keluarga kami. Mereka begitu arogan, bahkan memaki semua orang di ruang rapat hingga tidak ada satu pun yang berani mengangkat kepala. Semua elite di ruangan itu terdiam ketakutan, bahkan tidak ada satu pun berani membantah. Aku hanya berdiri di sudut, mendengarkan semua itu sampai merasa mengantuk. Aku akhirnya merasa kesal. Aku berjalan maju selangkah, mengucapkan kalimat pertama dalam hidupku dengan bahasa ibu pria itu.
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status