semangkukramen
Sepuluh tahun hidup dalam sangkar emas pernikahan yang busuk membuat Rana hafal betul rasanya dikhianati. Suaminya, Bayu, bebas berselingkuh di luar sana, sementara ia terjebak dalam kepasrahan semu demi melindungi Arka, anak semata wayangnya. Rana tahu ia tak boleh terus menjadi istri bodoh yang tak berdaya. Ia harus keluar, meski harus merangkak dari bawah.
Saat ia nekat kembali menapaki dunia kerja, takdir justru mempertemukannya dengan Seno—mantan remaja belasan tahun yang dulu sering merajuk malas di kantor ayahnya, tempat Rana magang sepuluh tahun lalu.
Kini, Seno bukan lagi bocah canggung yang butuh ditemani. Ia telah menjelma menjadi CEO muda yang dominan, tajam, dan memegang kendali penuh atas perusahaan tempat Rana mencari suaka. Menyadari status Rana sebagai seorang ibu berhati hancur yang dibebani rasa insecure, Seno tidak sekadar memberinya pekerjaan. Di balik dinding ruang kerja yang kedap suara dan jam-jam lembur yang panjang, Seno menuntut lebih dari sekadar kepatuhan profesional.
Ia ingin meruntuhkan seluruh pertahanan diri Rana, menghapus bayang-bayang lelaki bajingan di masa lalu, dan menarik wanita itu sepenuhnya ke dalam pelukan serta kendalinya. Di antara batas etika kantor dan gairah dewasa yang terpendam, Rana harus memilih antara tetap membentengi diri dalam sisa harga dirinya, atau menyerah sepenuhnya pada dekapan panas sang bos muda yang berbahaya.
144