Novel
Cerita Pendek

Genre

Semua
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Gairah
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Karakter

27
Semua
Mandiri
Pelakor
Psikopat
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Tampilkan lebih banyak

Alur & Latar

27
Selingkuh×
Semua
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Tampilkan lebih banyak

Tema

15
Semua
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Tampilkan lebih banyak

Cerita Pendek & Novel Selingkuh

Temukan kumpulan cerita pendek Selingkuh yang memikat yang mengeksplorasi kedalaman gairah. Sempurna untuk pembaca yang mencari cerita pendek satu jam untuk menginspirasi dan membangkitkan imajinasi mereka tentang Selingkuh.
Bosku Adalah Pacar Rahasiaku - undefined novel & cerita
Arturas
Seluruh kalangan elite Kota Suarla tahu bahwa wanita di sisi Jacob selalu berganti. Tak ada satu pun yang mampu bertahan lebih dari satu tahun. Estelle adalah wanita yang paling lama berada di sisinya. Dia bukan hanya sekretaris utama Jacob, tetapi juga kekasih rahasianya. Pada hari ke-1.000 sejak menyandang dua identitas itu, Estelle dengan patuh menunggu Jacob yang sedang kencan buta dengan seorang sosialita. Di jalan layang, sosialita itu menelepon dan mengatakan mobilnya mogok. Jacob langsung menyuruh Estelle turun dari mobil, lalu memutar balik untuk menjemput wanita itu. Alasannya, dia takut wanita itu akan merasa tidak nyaman jika melihat Estelle. Saat itu juga, Estelle tiba-tiba ingin pergi meninggalkannya.
Putra yang Tak Pernah Dipilih - undefined novel & cerita
Yunita
Setelah untuk yang kesembilan puluh sembilan kalinya aku memergoki Clarissa berselingkuh demi membalas dendam kepadaku, dia sengaja tidur dengan putra palsu yang selama ini dianggap sebagai pewaris keluarga kami. Saat memergoki mereka di atas ranjang, tak sedikit pun rasa bersalah terlihat di wajahnya. Sebaliknya, dia menatapku tanpa penyesalan sedikit pun. "Jevian, adik kamu jauh lebih memuaskan daripada kamu." Di kehidupan sebelumnya, kalimat itu menghancurkanku hingga aku mengamuk tanpa kendali. Aku menyebarkan foto-foto perselingkuhan mereka ke seluruh dunia. Clarissa tak sanggup menanggung tekanan itu dan akhirnya tetap menceraikanku. Orang tuaku pun benar-benar kehilangan harapan padaku dan mengusirku dari rumah. Aku kira diriku akan menjadi makin baik, tetapi kenyataan justru mematahkan anggapanku dan memaksaku untuk tumbuh dewasa. Delapan belas tahun tumbuh terlantar di desa membuatku tak pernah benar-benar memiliki kemampuan untuk bertahan hidup, meski akhirnya diakui kembali oleh keluarga. Ditambah pembalasan dari Keluarga Lunardi, aku hidup dalam kelaparan dari hari ke hari hingga beberapa tahun kemudian meninggal karena kanker. Sementara itu, pewaris palsu tersebut justru menikahi Clarissa dan berhasil masuk ke kalangan elite setelah pernikahan mereka. Sedangkan aku, mantan suaminya, menjadi bahan tertawaan semua orang. Ketika mataku terbuka lagi, aku telah kembali ke hari saat dia tidur dengan putra palsu itu.
Kita Berpisah Saat Semua Bunga Bermekaran  - undefined novel & cerita
Tomas
Suamiku adalah pria yang sangat dingin dalam urusan ranjang. Setiap kali berhubungan intim, dia selalu mengatur waktunya dengan sangat ketat. Hingga malam ini. Saat kami baru setengah jalan, nada notifikasi khusus dari ponselnya tiba-tiba berbunyi. Dari ujung telepon terdengar isak tangis sekretarisnya. “Pak … pipa air di rumahku pecah. Aku takut .…” Tanpa ragu sedikit pun, Toni Avisena langsung mengenakan pakaiannya dan bangkit berdiri. Aku menggigit bibir, menahan rasa malu sambil meraih lengannya. “Sudah selarut ini, kita masih belum selesai ….” “Ayu sendirian. Dia nggak punya siapa-siapa. Aku ‘kan atasannya, nggak mungkin membiarkannya begitu saja.” Dia tak menoleh ke arahku. Dengan tenang, dia melepaskan genggamanku, lalu merapikan kerah bajunya. “Tugas hari ini sudah selesai.” “Soal sisanya ... lain kali akan kuganti.” Napasku tercekat. Jadi …. Selama ini, baginya aku hanyalah sebuah tugas. Tak lama setelah dia pergi, sebuah pesan masuk ke ponselku. Pengirimnya adalah Ayu. Sebuah foto yang menunjukkan dia sedang bersandar di bahu suamiku. [Kak, maaf banget, ya. Tadi aku benar-benar ketakutan. Lain kali, aku pasti minta Pak Toni menggantinya untuk Kakak. Malam ini, Kakak pakai “alat” itu dulu, ya.] Aku membaca pesan itu sampai selesai. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Aku bangkit dengan tenang, mandi sebentar, lalu mencuci seprai. Setelah itu, aku berganti mengenakan piyama baru. Dan mulai detik itu …. Aku benar-benar memutuskan untuk melepaskannya.
Jangan Terperangkap di Rawa yang Sama - undefined novel & cerita
Lina
Pada hari ketika kedua orang tuaku datang dari jauh untuk membicarakan tentang urusan pernikahan, keluarganya Arga Pradipta justru datang terlambat. Setelah panggilan ketiga tidak dijawab, ibuku tersenyum sambil menenangkanku. "Mungkin terjebak macet. Tidak apa-apa, ayah dan ibu akan menunggu." Penantian itu pun berlangsung hingga tiga jam lamanya. Raut wajah ayah dan ibuku yang semula penuh harapan dan kebahagiaan menjadi sedih dan pilu. Ayah berulang kali merapikan setelan jasnya yang terasa serba salah, dan akhirnya tak bisa menahan diri lagi. Matanya memerah, lalu bertanya dengan suara bergetar. "Nak, apa ... benar-benar harus dia?" "Ayah tidak bermaksud memisahkan kalian, Ayah hanya khawatir, tempat ini jaraknya ribuan kilometer dari rumah." "Kalau nanti kau diperlakukan tidak baik, aku dan ibumu … tidak akan bisa segera datang untukmu." Kukuku tertancap di telapak tangan. Sambil tersenyum, aku menuntun mereka berdiri, lalu berkata pada keduanya. "Ayah, Ibu, ayo kita pulang saja. Aku sudah tidak inginkan pernikahan ini lagi!"
Setelah Putus, Sahabatku Lebih Memilih Mantan Pacarku - undefined novel & cerita
Minjae
Setelah sahabatku yang menikah, tinggal jauh jauh dari kampung halaman dan menjadi korban kekerasan rumah tangga, aku dan pacarku langsung menempuh perjalanan sejauh 1.700 kilometer untuk menjemputnya. Kerja sama kami begitu kompak. Aku yang menghajar pelakunya, sementara pacarku berjaga di depan pintu. Sahabatku sempat terpaku sejenak, lalu akhirnya ikut menyerang. Saat perjalanan pulang, kami bertiga saling memandangi luka di wajah masing-masing sebelum akhirnya tertawa bersama. Namun, di tengah tawanya, air matanya tiba-tiba mengalir. “Kalian berdua jangan sampai berantem ya. Soalnya kalau nanti kalian putus, aku harus ikut siapa?” Adriel yang sedang menyetir mendelik dan berkata, “Kami baik-baik saja, nggak akan putus, oke? Mending urus dirimu sendiri dulu.” Sejak hari itu, sahabatku resmi tinggal bersamaku. Aku mengurus semua kebutuhannya dan terus menyemangatinya agar bisa memulai hidup yang baru. Setiap kali, Adriel menjentik dahiku dengan keras. “Naura, jangan-jangan kamu sudah lupa kalau aku ini pacarmu?” Hingga tiga bulan kemudian, sepulang dari perjalanan dinas, aku mendapati sebuah gantungan manik-manik merah muda di mobil Adriel. Saat kutanya siapa yang memberikannya, dia bersikeras tidak mau mengaku. Raut wajahku langsung berubah dingin dan berkata, “Kita putus,” lalu, aku menyuruh sahabatku untuk ikut denganku. Namun, aku melihat wajahnya yang pucat pasi justru melangkah ke arah Adriel.
Pada Akhirnya, Kita Berpisah Arah - undefined novel & cerita
Jubei
Ketika pertama kali aku menemukan sebuah kalung di mobil tunanganku, ibunya sendiri yang menelepon untuk menjelaskan. “Nora, kamu salah paham soal Owen. Kalung itu milik Bibi yang tidak sengaja tertinggal di mobil” Kedua kalinya, aku menemukan 2 tiket bioskop. Sahabat dekatnya langsung menandai namaku di grup. [Kakak ipar, jangan berpikir sembarangan. Aku yang memintanya membeli tiket bioskop itu ….] Ketiga kali …. Keempat kali …. Dan setiap kali setelahnya, selalu ada seseorang yang maju membelanya. Hingga untuk yang kesembilan kalinya, aku mengambil sebuah lipstik dari celah jok mobil, lalu mengangkatnya di depan wajahnya. “Lipstik siapa ini?” Tangan Owen yang sedang menggenggam kemudi tampak bergetar sesaat. Namun, dia segera bertindak setenang biasanya dan menelepon seseorang. “Siapa yang lipstiknya tertinggal di mobilku?” Yang mengangkat telepon adalah adik kandungku dan sahabat dekatku. “Kakak Ipar? Jadi lipstiknya tertinggal di mobilmu? Pantas saja dari tadi Mia tidak menemukannya.” “Tetapi, Kakak, kamu juga keterlaluan. Kenapa selalu curiga tanpa alasan? Bukankah saat kumpul terakhir kita sudah sepakat? Jika lain kali kamu masih membuat keributan seperti ini, sekalian saja batalkan pernikahan kalian.” Sahabatku pun ikut menimpali, “Benar. Nora, masa kamu tidak tahu sebaik apa Owen memperlakukanmu? Belakangan ini kamu benar-benar keterlaluan.” Saat telepon dimatikan, Owen menatapku dengan wajah polos. “Bagaimana? Sekarang kamu sudah bisa berhenti mencurigaiku, kan? Ini sudah yang kesembilan kalinya, Nora. Jika lain kali masih membuat keributan seperti ini, kurasa pernikahan kita ....” Aku tersenyum tipis dan langsung memotong ucapannya, “Kalau begitu, tidak usah dilanjutkan. Batalkan saja pernikahannya.” Owen tidak pernah tahu ... lipstik itu bukan milik wanita simpanannya. Juga bukan milik sahabatku. Lipstik itu ... kubeli sendiri. Lalu sengaja kutinggalkan di mobilnya. Hanya untuk membuktikan ... bahwa semua orang di sekitarnya telah berbohong demi menutupi perselingkuhannya.
Aku Menyaksikan Hatinya yang Perlahan Menjadi Tandus - undefined novel & cerita
Mickey
Aku memiliki sebuah rahasia. Setiap kali bersentuhan dengan siapa pun, aku bisa melihat wajah orang yang paling mereka cintai. Sejak Nadhil pindah ke sebelah rumahku saat kami berusia tujuh tahun, di dalam hatinya hanya ada aku. Pada usia delapan belas tahun, saat dia menggenggam tanganku, orang yang ada di hatinya adalah aku. Saat berusia dua puluh dua tahun dan melamarku, yang di hatinya tetap aku. Pada malam pertama pernikahan kami, saat dia menciumku, yang ada di hatinya tetap aku. Pagi hari saat hari peringatan tiga tahun pernikahan kami, aku merapikan kerah bajunya. Saat ujung jariku menyentuh jakunnya, seperti biasa aku memejamkan mata sejenak. Namun, saat itu aku melihat dua wajah. Satu adalah wajahku, satunya lagi wajah seorang perempuan yang asing. Malam itu, layar ponsel Nadhil menyala. [Kak Nadhil, makasih ya, sudah menemaniku hari ini.] Dua puluh satu tahun, seratus ribu kali sentuhan. Untuk pertama kalinya, kemampuanku meleset.
Putri yang Dibuang, Bintang yang Bersinar - undefined novel & cerita
Momo
Pada hari ketika hasil ujian masuk perguruan tinggi diumumkan, aku refleks berteriak ke arah ruang tamu. "Ayah, Ibu, aku dapat tujuh ratus dua puluh poin!" "Aku bisa pergi ke Universitas di Sentara untuk bareng Kakak dan Ardi!" Namun yang menjawabku, tetap saja hanya keheningan. Di atas sofa, duduk empat boneka kecil. Ayah, ibu, kakak, dan, Ardi, sahabat masa kecilku. Mereka menatapku dengan mata bulat, sama seperti pada malam-malam tak terhitung sebelumnya, hanya menemaniku dalam diam. Baru saat itu aku teringat. Setahun lalu, adikku yang bernama Citra jatuh sakit. Mereka berkata, itu karena nilai akademisku yang terlalu bagus dan membuatnya tertekan hingga hampir bunuh diri. Akhirnya, aku menjadi orang yang paling harus disembunyikan dalam keluarga, dan diusir ke rumah sewa ini. Malam pertama setelah pindah, seorang pemabuk dari rumah sebelah salah menggedor pintu. Aku bersembunyi di balik selimut, merasa ketakutan hingga tak berani mengeluarkan suara saat menangis. Aku hanya bisa berulang kali menelepon ayah, ibu, kakak, dan Ardi. Di ujung telepon, yang terdengar hanyalah nada sibuk yang dingin. Menjelang fajar, ibu baru mengirim satu pesan singkat. [Jangan menelepon lagi, Citra akan sedih kalau melihat nomormu.] Sejak saat itu, aku membuat empat boneka kecil yang menyerupai mereka. Mereka menemaniku makan dan tidur. Mendengarkan setiap kemajuan yang kucapai, juga mendengarkan kesedihanku yang tak bisa kuceritakan pada siapa pun. Namun saat air mataku jatuh, aku tidak lagi memeluk boneka-boneka itu. Setelah terlalu lama berjalan sendirian dalam kegelapan, akhirnya aku memiliki keberanian untuk tidak lagi menoleh ke belakang.
Rumah yang Tak Pernah Menyambutku - undefined novel & cerita
Yubo
Setelah menyelesaikan ujian mata pelajaran terakhir, dari kejauhan aku melihat Ibu sudah berdiri mengenakan pakaian terbaiknya. Saat hendak berlari menghampirinya, kakak kembarku, Reina, sudah lebih dulu berlari dan memeluk Ibu. "Sayang, kamu capek, ya?" Ibu mengusap kepala Reina dengan lembut, sementara kakak laki-lakiku, Rafael, menyodorkan jus dingin yang sudah disiapkan dan dengan sigap mengambil tas sekolahnya. Aku hanya berdiri terpaku di tempat, memandangi ibu dan Rafael yang berjalan di sisi kanan dan kiri Reina, seolah melindunginya sambil membawanya masuk ke mobil pribadi. Tepat ketika mobil hendak melaju, Reina tiba-tiba berseru, "Eh, masih kurang satu orang." Aku kira, yang dimaksud adalah aku, jadi aku segera mempercepat langkah menghampiri mereka. Tak kusangka, dia justru melambaikan tangan ke arah belakangku. "Kak Stefan, di sini!" Setelah sahabat masa kecil kami, Stefan Janitra, naik ke mobil, barulah mereka menyadari bahwa aku masih berdiri di samping pintu mobil. "Vinna, kok kamu ada di sini? Bukannya kamu satu tingkat di bawah kakakmu?" Karena kondisi kesehatanku, aku masuk sekolah setahun lebih lambat daripada Reina. Setelah kesehatanku pulih, perhatian mereka sepenuhnya beralih kepadanya. Sampai-sampai mereka tidak tahu bahwa aku sudah melompati satu tingkat.
Demi Hartanya, Aku Rela Melihatnya Selingkuh - undefined novel & cerita
Puri
Setelah aku balikan dengan Jonatan Mundra, sahabat perempuannya itu kembali duduk di pangkuannya. "Kak, jangan cemburu dan marah lagi, ya. Sahabat sepertiku cuma duduk di pangkuan Kakak sendiri, nggak aneh-aneh." "Benar, 'kan, Kak? Lagi pula, aku juga nggak sudi pacaran sama orang jelek kayak kamu." Aku menjawab santai, "Nggak apa-apa." Sejak balikan, aku menjadi sosok pacar sempurna yang paling diimpikan Jonatan. Tak ada lagi cemburu saat dia bercanda dengan sahabat perempuannya, apalagi melacak keberadaannya dengan GPS. Bahkan saat mereka berciuman atas nama taruhan, tidur di ranjang yang sama, atau kebablasan berhubungan fisik saat mabuk, aku juga bisa menyodorkan obat pencegah kehamilan tanpa mengubah raut wajahku. "Aku ngerti, kamu nggak sengaja. Kamu cuma mabuk, aku nggak akan marah." Bukan karena aku sangat mencintai Jonatan. Melainkan karena Sistem berjanji, apa pun yang kuinginkan dari Jonatan bisa kubawa pulang ke duniaku. Tiga tahun ini, aku jelas tidak boleh sia-sia bermain-main dengannya.
Kenangan Kita Berakhir di Usia 18 - undefined novel & cerita
Jusa
Di tahun kesepuluh pernikahan mereka, Alana Kalandra dan Revan Abimana menjadi pasangan suami istri yang saling membenci dan terkenal di seluruh Kota Jasfir. Tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka, Revan menyatakan cintanya pada wanita lain di langit seluruh kota. Sebagai balasan, Alana langsung mengutus orang untuk membakar kediaman pribadi tempat Revan menyembunyikan wanita simpanannya. Hanya dalam dua tahun, perseteruan mereka sudah membuat satu sama lain harus dirawat di rumah sakit sebanyak 99 kali. Semua orang mengira mereka akan terus saling terjerat seperti ini selamanya. Sampai akhirnya, Revan yang berusia 18 tahun melintasi waktu. Pemuda itu sama sekali tidak terlihat elegan dan dingin seperti dirinya yang sekarang. Revan hanya mengenakan kaus tua yang sudah pudar warnanya. Akan tetapi, sorot matanya memancarkan cinta yang begitu mendalam. Seakan-akan, dia rela mengorbankan segalanya demi Alana. Begitu polos, sekaligus begitu penuh gairah. Saat melihat Alana yang kini penuh luka, kuyu dan kurus kering, hal pertama yang dilakukan Revan adalah menerobos masuk Gedung Grup Abimana, menindih dirinya yang sekarang ke lantai, lalu menghajarnya habis-habisan. Tiap kata yang diucapkannya terdengar begitu kejam, tetapi air matanya yang hangat justru menetes ke lantai. "Revan, dia itu orang yang paling kucintai sepenuh hati. Berani-beraninya kamu yang sekarang memperlakukan dia seperti ini?" Sejak saat itu, di sisi Alana, hadir seseorang yang selalu melindunginya.
Di Bawah Lampu Pohon Mahoni, Menatap Bima Sakti - undefined novel & cerita
Silas
Memasuki tahun kelima pernikahan, Raline Kaelan ingin bercerai. Saat menuju kantor, dia kebetulan melihat sang sekretaris hendak mengantar berkas untuk Derren Isaac. Dengan dalih searah, dia mengambil alih tumpukan berkas tersebut, lalu diam-diam menyelipkan surat perjanjian cerai di antaranya.
Sepuluh Koin Tembaga, Seumur Hidup Penyesalan - undefined novel & cerita
Moona
Seluruh ibu kota tahu bahwa akhir-akhir ini ada aturan baru di Kediaman Adipati Wira. Setiap hari, seluruh penghuni kediaman hanya boleh menghabiskan sepuluh koin tembaga. Aturan itu muncul sejak seorang gadis pemetik bunga teratai yang membenci orang kaya, Nadia Santoso, datang ke kediaman adipati. Alya Wijaya, selaku nyonya adipati, hanya mengeluarkan uang satu koin tembaga lebih banyak. Karena itu, dia diseret dan dijatuhi hukuman dua puluh cambukan. Plak! Cambuk itu menghantam punggung Alya dengan keras. Suara kulit yang robek dan daging yang terkoyak terdengar begitu memekakkan telinga di halaman kediaman yang sunyi. "Nyonya!" Pelayan pribadinya, Rina, menangis sambil menerjang ke depan. "Hentikan! Hentikan! Tubuh nyonya lemah, nyonya tidak akan sanggup menanggung hukuman seperti ini!" Alya berlutut di tanah. Wajahnya sepucat kertas, seulas darah mengalir dari sudut bibirnya. Tubuhnya kurus hingga nyaris tinggal tulang. Gaun putih polos yang dikenakannya telah dipenuhi noda darah. Jemarinya mencengkeram tanah erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih. "Aturan kediaman adipati tidak boleh dilanggar oleh siapa pun." Nadia berdiri di bawah serambi dengan pakaian polos. Sorot matanya dingin dan tenang. "Lebih satu koin tembaga, hukumannya dua puluh cambukan. Aturan ini telah diizinkan sendiri oleh adipati." Alya menggigit bibir tanpa memohon belas kasihan. Dia tahu, memohon pun tidak ada gunanya. Sejak Nadia memasuki kediaman, Adrian Pratama seolah telah berubah menjadi orang lain.
Bunga Paulownia Berguguran, Musim Semi Enggan Berlalu - undefined novel & cerita
Ceri
Lima tahun menikah, Ratna Giandra selalu mengira suaminya, Arman Kusuma, hanyalah seorang operator telepon biasa. Karena suaminya selalu sibuk bekerja, dia pun mengurus seluruh urusan rumah tangga seorang diri. Saat gaji Arman pas-pasan, dia berhemat seolah setiap koin begitu berharga. Hingga suatu hari, saat mengalami persalinan sulit dan dirawat di rumah sakit, dia memergoki Arman sedang menemani Linda Wibowo, istri mendiang rekan seperjuangannya. Saat itulah kebenaran terungkap. Ternyata, Arman sama sekali bukan operator telepon, melainkan seorang kapten berkedudukan tinggi dan berkuasa! Demi memberikan seluruh fasilitas dan hak istimewa sebagai istri seorang kapten kepada Linda, teman masa kecilnya, Arman tega menyembunyikan identitas aslinya dari Ratna selama lima tahun! Lebih gila lagi, ketika bayi Linda meninggal, demi mencegah wanita itu terlalu bersedih, dia bahkan menyuruh Ratna menyerahkan bayinya sendiri kepada Linda! Hati Ratna telah mati sepenuhnya. Setelah kondisinya pulih, dia pergi seorang diri ke balai kebudayaan untuk mengikuti audisi rombongan kesenian dari luar kota. Berbekal surat tugas dan surat pengantar dari rombongan kesenian tersebut, dia mengajukan permohonan cerai paksa ke Kantor Catatan Sipil. Dia ingin mengakhiri pernikahan yang sarat akan kebohongan ini. Pergi meninggalkan Arman. Untuk selamanya.
Rumah Baru Untukku - undefined novel & cerita
Ges
Di Kota Batama, setiap kali ada keluarga yang melahirkan anak perempuan, mereka akan menanam sebatang pohon kamper pada tahun tersebut. Saat putrinya menikah nanti, pohon itu akan ditebang dan dijadikan dua peti besar untuk menampung mas kawin, sebagai simbol doa agar pernikahan mereka langgeng. Setengah bulan sebelum hari pernikahanku dan adik perempuanku, kakak laki-laki kami pulang membawa dua peti yang sudah selesai dibuat. Dia bersusah payah membawanya masuk dan mata adik langsung berbinar gembira. Ibu mengelus rambutnya dengan penuh kasih sayang. “Anak kesayangan Ibu sudah mau menikah saja. Padahal rasanya baru kemarin kamu masih anak kecil yang belum dewasa.” Ayah juga mengerutkan kening, nada bicaranya terdengar tegas. “Kalau dia berani bertindak semena-mena dengan Elis, bakal kuhabisi dia!” Tidak ada satu orang pun yang merasa aneh dengan peti itu. Mataku pun menatap ke belakang Kakak. Kosong, tidak ada apa-apa di sana. Aku pun bertanya, “Kak, di mana punyaku?” Kakak terkejut, seolah-oah baru teringat kalau pernikahanku juga diadakan di hari yang sama. “Saat selesai buat satu untuk Elis, ternyata kayunya kurang. Mau bagaimana lagi, jadi pohon milikmu juga ikut kupakai.” Ibu tampak agak kesal. “Sudahlah, sudah terlanjur terpakai, mau bagaimana lagi? Nanti kamu tinggal beli saja dua tas, nggak perlu pasang muka cemberut begitu, mau dikasih lihat ke siapa?” Aku menatap punggung mereka yang sedang mengerumuni adik, lalu teringat pesan yang pernah disampaikan Ayah dan Ibu pada Kakak sebelumnya. “Peti mas kawin anak perempuan itu harus dibuat dengan sungguh-sungguh, soalnya ini menyangkut kebahagiaan seumur hidupnya.” Ternyata, anak perempuan yang mereka maksud tidak termasuk aku. Jika begitu, aku juga tak membutuhkan mereka lagi.
Musim Semi Seindah Itu Tidak Akan Pernah Terulang Lagi - undefined novel & cerita
Wel
Di Lembah Arunika, setiap gadis yang telah genap berusia delapan belas tahun harus membuat sendiri sebuah Lentera Bunga. Siapa pun yang mengambil lentera itu, dialah yang akan menjadi suaminya. Eila Pradana dan Pendeta Agung Raka adalah teman masa kecil. Seharusnya, Raka Wijaya-lah yang mengambil Lentera Bunga milik Eila. Hari itu, Eila menunggu seharian penuh. Pada akhirnya, lenteranya justru diambil oleh Jenderal Muda Penakluk Barat, Arga Pradipta. Kemudian, Arga berkata bahwa dia sama sekali tidak tahu Eila sedang menunggu seseorang. "Aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama." Posturnya tegap dan gagah, tetapi suaranya terdengar lembut. "Ini semua salahku. Tapi, karena aku telah mengambil lenteramu, aku akan memperlakukanmu dengan baik, Nona Eila." Semua orang di barat daya bilang, Eila bisa menikah dengan Arga itu benar-benar rezeki yang nggak terduga.
Salju Pertama Setelah Tujuh Tahun Bersama - undefined novel & cerita
Xaviera
Julia Martha hidup asal-asalan dan semaunya sendiri sejak kecil. Sebagai putri tunggal tiga generasi Keluarga Martha, yang hampir kehilangan nyawa karena lahir prematur. Orang tuanya yang baru memiliki anak di usia paruh baya, sangat memanjakannya bak permata. Latar belakang ini membuatnya terbiasa dengan aturan bahwa dunia harus berputar di sekelilingnya. Oleh karena itu, di usianya yang kesembilan belas tahun, saat menyelamatkan Calvin Parsa yang jatuh ke air, dia jatuh cinta pada pandangan pertama, dan menggunakan segala cara untuk memaksa pria itu menikah dengannya. Setelah menikah, Julia baru tahu bahwa pria itu memiliki cinta pertama yang tidak bisa dilupakan. Jadi, tentu saja, dia mulai menargetkan Naomi Filla. Pertama, dia merusak karya Naomi di pameran lukisan. Kemudian, dia menyuap media untuk membuat berita utama hiburan tentang kepulangan Naomi setelah bercerai sebagai janda kaya yang terbuang. Hingga kali ini, dia secara diam-diam melaporkan masalah perpajakan galeri milik Naomi. Selama empat puluh delapan jam penuh, Calvin mengupayakan segala cara, tetapi tetap tidak bisa mengeluarkan wanita itu dengan jaminan. Tidak sanggup menahannya lagi, Calvin akhirnya menemui Julia. "Sudah cukup kegilaanmu ini?" ucapnya kata demi kata. "Apa kesalahan Naomi? Kalau ada masalah, lampiaskan saja padaku!"
Bayang Asmara yang Pudar - undefined novel & cerita
Fes
Yulia duduk di sudut bar, menatap para pria dan wanita di bawah remang lampu, merasa dirinya benar-benar sudah gila. Hanya karena mendengar ucapan, "Alasan sebenarnya pernikahan Hendra sama Yulia ditunda itu gara-gara mantan Hendra diculik orang. Dia bahkan rela batal nikah demi menyelamatkan cewek itu." Dia benar-benar terbang ke Kota Tirta demi mencari tahu kebenarannya. Namun, pemuda terpandang seperti Hendra, yang wajahnya sering terpampang di sampul majalah bisnis dan dikenal sebagai pengusaha santun di malam amal, mana mungkin benar-benar muncul di tempat seperti ini. Dia bersiap pergi, tapi saat gelasnya baru saja ditaruh .... Duar! Suara tembakan mendadak menggema.
Saat Perjanjian Berakhir, Dia Memilih Melepaskan - undefined novel & cerita
Costa
Selena memergoki suaminya, Julian Kalandra, sedang berkencan dengan selingkuhan kesembilan puluh sembilannya, Gisely Kirana. Tak lama kemudian, dia kembali ‘secara tidak sengaja’ didorong hingga terjatuh dari tangga. Bayi yang telah dikandungnya selama delapan bulan pun meninggal seketika. ‘Kecelakaan’ seperti ini telah terjadi tepatnya lima kali. Namun, Selena Valencia tidak membuat keributan sedikit pun. Dia menjalani perawatan di rumah sakit seorang diri. Sepanjang proses itu, tak sekali pun dia melontarkan tuduhan atau menyalahkan siapa pun. Semua itu hanya karena delapan tahun lalu, Nyonya Besar Keluarga Kalandra pernah memaksanya menandatangani sebuah perjanjian yang memalukan. Melahirkan anak dalam waktu satu tahun, akan mendapatkan hadiah dua ratus miliar rupiah. Melahirkan anak dalam waktu tiga tahun, akan mendapatkan hadiah seratus miliar rupiah. Jika dalam delapan tahun masih belum memiliki keturunan, maka tidak lagi berhak mencampuri perselingkuhan maupun kehidupan bermain perempuan suaminya di luar sana. Tepat pada tahun ini, memasuki tahun kedelapan.
Countdown Cinta - undefined novel & cerita
Muriaz
Aku bisa melihat hitungan mundur sebelum perasaan seseorang berakhir. Saat hitung mundur di atas kepala Ayah mencapai nol, dia meninggalkan surat cerai lalu mencampakkan Ibu dan aku. Saat hitung mundur di atas kepala sahabatku mencapai nol, akhirnya dia memberanikan diri meninggalkan mantan berengseknya itu. Karena itulah, aku sangat takut jika harus melihat hitung mundur di atas kepala Leonard Chandrata, suamiku. Syukurlah, selama tujuh tahun pernikahan kami, tak pernah ada hitung mundur di atas kepalanya. Berkali-kali aku merasa jadi perempuan paling beruntung karena menikah dengan pria sebaik dia. Sampai sebulan yang lalu, ketika dia menjemputku pulang kerja. Begitu aku mendongak, tulisan merah menyala itu langsung menusuk pandanganku. [702 hari 14 jam 22 menit.] Kurang dari dua tahun lagi. Dadaku serasa diremas. Aku mati-matian mencari jawabannya. Apa aku telah melakukan kesalahan? Atau dia ... sudah berubah hati? Jawabannya baru kutemukan pada suatu hari saat hujan deras mengguyur kota. Di depan gedung kantor, kami bertemu mahasiswi magang di perusahaannya. Gadis itu basah kuyup, tetapi senyumnya tetap cerah. Leonard mengulurkan selembar tisu dengan ekspresi setenang biasanya. Namun pada detik itulah, hitung mundur di atas kepalanya berubah drastis. [327 hari 4 jam 47 menit.] Berkurang lebih dari tiga ratus hari. Suara hujan begitu deras hingga memekakkan telinga. Dan saat itulah aku sadar, akhirnya aku menemukan penyebabnya.
Sebelumnya
12345
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status