Novels
Short Stories

Genres

All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

26
All
Mandiri
Pelakor
Munafik
Psikopat
Wanita Kuat
Mafia
Cinta Pertama
Kejam
Istri Muda
Teman Masa Kecil
Cinta Sejati
Dokter
Bestie
Pengasuh
Pengganti
Bucin
Menantu
Guru
Identitas Tersembunyi
Sekretaris
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Show more

Plot & Setting

27
Selingkuh×
All
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Show more

Themes

15
Drama×
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Show more

Drama Selingkuh Short Stories & Novels

Discover a collection of engaging Drama Selingkuh short stories with compelling plots and immersive storytelling. Perfect for readers seeking one-hour short stories and quick, immersive reads online.
Bukan Tak Direstui, Tetapi Memang Tak Berniat Menikah - undefined novels & stories
Bekzy
Pada tahun keempat pertunangannya dengan Matthew, Yessy tetap belum bisa menikah dengannya. Hal itu karena Keluarga Handoko telah menjadi tentara selama tiga generasi, sehingga pernikahan harus mendapat persetujuan dari panglima. Namun setiap tahun, permohonan pernikahan mereka selalu tidak disetujui. Hingga pada tahun keempat, Yessy melihat dengan mata kepalanya sendiri, Matthew mengubah hasil permohonan pernikahan. Dia baru tahu, ternyata Matthew tidak pernah berniat menikahinya.
Cintaku Habis di Resepsi ke-13 - undefined novels & stories
Anonima
Tujuh tahun menikah, kekasihku yang merupakan seorang CEO, sudah melarikan diri dari pernikahan kami sebanyak 13 kali. Yang pertama, sewaktu asistennya mengalami luka lecet di kaki. Aku menunggu sendirian di lokasi pernikahan sepanjang malam. Yang kedua kalinya, saat mendengar asistennya sakit, dia meninggalkan cincin kawinnya dan pergi dengan terburu-buru. Setelah itu, setiap kali hari pernikahan kami tiba, asistennya akan selalu mengalami berbagai macam kecelakaan. Setelah dia meninggalkan pernikahan untuk yang ke-13 kalinya, aku memutuskan untuk meninggalkannya. Namun, saat aku menjatuhkan diri ke pelukan pria lain, dia malah ingin merebutku kembali seperti orang gila.
Semangkuk Bubur Menyadarkan Betapa Tidak Layaknya Suamiku - undefined novels & stories
Cahaya
Setelah berhasil menegosiasikan proyek senilai 200 miliar untuk perusahaan, aku bersiap menerima bonus 600 juta untuk mengganti mobil baru. Namun, suamiku yang seorang presdir, Xavian, malah datang membawa semangkuk bubur hangat dan slip gaji dengan angka nol di depanku. "Maaf ya, Sayang. Kerugian perusahaan benar-benar terlalu besar. Anggap saja bubur yang kubuat ini hadiah karena kamu berhasil dapatin proyek itu. Kalau kondisi keuangan perusahaan membaik, aku pasti beliin kamu mobil baru." Tak lama kemudian, aku melihat unggahan di media sosial adik kelasnya, Astrid. Suamiku yang biasanya sangat pelit ternyata bukan hanya memberikan bonus khusus 600 juta kepadanya, tetapi juga menghadiahinya sebuah BMW baru senilai 400 juta. [ Performa kerja jelek juga nggak apa-apa. Kakak kelasku pasti tetap manjain aku habis-habisan. ] Jadi ternyata, tidak punya uang hanyalah kebohongan suamiku karena dia tidak rela mengeluarkan uang untukku. Aku tidak marah ataupun membuat keributan. Aku hanya diam-diam memberi like dan komentar pada unggahan itu. [ Semoga langgeng. ] Tak lama kemudian, telepon dari Xavian masuk. Nadanya panik saat menjelaskan, "Jangan salah paham. Ibunya Astrid kena kanker, jadi aku kasih bonus khusus itu demi hubungan lama kami." "Mobil itu juga kubelikan supaya dia lebih mudah bolak-balik rumah sakit dan mengurangi waktu perjalanan, jadi dia bisa bekerja lebih baik. Semua ini kulakukan demi kepentingan perusahaan." "Gara-gara komentar sembaranganmu, semua orang jadi salah paham dan ngira Astrid pelakor. Cepat hapus komentarnya dan jelaskan semuanya. Soal bulan madu yang selama ini kamu minta, aku bakal bawa kamu pergi kok." Aku merobek slip gaji bertuliskan angka nol besar itu sampai hancur berkeping-keping. "Nggak jadi pergi. Lebih baik langsung urus perceraian di pengadilan negeri."
Kepatuhanku Dianggap Sepele - undefined novels & stories
Josep
Seminggu sebelum pernikahan, tunanganku, Yudha Gunardi tiba-tiba membatalkan nikah tamasya keliling dunia yang telah kupersiapkan selama dua tahun. Kupikir dia hanya salah pencet, jadi aku langsung membuka tablet untuk menghubungi konsultan pernikahan kami. Saat membuka Whatsapp yang terhubung dengan akunnya, kulihat pesan dari teman-temannya terus muncul satu per satu di layar. [Cuma karena keinginan Monika, kamu tega batalin pernikahan tamasya yang udah direncanain bersama calon istrimu? Sekarang bahkan seluruh urusan pernikahan kamu serahin ke dia?] [Acara itu 'kan impian terbesar tunanganmu! Semua orang tahu, bahkan saat penyakit jantungnya kambuh pun dia tetap maksain diri nyusun rencana perjalanan itu. Apa kamu nggak takut dia batalin pernikahannya begitu tahu semuanya?] Dengan tangan gemetar, aku membuka kotak percakapan itu. Tunanganku membalas dengan tak acuh: [Bahkan hidupnya aja udah dia kasih sama aku, masa dia masih ributin soal bentuk pernikahan? Monika cuma ingin sekali aja merancang sebuah pernikahan. Itu impiannya.] [Tenang aja. Dia lebih peduli pada pernikahan ini daripada siapa pun. Demi aku, dia bahkan udah kasih setengah jantungnya. Dia cinta padaku setengah mati. Kalaupun tahu, dia nggak mungkin ninggalin aku. Paling hanya ngamuk dua hari, lalu akan kubujuk dan semuanya selesai.] Aku menarik napas dalam-dalam, menekan gejolak di dadaku, lalu berbalik menatap pria lain dan berkata, "Mau nikah denganku? Semuanya udah siap. Yang kurang hanya pengantinnya."
Tunas Baru yang Bertumbuh, Perpisahan Selamanya - undefined novels & stories
Juwita
Penerbangan ke-520 mendarat. Pacarku yang tak pernah sekali pun menjemputku, kini menungguku di bandara. Dia membawa setangkai mawar biru yang diterbangkan langsung, cincin berlian berkilau memikat di dalam kotak beludru. Saat dia berlutut, suara decak kaget dan tarikan napas tak percaya dari orang-orang di sekitar langsung memenuhi telingaku. Setelah sepuluh tahun bersama, ini pertama kalinya dia mengungkapkan keinginannya untuk melangkah ke jenjang pernikahan bersamaku. Aku berusaha tampak tenang. Setelah cincin itu terpasang di jariku, suaraku terdengar agak bergetar. "Devan, kita ...." Akan tetapi, dia justru tertawa. Dia menoleh ke samping dengan alis terangkat sebelah. "Kan udah kubilang, dia pasti mau. Aku menang taruhan, mana lukisannya." Aku terpaku. Tawa jahil dan penuh ejekan meledak dari belakangku. Sekelompok pemuda dan pemudi dari keluarga konglomerat berjalan mendekat. Yang memimpin mereka tak lain adalah Farah Prameswara. Dia mantan pasangan perjodohan bisnis Devan Pratama. Dia tertawa sampai air matanya keluar. "Pantesan dia bisa betah nempel di sampingmu terus. Kalau aku punya anjing penurut kayak dia, aku juga pasti nggak tega nendang dia pergi."
99 Kali Operasiku Ditunda, Kini Aku Mengamuk - undefined novels & stories
Sanfa
Aku mengidap glioma otak, hidupku sudah berada di ujung tanduk. Namun untungnya, suamiku, Rey Sagara, adalah seorang dokter spesialis bedah saraf yang jenius. Di seluruh negeri, hanya dia satu-satunya dokter yang berani mengambil tindakan untuk operasi ini. Sialnya, pria itu justru tega menunda operasiku hingga 99 kali. Setiap kali prosesnya akan dimulai, semuanya harus terhenti hanya karena Adira Kamandaka mengeluh sakit kepala. Kecepatan pertumbuhan tumor di kepalaku ini jauh di luar perkiraan. Pada penundaan yang ke-99 kalinya, rasa sakit akibat penyakit ini begitu menusuk hingga ke tulang. Aku sampai berlutut di hadapan pria itu sambil memohon, “Rey, jangan ditunda lagi, aku benar-benar nggak sanggup lagi...” Namun, Rey bahkan tidak melirikku sama sekali. Dia berbalik dan langsung melangkah pergi. “Jaga sikapmu, Lana. Aku ini dokter, aku harus bertanggung jawab pada setiap pasien.” Rasa sakit itu seketika menenggelamkanku. Aku memeluk kepalaku yang rasanya seperti mau pecah sambil menangis histeris. Sementara itu, perawat yang memegang laporan pemeriksaanku hanya bisa menggelengkan kepala sambil menghela napas berat. “Ini nggak bisa ditunda lagi. Kalau minggu ini belum juga dilakukan tindakan operasi, pasien hanya tinggal menunggu ajal.”
Saat Aku Berhenti Mencintaimu - undefined novels & stories
Yasmin
Pada hari pernikahanku, tepat ketika pembawa acara mengumumkan sesi pertukaran cincin, Harvey Sentosa yang berdiri di hadapanku tiba-tiba angkat bicara. "Sejujurnya, aku pernah 'berhubungan' sama sahabat baikmu." Aku terpaku di tempat. Melihat ekspresiku yang penuh rasa tidak percaya, dia bahkan tidak berkedip sedikit pun. Sikapnya begitu tenang, seolah hanya sedang membicarakan sesuatu yang biasa. "Waktu kamu pergi nyobain gaun pengantin, kami bermesraan di ruang ganti sebelahmu." "Dia sempat beberapa kali mengeluarkan suara. Kamu malah mengira dia sedang sakit dan terus khawatir dengan keadaannya." "Sesudahnya, waktu dia berdiri di sebelahmu, kakinya bahkan masih gemetar." Dalam sekejap, seluruh darah di tubuhku terasa membeku. Aku menoleh dengan kaku ke arah bawah panggung dan menatap sahabatku, Shenia Tandri, yang sedang tersenyum cerah. Dia mengangkat buket bunga di tangannya sambil berteriak memanggil namaku. Satu jam yang lalu, dia masih meneteskan air mata haru sambil membantuku merapikan ujung gaun pengantin, berulang kali mengatakan bahwa aku harus hidup bahagia. "Bahkan tadi, waktu kamu sedang dirias, dia masih duduk di pangkuanku." "Karena terlalu tegang, punggungku sampai tercakar sama dia." Sambil berkata demikian, Harvey menatap cincin pernikahan yang masih berada di tangannya dengan ekspresi santai. "Celine, aku sudah kasih tahu kamu semuanya." "Mau tetap menikah atau nggak, itu terserah kamu."
Mawar Layu di Musim Dingin Kedua - undefined novels & stories
Yusfa
Selama 8 tahun, aku selalu menemani Farrel Grattino menapaki kariernya di dunia penerbangan dari seorang kopilot hingga menjadi kapten. Di tahun tersibuknya, aku bahkan rela mengundurkan diri dari pekerjaan untuk memasak sesuai jadwal penerbangannya. Pernah suatu kali aku bertanya, "Suatu hari nanti apakah kau bisa mengajakku melihat langit di ketinggian sepuluh ribu meter yang selalu kau lihat? Sekali saja." Dia bahkan tidak menghentikan sumpitnya. "Itu tempat kerja, bukan taman hiburan." Aku menjawab, "Baik." Sejak saat itu, aku tidak pernah mengungkitnya lagi. Hingga suatu malam ketika sulit tidur, aku tanpa sengaja menemukan album foto yang dikunci dengan kata sandi di ponselnya. Di dalamnya ada lebih dari empat puluh foto, semuanya diambil dari sudut pandang kokpit. Hamparan lautan awan, matahari terbenam, pelangi ganda setelah hujan, hingga galaksi di langit pada ketinggian sepuluh ribu meter. Setiap foto pernah dia kirim kepada orang yang sama, dengan nama kontak berupa emoji beruang kecil. Foto terbaru diambil tiga hari yang lalu. Senja menyelimuti langit, sementara setengah bulatan matahari menggantung di ujung sayap pesawat. Dia menuliskan sebuah kalimat: [Pemandangan hari ini juga sangat indah. Nanti kalau kau datang, duduklah di kursi observasi sebelah kanan. Itu sudut pandang yang terbaik.] Orang itu membalas dengan emoji pelukan dan empat kata: [Tunggu saat aku cuti.] Aku mengembalikan ponselnya ke tempat semula tanpa mengubah kata sandi ataupun menghapus album fotonya. Fajar menyingsing, aku menyeduh kopi seperti biasa, lalu meminumnya dengan tenang. Setelah itu, aku membuka laptop, menulis surat pengunduran diri, dan memesan tiket pesawat menuju Baili. 8 tahun sudah berlalu. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti mengejar rute penerbangannya dan menunggu waktu makan bersamanya. Aku berhenti menjaga rumah yang kosong sambil menebak-nebak terbang ke mana dia saat ini. Jika langit di ketinggian sepuluh ribu meternya memang tidak memiliki tempat untukku, maka aku akan berpijak di bumi, menumbuhkan kehidupan dan menikmati senjaku sendiri.
Cinta yang Terkubur - undefined novels & stories
Xaviera
"Permisi, kami sudah mau tutup. Anda sudah menunggu seharian, apa calon suami Anda belum datang juga?" Jarum jam menunjukkan pukul lima sore. Suasana di dalam KUA sudah sangat sepi. Seorang petugas melirik jam tangannya, lalu mengingatkan satu-satunya wanita yang masih bertahan di sana dengan sopan. Rekan kerja di sebelahnya ikut mencuri pandang, lalu bergegas menarik petugas itu ke samping sembari berbisik, "Sudahlah, biarkan saja, ayo kita kunci pintunya. Selama tiga bulan ini, aku melihatnya datang ke sini setidaknya lima puluh kali. Setiap kali datang, calon suaminya selalu nggak datang. Sekarang, dia sudah resmi jadi calon pengantin paling malang nomor satu dalam daftar kita." Beberapa saat kemudian, pintu besar KUA berdentum menutup. Frida Maharani menundukkan matanya yang mulai mati rasa. Dia merobek nomor antrean pendaftaran pernikahan yang telah digenggamnya erat seharian itu hingga hancur berkeping-keping.
Biarlah Kenangan Masa Lalu Menjadi Buah Waktu - undefined novels & stories
Edel
Bercinta dengan kakaknya sahabat untuk ke-999 kalinya, Isabel Minarto duduk di pangkuan Haikal Lamono, bergumul selama hampir satu jam. Butiran peluh muncul di dahi pria itu, tetapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. "Bagaimana kalau ... aku membantumu?" usul Isabel lembut, pipinya memerah. Dia kasihan pada Haikal. Namun, Haikal dengan lembut mengacak rambutnya. "Nggak apa-apa, aku bisa lakukan sendiri. Kamu mandi dulu." Air panas mengalir deras, dan dalam kabut uap, Isabel tiba-tiba teringat bahwa dia lupa membawa piama. Tepat di saat dia membuka pintu kamar mandi, dia mendengar napas pelan dan berat dari ruang tamu. "Silvana ...."
Suami Absen di Pesta Anakku, Aku Ganti Ayahnya - undefined novels & stories
Blue
Sehari sebelum perayaan satu bulan kelahiran anak kami, suamiku, Tristan Athalla, mengirimkan pesan. [Kita ketemu di tempat biasa, ada kejutan.] Restoran Barat itu sudah menjadi saksi lamaran kami, saat kami resmi menikah dan tiap perayaan ulang tahun pernikahan kami. Aku mengira ini kejutan romantis kecil yang lagi-lagi disiapkan Tristan untukku. Namun, saat membuka pintu, aku malah melihat Tristan sedang bermesraan dengan seorang wanita. Lalu, di sebelahnya duduk seorang anak kecil yang sangat mirip dengannya. Saat melihatku, Tristan tidak menjadi panik dan tidak berusaha menghindar, dia malah terlihat acuh tak acuh. "Anak sudah lahir. Jadi, aku juga nggak berniat menyembunyikannya lagi darimu." "Kenalkan, ini Sabrina Navira, cinta pertamaku. Anak kami sudah berusia empat tahun." Melihatku tidak mengatakan apa-apa, Tristan pun melanjutkan kata-katanya. "Jangan khawatir, satu-satunya istriku tetaplah kamu. Nantinya, apa pun yang menjadi hakmu dan anakmu, nggak akan kurang sedikit pun." "Pesta perayaan satu bulan kelahiran anak kita, besok tetap dilaksanakan seperti semula. Hanya saja …. Dio harus masuk kartu keluarga kita." "Kita sudah menikah selama enam tahun. Karier aktingmu bisa sukses berkat diriku. Turuti saja yang kukatakan, ini demi kebaikan kita bersama." Aku yang biasanya selalu menuntut penjelasan sampai ke akar-akarnya, kali ini tidak mengatakan sepatah kata pun. Aku langsung berbalik dan pergi. Keesokan harinya, Tristan menyambut para tamu di pintu hotel, seakan tidak terjadi apa-apa. Aku berjalan menghampiri Tristan di tengah kilatan lampu kamera, sambil menggandeng tangan sahabat baiknya. "Kenalkan, ini ayah baru anakku."
Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku - undefined novels & stories
Hanu
Pada tahun ketiga pernikahan Kirana Ananta dan Jayden Sagara, pria itu gugur dalam tugas. Kakak kembarnya, Kayden Sagara, pulang membawa sebuah lencana berlumuran darah dan berkata pada Kirana dengan suara serak, "Kirana, Jayden ... dia nggak bakal kembali lagi." Saat itu juga, Kirana jatuh pingsan. Setelah siuman, Kirana seperti orang kehilangan akal dan bersikeras ingin mencarinya, tetapi ibu mertuanya memeluknya erat-erat dan menahannya. Setelah itu, Kirana pernah menelan pil tidur, menyayat pergelangan tangannya, bahkan melompat ke sungai. Tiga kali dia mencoba mengakhiri hidupnya, tiga kali pula dia berhasil diselamatkan. Semua orang berkata, "Komandan Jayden dan Kirana benar-benar saling mencintai ...." Ya, benar. Sangat mencintai. Begitu dalamnya cinta itu hingga tiga bulan setelah Jayden mati, barulah Kirana tahu .... Yang mati sama sekali bukan dia.
Musim Semi yang Telat Itu Bukan Untukmu - undefined novels & stories
Jesi
Selama lima tahun menjalani pernikahan, Justin Giovano menghabiskan separuh waktunya menginap di apartemen di seberang sungai. Katanya, kakak laki-lakinya meninggal muda, meninggalkan Sarah Lunandi seorang diri tanpa tempat bergantung. Sebagai adik, sudah menjadi tanggung jawabnya untuk menjaga kedua keluarga. Saat itu, dengan bodohnya aku benar-benar mempercayai semua ucapannya. Demi memenuhi rasa tanggung jawabnya, aku rela menerima ketidakhadirannya di setiap hari raya, rela membagi makan malam Tahun Baru menjadi dua, bahkan rela menjadi bahan cibiran orang-orang yang diam-diam menyebutku perempuan yang berbagi suami. Namun, setiap kali berbicara denganku, nada bicaranya selalu terdengar dingin dan penuh jarak. Hingga pada hari itu, sebuah kecelakaan beruntun membuat mobil kami ringsek. Sambil melindungi kandunganku, aku mati-matian menggedor jendela mobil. "Justin, tolong selamatkan anak kita ...." Dia merangkak keluar dari kursi pengemudi. Tatapannya sempat menyapu bagian bawah tubuhku yang berlumuran darah, tetapi sesaat kemudian dia berbalik dan mendobrak pintu kursi belakang. Justin memeluk Sarah erat-erat di dadanya, padahal dia hanya mengalami luka lecet di dahi, "Jangan lihat. Nggak apa-apa. Aku di sini." Dia terus mengulang kalimat itu untuk menenangkan Sarah. Sementara itu, pintu mobil di sisiku sudah ringsek parah hingga benar-benar macet dan tak bisa dibuka. Baru saat itulah aku sadar. Selama ini Justin bukan sedang menunaikan amanat atau membalas budi kepada mendiang kakaknya. Dia hanya tidak sanggup melihat Sarah menderita sedikit pun.
Pernikahan yang Tampak Indah, Tak Lebih Dari Sebuah Penjara - undefined novels & stories
Antonia
Tiga tahun setelah bercerai, Avena dipaksa Cassian kembali ke dalam penjara pernikahan melalui sebuah kebakaran besar. Pria yang menggenggam pemantik api itu berkata dengan nada dingin, "Avena, gedung tua tempat tinggalmu ini dihuni 17 keluarga. Mulai dari nenek tua yang lumpuh di tempat tidur sampai bayi yang baru genap sebulan." "Kalau hari ini kamu nggak menandatangani perjanjian rujuk, detik berikutnya aku akan menyalakan drum bensin yang ditumpuk di lantai bawah. Semua nyawa yang melayang nanti, mau nggak kamu tanggung sendiri?" Demi tidak menyeret para penghuni yang tak bersalah, Avena menggenggam pena dengan erat dan menandatangani namanya di atas perjanjian rujuk itu. Setelah rujuk, Cassian memberikan semua bentuk kasih sayang yang terpikir olehnya kepada Avena. Dia mengalihkan kepemilikan tiga lantai kawasan bisnis paling strategis di Kota Helsins atas nama Avena, memborong seluruh lini produksi parfum di Prancis agar hanya melayani Avena seorang. Bahkan, perjalanan melihat aurora di Antartika yang pernah Avena sebutkan sekilas tujuh tahun lalu pun dia siapkan dengan membatalkan semua agenda rapat lintas negara. Kabar itu menyebar cepat. Semua orang mengatakan bahwa demi membuat mantan istrinya kembali, Cassian nyaris menyerahkan setengah Grup Mahendra ke kaki Avena. Itu menjadi bentuk pemanjaan paling luar biasa yang belum pernah ada di Kota Helsins dalam sepuluh tahun terakhir.
Bukan Prioritas - undefined novels & stories
Tasya
Untuk ke-99 kalinya, pacarku salah menekan tombol lift hingga kami berhenti di lantai tempat sahabatku tinggal. Bukannya meminta maaf, dia malah menatapku dan bertanya dengan nada menyalahkan, "Kenapa kamu nggak ngingetin aku? Ah sudahlah. Mumpung sudah sampai sini, sekalian saja ganti bohlam di apartemen Winna." Aku hanya terpaku sesaat sebelum memaksakan seulas senyum tipis. Lagi-lagi kalimat itu. "Mumpung sudah sampai sini." Sejak Winna Satriya pindah ke unit tepat di atas apartemenku setahun yang lalu, pacarku selalu saja "tak sengaja" menekan tombol lift ke lantai yang salah. Kalau kami berencana menonton film, dia akan mampir dulu ke apartemen Winna sambil membawa dua gelas teh susu. Saat aku demam tinggi dan memintanya mengantarkan obat, obat itu justru berakhir di tangan Winna yang sedang datang bulan. Alhasil, kencan kami yang seharusnya berdua berubah jadi bertiga, sementara obat penurun demamnya malah dipakai sebagai obat pereda nyeri haid. Bahkan saat ulang tahunku, dia lebih dulu membawa kue ke apartemen Winna. "Mumpung sudah sampai sini, anggap saja sekalian merayakan 300 hari persahabatan kalian." "Mumpung sudah sampai sini, kebetulan saluran air di apartemen Winna mampet. Sekalian bantu benerin, ya." Dan sekarang, saat kulihat dia melangkah masuk ke apartemen sahabatku tanpa sekali pun menoleh ke belakang, aku menekan tombol tutup lift dengan wajah dingin.
Saat Bintang Meredup, Mimpi Pun Pupus - undefined novels & stories
Silas
Setelah menyadari bahwa Rian Atmaja tidak akan pernah mencintainya, Clara Gumelar mengajukan perceraian dan pergi membawa putra mereka, Alvian Atmaja. Namun, pria yang selama ini bersikap dingin itu tiba-tiba mulai mati-matian mengejarnya untuk mendapatkan kembali hatinya. Rian tidak lagi bersikap acuh. Setiap hari, dia sengaja menghadang mobil Clara, memohon agar dimaafkan. Seluruh waktu istirahatnya dihabiskan untuk menemani putra mereka. Dia juga menyiapkan berbagai kejutan dan hadiah. Bahkan, demi melindungi ibu dan anak itu, dia rela menerima satu tikaman dari para penculik hingga nyawanya berada di ujung tanduk. Atas permohonan sang putra, hati Clara akhirnya luluh. Dia pun setuju untuk menikah kembali dengan Rian. Namun, dalam perjalanan pulang setelah resmi menikah kembali, Clara dan putranya mengalami kecelakaan mobil. Setelah lebih dari belasan jam menjalani operasi penyelamatan, Clara kehilangan satu ginjal, sementara Alvian kehilangan penglihatannya. Keesokan harinya, setelah kecelakaan itu, saat Clara menggandeng putranya melewati ruang kerja dokter, tanpa sengaja mereka mendengar sebuah rahasia yang menggemparkan.
Jebakan Lembut - undefined novels & stories
Delia
Saat hamil 28 minggu, aku baru mengetahui bahwa suamiku, Reno Dewangga, menikahi aku hanya untuk menggantikan pujaan hatinya menanggung sakitnya melahirkan. Di balik sikapnya yang lembut dan penuh perhatian, tersembunyi tipu daya yang dirancang dengan cermat. Ketika aku memutuskan untuk bercerai dan pindah ke luar negeri, pujaan hatinya menyebabkan aku keguguran. Setelah kehilangan anakku, aku pergi jauh ke negeri asing, tapi Reno justru mulai mengejarku tanpa henti. Dia berlutut di atas salju memohon maaf, tanpa menyadari bahwa aku telah menyiapkan jebakan yang tak terelakkan. Kali ini, aku akan membuat dia dan pujaan hatinya membayar harga yang setimpal, serta menuntut keadilan untuk anakku.
Rumitnya Cinta, Mudahnya Melepasnya - undefined novels & stories
Olenji
Tahun 1983, di kantor imigrasi. Di depan loket pelayanan, petugas menatap Ardina yang berdiri di hadapannya dengan ragu. "Bu Ardina, Anda yakin mau pergi? Pak Ello punya status khusus, pihak organisasi sama sekali nggak bakal mengizinkan dia ke luar negeri. Begitu cap ini diketok, Anda nggak bakal bisa ketemu lagi sama dia seumur hidup." Tanpa ragu sedikit pun, Ardina langsung mengambil stempel resmi dan mengecapkannya ke atas surat permohonan imigrasi miliknya. Dia memang ingin berpisah selamanya dari pria itu! Melihat hal itu, petugas tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia hanya menerima dokumen yang sudah dicap tersebut lalu berkata, "Bu Ardina, berkasnya selesai dalam 15 hari. Mohon tunggu dengan sabar." Ardina mengangguk, lalu berbalik keluar pintu. Namun, tiba-tiba terdengar bisik-bisik para petugas di belakangnya. "Bu Ardina sama Pak Ello lagi berantem, ya? Tapi, masa sampai seheboh ini? Padahal mereka terkenal romantis banget di Kota Banda."
Daun Gugur Tanpa Suara - undefined novels & stories
Muriaz
Sehari sebelum jadwal datang bulan, aku melihat sebuah catatan di ponsel tunanganku. [Kira-kira besok dia datang bulan. Aku harus menyiapkan pembalut dan obat pereda nyeri di tasnya dulu.] Aku tersenyum manis, merasa tersentuh oleh perhatian tunanganku. Namun keesokan harinya, saat perut bagian bawahku mendadak kram hebat, aku meraba-raba isi tasku dengan wajah pucat pasi. Hasilnya nihil, tidak ada apa-apa di dalam sana. Darah merah pekat terlanjur menembus celanaku. Di tengah kepanikan, murid-murid menunjuk ke arah belakangku sambil berbisik dan tertawa. Saat itu, aku mengira dia hanya lupa menyiapkannya. Sampai akhirnya, guru magang yang baru masuk membuat sebuah unggahan di media sosialnya. [Baru mulai kerja langsung ketemu mentor idaman! Dia bahkan menyiapkanku pembalut dan obat pereda nyeri. Haid kali ini sama sekali nggak sakit.] Unggahan itu dilengkapi foto sebutir ibuprofen, pembalut, serta segelas air seduhan gula merah dan kurma. Obat itu adalah obat yang selalu kusediakan di rumah karena nyeri haidku yang parah. Dan pembalut itu adalah satu-satunya merek yang tidak menimbulkan reaksi alergi pada kulitku. Aku mematikan ponsel, menatap cincin di jari tengahku cukup lama, lalu bangkit menuju ruang kepala sekolah untuk mengajukan permohonan studi banding ke luar negeri. Tujuh tahun bersama, dia bahkan tidak pernah mengingat tanggal siklus datang bulanku. Mulai sekarang, pria itu tidak perlu mengingatnya lagi.
Terjebak dalam Gurun Kebohongan - undefined novels & stories
Sansan
Aku kembali setelah lima tahun bertugas di luar daerah. Begitu keluar dari bandara, aku berharap Henry akan menepati janjinya untuk melamarku. Namun, Henry hanya berdiri di sana dengan ekspresi dingin. "Linda, maafkan aku." Aku masih terhenyak, tetapi Henry berkata lagi, "Mengenai mutasimu … akulah yang mengaturnya." "Aku sengaja memindahkanmu ke proyek di daerah terpencil di Wilayah Saloka, agar aku bisa menghabiskan waktu bersama Sandra. "Sandra waktu itu hamil, nggak ada pilihan lain." Setelah terdiam lama, aku menggigit bibir hingga berdarah. Lima tahun lamanya, aku hidup di padang gurun, diterpa badai pasir dan panas yang menyengat, bekerja 16 jam sehari yang terasa seperti neraka. Ternyata semua ini jebakan yang dibuat oleh Henry. "Kamu terlalu keras kepala dan dominan, aku takut kamu menyakitinya." "Aku mengakui kesalahanku bukan berharap kamu memaafkanku, melainkan ingin kamu bisa menenangkan diri dulu, supaya kamu nggak membuat keributan nanti." Nada suara Henry terdengar pasrah. Aku mundur selangkah, menjauh dari tangannya yang mencoba meraihku, tersenyum dengan berlinang air mata. "Henry, padahal kita bisa berpisah baik-baik, tapi kamu malah merusak semuanya."
PREV
12345
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status