Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Antara Langit, Awan dan Udara

Antara Langit, Awan dan Udara

Seperti pagi-pagi lainnya, aku terbangun tepat pada pukul 5 pagi. Membuka jendela kamar, lalu segera melakukan semua kewajibanku. Namaku Langit, Langit Bumantara. Yang berarti angin di langit yang luas. Aku tak mengerti, mengapa orang tuaku memberi aku nama itu. Tapi yang jelas aku suka dengan nama itu.
9.82.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai 6 langit
Baca
+Pustaka
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

“Langit tidak pecah oleh guntur. Ia retak oleh sunyi yang disangkal terlalu lama.” Langit Varethar tidak seperti langit dunia atas. Ia bukan biru atau kelabu, melainkan lapisan kristal hitam yang membentang seperti cangkang. Namun malam itu, sebuah retakan menyala di sana—seperti kilatan petir yang tak menghilang.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai 6 langit
Baca
+Pustaka
Penyintas

Penyintas

“Hm? Ada dong.. ada biru langit, biru dongker..” “Berarti ada merah langit, merah dongker?” “Haha! Gaada merah langit, sayang..” “Kenapa ga ada?” “Karena langit itu warna biru..” “Langit itu sebenernya apa?” “Langit itu, ya… langit! Ahahaha..!” Mendengar jawaban itu, Visera menunjukkan wajah kusutnya. “Su-susah dijelasinnya sih! Harus liat langsung…” Kali ini wajahnya langsung berubah seratus delapan puluh derajat.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai 6 langit
Baca
+Pustaka
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

Langit Selatan bukanlah langit yang biasa. Ia adalah kubah surgawi yang memantulkan cahaya ribuan dunia, tempat para Dewa berjalan di atas awan kekekalan dan bintang-bintang tunduk pada hukum Dao tertinggi. Namun pada hari itu — untuk pertama kalinya sejak masa penciptaan — langit itu retak.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 335 kali sebagai 6 langit
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Langit yang Tidak Lagi Diam Langit di dunia itu bukan lagi kosong. Perlahan, mulai terbentuk guratan-guratan cahaya seperti tinta yang ditarik pena raksasa. Bukan untuk mengikat, tetapi untuk menggambar ulang apa yang pernah dilarang: kemungkinan. Lena berdiri di tepi tebing kata, menyaksikan paragraf demi paragraf menggulung seperti ombak. Mereka bukan cerita masa lalu. Mereka adalah jalan.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai 6 langit
Baca
+Pustaka
Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Jerit Safira setinggi langit. *****************
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai 6 langit
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

--- Tengah malam, Bara terbangun. Angin berhenti berembus. Api unggun padam sendiri. Langit di atas mereka... terbuka. Dari balik awan, muncul pusaran cahaya berwarna perak dan ungu. Angin naik ke atas, menyeret daun-daun kering dan debu, membentuk lingkaran besar di udara. Liora langsung berdiri. “Itu… portal Langit Ketiga!”
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai 6 langit
Baca
+Pustaka
Warisan Kuno: Kembalinya Sang Pewaris

Warisan Kuno: Kembalinya Sang Pewaris

Langit Terbelah, Malapetaka Dimulai Langit malam yang tadinya gelap berubah menjadi lautan merah yang berdenyut seperti jantung yang baru bangkit dari tidur panjangnya. Simbol-simbol kuno yang bersinar semakin kuat, menggoreskan kilatan petir di angkasa. Arka, Genta, Azura, dan Raka berdiri di tengah reruntuhan, menatap sosok raksasa yang perlahan turun dari langit.
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai 6 langit
Baca
+Pustaka
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

"Kyaarrghkss..!!" Sebuah rangkuman tujuh lidah petir berkeredepan, yang diselimuti cahaya merah biru terang melesat cepat sekali ke ketinggian langit. Diiringi dengungan bergemuruh energi, yang menyengat ke segala arah. Hingga pada puncak batas lesatannya. Khraa-Blaatzzzsk..!! Blaammpsshk..!!!
9.963.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai 6 langit
Baca
+Pustaka
Luka Yang Menembus Langit

Luka Yang Menembus Langit

Berita mengenai kekalahan mengenaskan Jenderal Wei Wu dan kehancuran total pasukan elit kekaisaran menyebar seperti wabah hitam yang ditiup oleh angin badai. Di dalam Istana Naga Langit, atmosfer yang biasanya dipenuhi oleh keagungan dan wangi dupa surgawi kini berubah menjadi mencekam, seolah-olah maut sedang mengetuk pintu gerbang gioknya. Kaisar Naga Langit berdiri membeku di balkon tertinggi Menara Pengamat Bintang, menatap lurus ke arah barat. Di ufuk sana, langit tidak lagi menampakkan warna biru; cakrawala telah berubah menjadi warna merah tembaga yang kental—sebuah anomali atmosfer yang bukan disebabkan oleh matahari terbenam, melainkan oleh saturasi aura kematian dan Void Qi yang di
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai 6 langit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status