Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Memar Termanis

Memar Termanis

sapanya sopan. Elisabeth membalas dengan senyum hangat. “Hai, Abex. Lama nggak ketemu. Sehat-sehat, ya?” “Sehat, Tante. Terima kasih,” balas Abex sebelum menghilang ke kamar, membiarkan Jexon sendirian menghadapi orang tuanya.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Kapokmu Kapan, Mas?

Kapokmu Kapan, Mas?

Gancet : Kapokmu Kapan, Mas? (4) "Dek, buruan hapus! Sebelum ada yang lihat!" perintah Bang Robi. Aku diam tak menanggapi. "Dek!" Bentakan Bang Robi berhasil membuatku menoleh dan bertanya dengan polos padanya. "Ada apa, Bang?" "Buruan hapus foto tadi!" "Foto yang mana, Bang?" "Yang kamu kirim ke WAG keluarga Abang."
1079.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Ketika Selingkuhan Suamiku Mengurus Bayiku

Ketika Selingkuhan Suamiku Mengurus Bayiku

Aku menatap mas Ibra dengan sorot mata kebingungan. "Tidak apa-apa, Ummi. Pakai telur asin saja. Toh sama-sama telur." Abi Emir meraih telur asin yang sedianya digunakan untuk ketupat lalu menaruh di piringnya dan di piring ummi Azizah. "Iya, benar juga. Ini malah lebih gurih rasanya," komentar wanita tua itu setelah menyuap kembali gado-gado di piringnya.
25.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 895 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Jiwa Yang Tertukar

Jiwa Yang Tertukar

"Ramuan penangkal tafsir mimpi buruk dan kapsul panjang umur?" tanyaku lirih pada Mas Abraham. Ia menoleh padaku. "Iya, masak lupa ketika kita pergi ke orang pintar dikasih itu?" Ia berkata sambil tangannya menepuk-nepuk pahaku pelan di bawah meja. Seolah isyarat agar aku tak banyak bertanya padanya.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 414 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Kesayangan BERONDONG

Kesayangan BERONDONG

jawabku seraya tersenyum, lalu kembali ke belakang mau panggil Abah sekalian bawa sambel dan rebus kangkung yang masih belum aku ambil. "Abah! Ayo makan!" panggilku pada Abah yang sedang duduk di kursi seraya merokok bako kawung. "Iya," jawab Abah, lantas aku segera kembali ke dalam, meraih cowet berisi sambal dan wadah tempat rebus kangkung di dalamnya lalu kembali ke depan. "Mana Abahnya?" tanya Emak. "Ada lagi ngerokok dulu," jawabku.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Ketulusan Hati Amirah

Ketulusan Hati Amirah

Sejak mereka datang tadi siang, mereka belum istirahat sama sekali. Kenzo tersenyum dan melangkah menuju Abah, entah di dekat laki-laki paruh bayah yang wajahnya sangat berkharisma itu Kenzo merasa tenang dan nyaman. "Ini, Om, Tante. Minum dan makan kuenya! Kebetulan tadi saya memesan delivery sebelum datang," ucap Kenzo sambil menyerahkan bungkusan pada Abah. "Terima kasih, Nak Kenzo," ucap Abah sambil tersenyum. Laki-laki muda yang memakai kemeja hitam tanpa jas putih lagi itu tersenyum mengangguk.
1021.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 628 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Perjanjian dengan sang Miliarder Tampan

Perjanjian dengan sang Miliarder Tampan

Untunglah si Abah cukup lama tertidur, hingga saat bangun, Abah kelaparan, akhirnya mereka makan terlebih dahulu, sebelum melanjutkan pertempuran mereka. Miranda memperkirakan kali ini mereka akan bermain perlahan, sekuat-kuatnya si Abah toh dia sudah berumur. Setelah makan Miranda melihat si Abah minum obat kemudian duduk bersandar memainkan ponselnya. Tahulah Miranda bahwa Abah sedang menunggu obat yang diminumnya bereaksi. "Minum obat apa, Bah?" "Obat kuat asli dari Arab." jawab Abah sambil tetap memainkan ponselnya.
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Jatuh Cinta Jalur Karma

Jatuh Cinta Jalur Karma

Khai pura-pura berpikir, sebenarnya dia tertawa dalam hati, apalagi melihat ekspresi Juleha yang sangat tertekan. "Lulur merek 'Abu Jendes', masih banyak di rumah, Khai. Emak yakin, setelah digosok beberapa kali pake ntu lulur pasti Juleha bakal glowing luar dalem. Btw, biar enak panggil emak aja, ya, jangan tante. Biar akrab kita," pinta Maemunah yang dibalas anggukan oleh Khai.
2.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Menantu Serasa Pembantu

Menantu Serasa Pembantu

Ia juga menghidangkan sambal tomat, tempe dan juga tahu goreng. Setelah semua selesai, Aleeza menata hidangan itu di meja makan, dan mencuci peralatan dapur yang tadi di gunakan nya untuk memasak. "Assalamu'alaikum..... " Ucap Abah memasuki ruangan. " WA alaikum salam, sudah pulang bah?? " Tanya aleeza berbasa-basi. "'Sudah nduk... Heum, masak apa nih?? Bau nya enak banget, buat abah jadi lapar saja. Hehehe" Ucap abah sambil terkekeh.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status