Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Misteri Pembalut Di Kamar Iparku

Misteri Pembalut Di Kamar Iparku

-POV IBU- "Gel pelumas?" Aku membaca setiap huruf yang tertera dalam kemasan berbentuk tube berwarna biru tersebut. "Bu, ini kepunyaanku." Bobi langsung menyambar barang tersebut dan segera memasukkannya ke dalam saku jaketnya. "Itu buat apa?" Dia nampak kebingungan, membuatku langsung menyipitkan mata untuk memperhatikannya. "Ibu nyuruh kamu beli sabun wajah lho, Bob, itu produk baru bukan?"
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

"Iya, tapi biar aku saja nanti yang nyeduh, kamu matikan kompornya saja. Ya, sudah tak ke dalam dulu ya, Mbak?" Ah, anggurnya tadi bukankah di ruang tengah? Artinya kreseknya masih di atas meja tadi segera kuambil, kemudian berhenti saat teringat kalau sebentar lagi abah segera pulang. sedang tadi lupa menanyakan pada Mas Abi apakah dia juga ingin dibuatkan wedang, biasanya senang menyantap camilan asin dan segelas kopi pahit, atau susu kurma. Berbalik badan, aku melangkah mendekati pintu kamar ummi, tidak berniat mengganggu maka kuputuskan untuk membuka knop pintu perlahan.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Pembalasan Menantu Terkuat

Pembalasan Menantu Terkuat

ujar Bara sambil memeluk Abah dengan erat. “Kamu tetap anak Abah, walaupun mungkin nanti kamu menikah dengan orang lain. Kamu tetap menjadi anak Abah, dan pintu rumah Abah selalu terbuka untuk kamu, Nak,” ujar Abah menepuk pundak Bara. “Iya bah, nanti Bara dan Alma pasti akan main kerumah Abah.” “Kamu jaga kesehatan, pikiran jangan kosong dan selalu berdzikir atau beristighfar ya, Nak,” pesan Abah sebelum pamit meninggalkan rumah menantunya tersebut.
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 389 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Teruntuk Mantan Istri Suamiku

Teruntuk Mantan Istri Suamiku

"Tadi, Abah ke sini untuk memberikanmu oleh-oleh dari teman Abah yang baru pulang dari kota." Kulihat ada keresek hitam yang teronggok di atas meja. Aku mengintip sedikit, ternyata isinya dodol Garut serta berbagai macam buah-buahan. "Tapi ... Abah dikejutkan dengan seseorang yang keluar dari rumah anak Abah." Abah kembali bicara yang membuat kepalaku terus dipenuhi dengan tanda tanya. "Siapa, Bah?" tanyaku.
9.7142.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Bapakku Dukun

Bapakku Dukun

"Assalamualaikum." "Waalaikumsalam, Bah," jawab Abi dan Dyah hampir bersamaan. "Mangga, Bah," kata Dyah mempersilakan Abah untuk masuk. Akan tetapi, Abah seperti menangkap sesuatu di luar, beliau tidak langsung masuk. Namun, perhatianya terfokus ke arah kiri beberapa saat. Barulah setelah itu Abah masuk, dan tentu saja beliau langsung mencari Mila. Abah duduk bersimpuh lesehan. Mau bagaimana lagi, Mila memang tidur di kasur tanpa dipan. Kemudian Abah memberinya kalung dari kain putih sebagai sikep (pelindung). Sudah di jahit dengan rapi, entah apa isinya yang pasti kalung itu tidak boleh dilepas meski Mila sedang dimandikan sekalipun. Abah lantas memegang keningnya membacakan doa dan di tiu
1076.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
PANGGUNG HEBOH

PANGGUNG HEBOH

“Ya sudah ndak usah diingat-ingat. Nih, cepat dihabiskan minumnya.“ Tanpa banyak omong Abah minum. Emak heran melihat Abah hanya minum sedikit. “Tadi katanya haus banget. Kenapo itu minum sedikit?“ Abah bingung mendengar ucapan Emak. “Kalo ini dihabisin, bisa kembung perut Abah. Kan sebelumnya Emak sudah kasih ke Abah satu mug besar air minum.“ Emak makin heran. “Ndak ah. Emak ndak kasih minum Abah sebelumnya.“ “Emak kok jadi pelupa? Yang tadi dititip lewat Minel itu lho. Yang satu mug.“
7.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Nyonya Puas Abang Lemas

Nyonya Puas Abang Lemas

Tanpa dikomando dua kali, mereka berdua langsung turun dari bale-bale dan berjalan cepat menuju teras belakang dapur. Di sana, Bi Inah sudah menggelar tikar pandan sederhana. Menu makan siang hari ini benar-benar selera rakyat: nasi putih hangat yang mengepul, ikan asin goreng kering, sayur asem, tempe goreng, dan tentu saja cobek besar berisi sambal terasi yang merah menggoda. "Makan yang banyak, biar kuat kerjanya," kata Bi Inah sambil menyendokkan nasi ke piring Rusdi sampai menggunung.
9.6302.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.1K kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
ISTRIKU YANG MULAI MANDIRI

ISTRIKU YANG MULAI MANDIRI

Dia memang teman terbaik. "Assalamu'alaikum," ucap Abah seraya masuk ke dalam toko. "Waalaikumsalam," jawabku berbarengan dengan Mila. Abah lantas duduk di hadapanku dan Malik di sebelahnya. Malik datang dengan membawa dua kresek. Ia lalu mengeluarkan isinya. Sekotak brownies coklat dan empat bungkus susu murni hangat. Malik lantas meminta izinku untuk ke bagian depan tempatku berjualan. Tak lama, ia kembali dengan membawa 4 gelas susu murni yang mungkin ia tuangkan sendiri.
9.647.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Kupinang Mantan Istriku

Kupinang Mantan Istriku

Lurus tepat di depan Ammar. "Alhamdulillah, sudah kumpul semua. Tapi kok tumben hari ini masakannya enak-enak banget ya, Mi. Baunya saja sudah bikin selera makan bertambah." Kata Abah, "Iya Bah. Dia yang masak, Dia juga yang bikin pudingnya. Umi cuma masak nasi dan bikin teh lemon." "Masyaallah, ternyata Dia yang siapkan semua? Abah jadi tambah ngiler pingin cepat makan."
1044.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai abah kemas
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Ziza Ziz S
asikk cerita nya.. permulaan nya bikin kesel ama watak umi + abi + pameran utama..masing² selfish kasihan ayudia.. byk pengajaran yg bisa jd dukungan dlm cerita ini... sesungguhnya Allah SWT tidak akan membebankan hambanya sesuai dengan kudratnya sendiri....
Ainun Putri
sudah ada beberapa novel kubaca, alur ceritanya sama. hanya saja, para author nya mengemas kisahnya dengan alur sedikit berbeda-beda. Di mana suami istri berpisah dan si istri nikah lagi kemudian suami keduanya meninggal lalu kembali rujuk dengan suami pertama. menurutku ceritanya bagus.
Baca Semua Ulasan
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

Pak Badar yang sedari tadi sama sekali tak sadar kegelisahan putrinya, berjalan santai sambil menyesap teh hangat. "Oh, ya," ujar Pak Badar teringat sesuatu. "Kemarin habis malam takbir, si Bocah Semarang itu kirim ucapan ke Abi." Azura tersentak. Gelas minum di tangannya nyaris miring. "Mas Dimas ... kirim pesan ke Abi?"
824 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status