Esensi Cinta-Kisah Pria yang Takut Jatuh Cinta
Tanpa aba-aba, Abay langsung memesan: “Bang, saya pesen mie goreng dua bungkus dijadiin satu ya. Telornya dua, yang satu dicampur, yang satu lagi balikin aja ke induknya. Cabe rawit empat. Nasinya dipisah—takut berantem kalo disatuin. Minumnya, es jeruk manis.”
Gue langsung menatapnya seperti sedang mengamati makhluk mitologi. “Bay… ini sarapan, bukan lebaran. Lo ngerayain kemenangan atas apa?” Ia menghela napas. “Udah biasa, Bro,” jawabnya santai. “Lo nggak pesen?” tanyanya bingung. “Hmm, saya kopi hitam manis aja deh, Bang.”
“Kasih kopinya aja, Bang, manisnya udah di saya soalnya,” canda Abay lagi. Abang penjual langsung pamit ke belakang. Mungkin migrain.
Bab Populer