Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegant) 219. Emosi! (Bagian A) “Bapak? Kenapa dengan Bapak?” tanya Mas Abi mencoba berkilah. Dia kembali memalingkan wajahnya, dan menatap jejeran shampo sachetan dan juga rentengan susu, moli, downa, molti, royci, masaki, yang tergantung rapi di batang besi yang dibuat oleh Mas Abi.
9.6235.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.2K kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Ayah Baru Pilihan si Kembar

Ayah Baru Pilihan si Kembar

15 menit kemudian, Jayden kembali ke dalam ruangan dengan membawa beberapa kantong kresek. Selain membeli bubur untuk Kanaya, Jayden juga membeli martabak untuk ibu mertuanya, Maryam. Kanaya dan yang lainnya menoleh ke samping saat pintu terbuka, dan Keanu serta Kalisa dengan antusias berlari mendekati Jayden. "Ayah, beli apa? Banyak sekali?" tanya Kalisa dengan semangat. Jayden berjongkok untuk berada sejajar dengan Kalisa.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
KEMBARAN DEWA PERANG

KEMBARAN DEWA PERANG

Kediaman Dewi Air Dalam kolam cahaya di mana Meya selalu mandi dan melakukan tugasnya sebagai Dewi Air. Terlihat Meya melepaskan semua pakaiannya. Dia mandi dalam keadaan telanjang. Tubuhnya begitu bagus dengan dada dan bagian bawah yang berisi. Belum lagi wajah cantik mungil dengan mata sayu, bulu mata lentik, hidung mungil yang mancung dan tak ketinggalan bibir mungil berwarna merah cerah seperti buah ceri. Saat dia melepaskan tusuk konde serta lerhiasan rambutnya, rambut hitam panjangnya melambai - lambai tertiup angin. Seakan sedang menari - nari dengan menggoda. Dalam kolam cahaya, Meya mengeluarkan kekuatan dalamnya sebagai pengaturan air di dunia,.
101.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Lidah Menantu

Lidah Menantu

Hidungnya mencium bau harum sampai ke kamar. "Bil, masak apa? Harum sekali baunya!" ujar Mak Esah. Matanya melirik Abil yang sedang fokus mengaduk makanan di kuali. "Ini, Mak, Abil buat mi goreng tek-tek gitu. Pake sawi sama mi telor," jawab Abil. "Sip, Mak suka mi goreng. Baunya harum sekali. Mak yakin rasanya pasti enak," puji Mak Esah.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Mahligai Bersamamu

Mahligai Bersamamu

“Soalnya kamu lebih lembut orangnya, sensitif alias perasa, fisikmu walau termasuk jarang sakit tapi gak sekuat Azzam juga. Terus cengengnya itu loh. Jadi gak mungkin abah memaksa. Hehehe.” “Iya sih, Bah.” “Manja pula,” tambah Abah Ilyas. Azmi tertawa menyadari kebenaran kata-kata abahnya. Ketika kedua anak dan bapak tengah asik mengobrol datanglah mbak khadamah berparas ayu membawakan camilan berupa kacang rebus dan minumannya. “Monggo Bah, Gus.” “Makasih,” balas Azmi.
9.926.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 756 kali sebagai abah kemas
Tampilkan Ulasan (14)
Baca
+Pustaka
Wiwik Setyo Wiyati
Kisahnya itu menginspirasi dan mengandung nasehat terutama dalam berumah tangga.. Dan ads lucu2nya.. Jadi Semangat bacanya.. Apa lagi mengandung aturan dalam beragama bagaimana seorang Muslim bersikap dg lawan jenis... Semoga berkah kk author..
Endang Sagita
alurnya gk bosenin dan selalu penasaran dg kelanjutannya, ya kalo bisa di oerpanjang bab nya seru bacanya dan aku terhibur sekalibanyak jg pelajaran yg bisa di ambil dr kisahnya ...... semangat terus buat lanjutin kisahnya ......
Baca Semua Ulasan
Esensi Cinta-Kisah Pria yang Takut Jatuh Cinta

Esensi Cinta-Kisah Pria yang Takut Jatuh Cinta

Tanpa aba-aba, Abay langsung memesan: “Bang, saya pesen mie goreng dua bungkus dijadiin satu ya. Telornya dua, yang satu dicampur, yang satu lagi balikin aja ke induknya. Cabe rawit empat. Nasinya dipisah—takut berantem kalo disatuin. Minumnya, es jeruk manis.” Gue langsung menatapnya seperti sedang mengamati makhluk mitologi. “Bay… ini sarapan, bukan lebaran. Lo ngerayain kemenangan atas apa?” Ia menghela napas. “Udah biasa, Bro,” jawabnya santai. “Lo nggak pesen?” tanyanya bingung. “Hmm, saya kopi hitam manis aja deh, Bang.” “Kasih kopinya aja, Bang, manisnya udah di saya soalnya,” canda Abay lagi. Abang penjual langsung pamit ke belakang. Mungkin migrain.
513 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Bakti Seorang Menantu

Bakti Seorang Menantu

ucapku to the point "Ada apa, La?" tanya abah terlihat panik. Begitupun dengan emak, beliau menatapku dengan tajam. "Nggak usah tegang begitulah, Mak. Mala nggak apa-apa! Begini, Mala itu ada rencana untuk membuka toko grosir, bagaimana menurut Abah dan Emak?" "Waaaah, ide bagus itu!" seru Faris.
9.626.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 603 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Upik Abu dan Bola Cahaya

Upik Abu dan Bola Cahaya

Upik bertanya bergetar, matanya panas menahan lelehan air matanya. "Akan kutampakkan padamu kisah Ibumu dan pak Bowo." Pria itu mendekati Upik, menggenggam tangan Upik. Di genggaman itu keluar cahaya berwarna putih keunguan. "Kau akan bisa melihat kilas balik kisah Ibumu semasa hidup sampai ia meninggal, pejamkan matamu." ________________
104.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
INTAN (Sekuat Hati yang Terkoyak)

INTAN (Sekuat Hati yang Terkoyak)

terang Abah Yayud. Semua informasi Abraham serap baik-baik seraya berusaha menyusun memori hingga langkah gemulai mendekat membawa nampan berisi semangkuk bergambar ayam jago dengan aroma menggugah selera. Rasanya mulut Abraham akan berair karenanya dan ada juga segelas besar air jeruk.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai abah kemas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status