Dinikahi Mas Pandu
Acara lamaran juga sekaligus menikah, maksudnya, Ageng memang tak ada tunangan-tunangan, jadi, malam midodareni yang biasanya diadakan secara adat, oleh Ageng dan calon istrinya ditiadakan, diganti acara mengantar seserahan sambil berbincang perkenalan keluarga.
Zita tampak senang, melihat anak-anaknya menikmati perjalanan dengan kereta. Pandu terlelap, pria itu sufah repot sejak pulul tiga dini hari, mendapatkan mengecek koper anak-anak dan dirinya, juga menyiapkan tiket kereta. Selain itu, tenaga Pandu juga terkuran karena habis bercocok tanam dengan Zita.