Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AURORA

AURORA

Aku meluruskan pandanganku dan mendapati Jake dan Ahin sedang bersiap-siap untuk turun. Aquilla menoleh kepadaku ketika Jake dan Ahin keluar dari mobil, “Cobalah untuk membuka penutup matamu selama lima menit.” “Apakah itu bagian dari latihan?” tanyaku merasa tertantang dengan ucapan Aquilla barusan. “Setelah dibuka, aku harus apa untuk mengatasi perbedaan jarak pandang yang membuat pusing?”
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai action
Baca
+Pustaka
Anara

Anara

Tiba-tiba saja dia merasa gerah. Pelan, bibir Bryan sudah menempel disana. Sedikit menyesap, menimbulkan rasa geli dan menyengat. Tubuh Anara kaku. Makin lama, sesapan dan gigitannya semakin kuat, hingga mata gadis itu mulai sayu, kemudian terpejam menikmati permainan Bryan. Tangan kekar cowok itu sekarang sudah menyusup masuk kedalam blouse Anara, dan meremas benda kenyal di dalam sana. Hampir saja gadis itu mendesah, saat suara bel tiba-tiba berbunyi. Bryan menghentikan aksinya, dan berjalan menuju pintu, dengan Anara yang mengekor dari belakang. Lewat intercom, Anara melihat wajah orang yang tadi membunyikan bel.
9.93.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai action
Baca
+Pustaka
Exit

Exit

ucap April tenang, menatap seakan menembus mataku. “Emang nggak bisa kamu ceritain sekarang, ya?” tanyaku yang terlalu gregetan, tidak sabar, kelewat kesal. “Lebih seru kalau kamu nonton film sendiri dari pada lewat cerita orang, kan? Lebih kerasa saja gitu.” April benar-benar memang. Membrutalkan massa, membuat lawan bicaranya bertanya-tanya tapi ia tidak ingin menyuarakan apa-apa. Eh, tapi yang dibilang April ada benarnya juga. Lebih enak menonton film sendiri secara langsung dari pada mendapat spoiler dari mulut orang. Bisa-bisa merusak feel yang ada di dalam film itu sendiri.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai action
Baca
+Pustaka
Tes Pengajuan AE

Tes Pengajuan AE

Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE.
428 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai action
Baca
+Pustaka
Mémoire

Mémoire

Sharon mengedip sebelum menapakkan kaki meluncur kebawah, Liam memasukkan prototip kedalam ranselnya dan mengeluarkan borgol bersiap mengikuti Sharon. Dia menoleh pada Séanne yang masih saja diam dan menatap kebawah dengan nanar, Séanne takut ketinggian dan sekarang dia merasakan pusing dan mual bersamaan. Liam kembali melihat jam tangannya, hanya tersisa 30 detik lagi dan lantai diatasnya akan meledak. "Séanne kau ingin mati? ayo!" Liam berseru tak sabar. Liam bersiap melompat saat tangan dingin Sèanne menyentuhnya, Liam menoleh dan kaget saat Séanne dengan mata merah menatapnya.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai action
Baca
+Pustaka
Love

Love

Tbc ❤ Wayo pasti pada bingung kan ini kenapa 😂 org aku juga bingung 😂😂🤣 lah 🤦‍♀️ 😁😁
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 475 kali sebagai action
Baca
+Pustaka
Revenge

Revenge

Revenge Bab 2 Goodnovel **** -Alex- "Selamat menikmati malam pertamamu, Alex," ucap Dirga sambil membalikkan tubuhnya, lalu, tangannya memutar daun pintu yang ada di depannya. Brakk .... Suara pintu yang di tutup dengan keras, membuat Gendis semakin merasa ngeri. Kembali, pria yang dipanggil Alex oleh Dirga menatap tajam wajahnya.
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 326 kali sebagai action
Baca
+Pustaka
Rasa

Rasa

Ustadz menyerahkan handphonenya pada Abian, Abian menerima, dan mulai menghubungi ummanya. “Hallo, Assallamuallaikum." umma menjawab telephon Abian, memulai pembicaraan lebih dulu. “U-umma, wa’allaikumussallam,” jawab Abian cukup senang bisa mendengar suara ummanya. “Lho, abang? Kenapa, bang?” “Abi mau lomba MHQ, doain Abi biar gak gugup nanti di panggung.” Napas Abian kembali teratur. Sesak di dadanya juga mulai berkurang.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai action
Baca
+Pustaka
Choice

Choice

Sayang sekali kaca mobil itu gelap sehingga dia tidak bisa melihat ada orang di dalam atau tidak. “Mama, aku sudah selesai ngerjain PRnya.” Ardi memberikan buku tulisnya pada Maya untuk diperiksa. “Sudah betul semua, Sayang. Anak mama pintar banget.” Maya memeluk sayang Ardi. “Mau makan malam sama apa sayangku?” “Sayur capcay sama nugget ayam, tapi brokolinya banyakin ya, Ma.” “Beneran?” Ardi mengangguk yakin. “Kamu masih ada PR lagi nggak?”
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai action
Baca
+Pustaka
ARJUNA

ARJUNA

Biasa, Mas Abim tuh sibuk banget. Bosan dalam keheningan Arjuna memutuskan naik ke kamar dan berniat terlelap. Namun sebuah pesan membuat Arjuna mengerjap. Sebuah pesan dari Lia. Dia mengirim sebuah lokasi familiar bagi Arjuna. Kemudian sebuah foto tangan seseorang yang berdarah. Tidak jelas itu tangan milik siapa, namun dari ukuran jelas itu tangan perempuan. Yang Arjuna lakukan setelahnya hanya meraih hoodie hitam dan keluar setalah mengambil kontak motor maticnya. Tanpa pamit, setelah meneruskan pesan pada Saka dan Ecan, Arjuna langsung meluncur.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai action
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status