KUTUKAN LELUHUR
Hingga,
Seperti ada suatu asap tipis berwarna biru terang yang keluar dari hentakan tanganku, asap tipis itu membesar dan membesar, melewati bangunan rumahku, warung, pepohonan, hingga ke atas langit.
Tak lama, suara-suara retakan muncul secara perlahan dari segala arah. Rumahku, warung, para rumah-rumah warga tiba-tiba retak seperti sebuah kaca yang retak akibat dipukul oleh suatu benda keras yang membuatnya retak secara perlahan.
Pepohonan pun seperti terlihat terbelah, bahkan langit pun terlihat pecah dengan bintang-bintang dan bulan yang terbelah menjadi beberapa bagian.
Hot Chapters