Dear You
Padahal saat sadar, dia enggak sudi menatap mata gue, lah ini malah nyosor begitu aja.
“Please…kendalikan diri lo, atau lo bakal nyesel seumur hidup!” gue ngejauhin tubuhnya yang sudah menghimpit badan gue. Gue gendong, lantas segera gue turunkan di atas Kasur. Soalnya Adik kecil gue mulai terbangun ketika dia semakin liar dengan ciumannya. Bagaimanapun juga gue laki-laki normal. Gue punya batasan dalam menahan diri, terutama untuk hal satu ini.
“Tolongin…panas…..!!!” tanpa kembali berfikir, dia mulai membuka resleting dressnya dengan mudah. Menampilkan tubuh sexy-nya yang kini hanya terbalut daleman dengan warna senada.
Hot Chapters