MAWAR
Satu dua dan
Prang!
Dia melempar garpu keatas piring, hingga menimbulkan suara dentingan keras.
"Jaga bicaramu brengsek!" Ucap Calisata dengan tatapan penuh amarah.
"Dan kau!" Calista menunjuk ayahnya dengan mata yang berkaca-kaca. "Aku tidak perduli lagi terhadap ancaman mu yang akan mengusirku dan ibuku dari rumah atau memblokir semua ATM ku. Kau pikir aku tidak bisa hidup tanpa uang mu hah?!" Suaranya menggelegar hingga menimbulkan perhatian banyak orang, mereka memperhatiakan dengan raut penasaran, membuat Nico semakin betah menikmati drama ini. Apalagi saat melihat gadis itu berteriak hingga nafasnya memburu karena amarah, itu sangat menggemaskan.