YOU
sahutnya, semakin menenggelamkan wajahnya di dada Sean.
"Aku lebih mencintaimu, selamanya akan seperti itu." dan Sean mengeratkan pelukannya.
Tidak seperti biasanya, penampilan lelaki tampan dan mempesona itu begitu kacau dan sangat jauh dari kata baik. Kemeja biru bergaris itu tampak sangat lusuh, rambut emasnya berdiri tegak bak diterpa angin badai. Dan tentu tidak lupa bau alkohol yang begitu menyakiti penciuman dan juga tanda merah di sekitar area leher dan tulang selangkanya. Semua itu cukup menyimpulkan bahwa lelaki itu baru saja selesai dari rutinitas nikmatnya dosa.
Hot Chapters