Cinta Yang Salah
Aku menurunkan kimono warna merah yang menutupi tubuhnya, ku telan ludah dengan kasar melihat pemandangan yang begitu indah di depan mata.
"Aku mencintaimu, Mas." Intan melingkarkan tangannya di tengkukku. Wajahnya mendongak memberi kode bahwa dia ingin segera aku kecup.
"Mas juga," kata-kata itu selalu menjadi pembuka, sebelum kami beraksi.
Kususuri setiap helai rambutnya dengan jemariku, dia begitu cantik, bak bidadari. Membuatku tak sabar ingin menyalurkan hasrat dalam jiwa ini.