Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dikejar Lagi oleh Istri CEOku

Dikejar Lagi oleh Istri CEOku

Aromanya juga sangat harum. Seorang prajurit muda menghirup dalam-dalam, lalu wajahnya tampak mabuk. Dia bergumam pelan, "Harumnya .... Seumur hidup aku belum pernah cium aroma seharum ini ...." Tanah pulau itu dilapisi lumut hijau tebal, pijakannya empuk, seolah-olah melangkah di atas permadani. Di antara lumut tumbuh rerumputan kecil tak dikenal. Sebagian ujungnya bertabur embun bening yang berkilauan di bawah cahaya matahari.
8.83.6M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72.6K kali sebagai akar lumut
Tampilkan Ulasan (736)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan di
Harsya Effendi
cih penulis novel ini ga punya wawasan luas dan bodoh, setiap ada rintangan dan masalah yg di hadapi tokoh utama pasti masalahnya sama dan terus berulang ulang seperti ini, darimulai wendy, carlos, arnold sampai handy di bab 400san, sungguh membosankan, kenapa selalu di hadirkan tokoh tokoh yg sama
Baca Semua Ulasan
Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam

Dia hanya datang untuk mencoba peruntungan, jadi dia membolak-balik daftar itu dengan ekspresi datar. Tak disangka, dia benar-benar menemukan sebuah benda yang menarik perhatiannya. Di daftar hanya tertulis akar kayu yang tidak diketahui. Bentuknya kering dan berusia seratus tahun tetapi tidak membusuk. Begitu melihat bentuk akar kayu pada katalog, mata Arlo langsung berbinar. Bukankah ini yang tercatat dalam Kitab Surgawi Pengobatan Abadi sebagai Akar Kayu Surgawi?
9.8512.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19.5K kali sebagai akar lumut
Baca
+Pustaka
Brubuh Krendobumi - Pendekar Kembara Semesta Seri 3

Brubuh Krendobumi - Pendekar Kembara Semesta Seri 3

Akarnya mulai terangkat dari tanah, membentuk kaki-kaki kokoh yang siap melangkah maju, menghancurkan apa pun ada di depannya. Matanya berupa dua lubang hitam pekat di batang pohon yang memancarkan hawa kegelapan yang suram. Udara di sekeliling makhluk itu terasa berat. Dipenuhi bau tanah basah, lumut, dan sesuatu yang busuk.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai akar lumut
Baca
+Pustaka
SEHARUSNYA KAU IKUT MATI

SEHARUSNYA KAU IKUT MATI

kata Bu Cucu sambil menunjuk ke arah pohon besar yang menjulang tinggi tak jauh dari tempat kita berdiri sekarang. Sebuah pohon dengan akar-akarnya yang besar, bahkan beberapa akar yang berada di tanah pun mencuat ke atas. Sebuah pohon yang sangat rindang, batang pohonnya dipenuhi oleh lumut-lumut hijau yang memperlihatkan bahwa umurnya sudah sangat tua. “Ucok, nanti jagain mereka dulu ya, Ibu mau cek sesuatu dulu!” kata Bu Cucu dengan nada yang lembut dan sedikit senyuman yang keluar dari wajahnya.
1027.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 547 kali sebagai akar lumut
Baca
+Pustaka
Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank

Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank

Bab 35: Madu dan Susu Hutan kematian menyambut tim Raka dengan keheningan yang menyesakkan, namun kontras dengan pemandangan visual yang memanjakan mata. Di sini, pepohonan ek purba tumbuh setinggi gedung pencakar langit, dengan batang-batang yang dililit oleh sulur-sulur tanaman Lumina Ivy yang berpendar lembut saat terkena bayangan. Cahaya matahari yang berhasil menembus kanopi menciptakan pilar-pilar cahaya keemasan yang menyinari lumut-lumut biru yang empuk di lantai hutan.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai akar lumut
Baca
+Pustaka
Pangeran Dari Negeri Lumut

Pangeran Dari Negeri Lumut

kembali Arthur mencoba mendesak Audrey karena keingintahuan yang sangat besar. Arthur mengeratkan pegangan pada jemari Audrey, meyakinkan agar percaya padanya. Audrey mulanya ragu. Namun, perlahan menceritakan secara mendetail. Mulai ia terjebak dalam lorong waktu dan ketika sadar berada di negeri yang asing dan dianggap sebagai tawanan oleh Pangeran Negeri Lumut. Audrey hanya mampu menatap lama mata Arthur dan perlahan nampak segaris tipis senyuman setelah menceritakan semua kejadian yang dialami.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai akar lumut
Baca
+Pustaka
Sang Maharaja yang Terlupa

Sang Maharaja yang Terlupa

Waktu Arga semakin menipis. Di tepi sebuah jurang yang curam, di mana air terjun kecil mengalir deras, Arga akhirnya menemukan apa yang ia cari. Sebatang pohon kelor hutan tumbuh miring dari celah batu kapur, daunnya yang kecil-kecil memancarkan aura kehidupan yang kuat. Di bawahnya, di antara bebatuan basah, tumbuh rumpun alang-alang dengan akar yang berwarna kemerahan. Arga segera turun, memanjat tebing yang licin dengan jari-jari yang mencengkeram batu bagai cakar elang. Ia memetik daun kelor dengan hati-hati, lalu mencabut akar alang-alang merah dengan tenaga dalam agar tidak putus.
10496 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai akar lumut
Baca
+Pustaka
Mutiara Lembah Hitam

Mutiara Lembah Hitam

Sesaat kemudian ia menarik nafas panjang. “Seperti kata kamu, banyak yang sudah terjadi, Ndin.” Andin mengedikkan bahu. “Hidup terus berjalan,” ucapnya menambahkan. Dengan perasaan campur aduk, Nesa melempar pandangan ke sekitar halaman dan bagian teras rumah itu. Banyak sekali yang telah berubah. Bahkan pintu masuk utama yang terbuat dari kayu berkualitas tinggi, kini tampak suram. Debu menempel di sana sini.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai akar lumut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status