Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terlahir Kembali Menjadi Dewa Perang

Terlahir Kembali Menjadi Dewa Perang

"Di negara Neon memiliki beberapa profesor terkenal dalam pembuatan robot. Apa anda tertarik menggunakan jasa mereka?" Langkah kaki Aron terhenti. Sejenak ia berpikir. Namun, kepalanya spontan menggeleng. "Aku tidak tertarik dengan negara itu meskipun mereka memiliki banyak orang-orang yang pintar dan juga cerdas. Mereka yang tidak tahu akan menganggap negara Neon merupakan yang terbaik. Sayangnya itu salah besar," jawabnya. "Kenapa begitu?"
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai aku bukan robot
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

“Nah, ini dia!” Dinding sebelah tabung emas terbuka, dari dalam dinding yang terbelah itu keluarlah sebuah robot berwarna putih, matanya hitam dan kaki-kakinya tangguh. “Angkatlah dia!” Rosok berkata kepada robot itu. “Baik, siap sedia tidak pakai lama!” sahut robot. “Masukkan ke dalam tabung emas!” perintah Rosok. “Siap!”
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 396 kali sebagai aku bukan robot
Baca
+Pustaka
BUKAN SEKEDAR CINTA MONYET

BUKAN SEKEDAR CINTA MONYET

Kekhawatirannya jika Al-Qur’an itu milik kekasihnya Firdaus yang dulu ternyata salah. “Kenapa?” “Kamu mengira itu Qur’an miliki pacarku?” tanya Firdaus yang pandai sekali membaca pikiran Melinda. “Eh,” Melinda tidka bisa menjawab. Ia kaget dengan pertanyaan yang diberikan oleh Firdaus. “Aku belum pernah mengajak stau perempaun pun untuk mampir ke rumah,” “Kecuali teman kerja yang kesini bareng teman-temanku yang lain,” jelas Fidaus yang mmebuat Melinda merasa bersalah terhadap pikirannya.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai aku bukan robot
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Pak Manajer Tampan

Jerat Cinta Pak Manajer Tampan

ucap Aksa dengan suara meninggi karena dia sedang berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Lalu Aksa mengangkat salah satu robotnya tinggi-tinggi. "Robot ini juga akan jaga ayah dari monster jahat!" "Kubilang diam!" bentak Arya. Suaranya menggelegar di ruangan yang sempit itu. Napasnya mulai memburu. "Aku gak kenal siapa kamu, aku gak punya anak! Pergi! Kepalaku mau pecah mendengar suaramu!"
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai aku bukan robot
Baca
+Pustaka
MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

Namun, di sisi lain, Nora justru melipat kedua tangannya di depan dada dengan bibir yang mengerucut sebal. Bocah berkuncir kuda itu menatap lorong gelap di depan mereka dengan raut wajah tidak berminat, masih konsisten menganggap robot-robot besi berukuran raksasa itu tidak ada keren-kerennya sama sekali dibandingkan dengan istana megah para princess yang dijanjikan akhir pekan nanti. “Apa yang kalian lihat dari robot-robot itu? Sama sekali tidak keren.” Sembari bersedekap, Nora menyeletuk dengan nada meremehkan, seraya mengibaskan tangan mungilnya ke udara.
1064.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai aku bukan robot
Baca
+Pustaka
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

"Nya Anyelir …?" Hati-hati, Kenzy melepaskan tangannya dari bahuku yang mulai mati rasa karena nervous. Memejamkan mata untuk beberapa detik lamanya, mendesah berat, menghela napas panjang … Sepertinya dia berada dalam konflik yang begitu besar sehingga nggak mampu berkata-kata. Ah! Namanya juga robot. Bisa apa dia, jika tanpa kabel remote control yang terhubung dengannya? Nggak bisa apa-apa. Well, apa perbedaan antara robot dan patung? Hahahaha, ya itu tadi, patung diciptakan sebagai saksi bisu. Bukti atas terjadinya sejarah atau peristiwa yang sangat berarti. Penghias ruangan … Robot? Ah, aku nggak tahu. Tanyakanlah pada papaku! Huaaa, ooohhh, my God!
1020.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 600 kali sebagai aku bukan robot
Baca
+Pustaka
Hukuman Cinta Darinya

Hukuman Cinta Darinya

Dia tampak acuh tak acuh, dan kembali berlari ke robot itu sambil mengenakan baju onesie miliknya. Robot yang Holden belikan untuknya sangat besar. Tingginya dua meter, dan benar-benar spektakuler. Aino sangat menyukainya. Dia duduk di depan robot itu, mendongakkan kepalanya dan menatap Holden. “Paman Holden, bisakah kau tidak menelepon ibuku lagi nanti? Ibuku semakin cerewet sekarang. Aku mau bermain denganmu di sini sebentar, dan aku tidak mau ibuku menggangguku. Apa boleh, Paman Holden?”
9.32.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50.6K kali sebagai aku bukan robot
Tampilkan Ulasan (480)
Baca
+Pustaka
Imgnmln
Permisi kk yang baik hati^^ mohon maaf sebelumnya, izin promosi yaa. Sambil nunggu update, mampir juga ke Novelku... Sang Penguasa dan Tuan Muda Konglomerat>>Tokoh utamanya cool, keren, beda dari yang lain ga gampang ditindas lohh. Terima kasih^^
Linda Malinda
ceritanya lumayan bagus, cuma sering kesel sama fl nya, sering menciptakan masalah untuk dirinya sendiri, yg seharusnya gak perlu, dan kadang terlalu naif, tetap percaya dengan omongan orang yg jahat sama dia
Baca Semua Ulasan
KUBUAT MADUKU GENDUT

KUBUAT MADUKU GENDUT

Mata jiga agak dilebarkan agar dia dapat menangkap bahwa ucapan ini tak main-main. "I, iya, Bu gak akan. Saya udah tobat. Kata pak Ustaz di tivi kalau suka gibah itu entar lidahnya dipotong di neraka!" jawb bi Eti sambil menunjuk ke arah bibirnya. "Nah, bagus kalau bibi ngerti. Ayo cepet beli HPnya. Yang biasa aja, tapi andorid, ya. Tanya aja sama kang jualnya!"
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 331 kali sebagai aku bukan robot
Baca
+Pustaka
AKU BUKAN BENALU

AKU BUKAN BENALU

batinku “Bagus deh, jadi kalau siang ibu ga kesepian di rumah sendirian. Ibu apa kabar sehat?” tanyaku sambil mencium tangan ibu mertuaku. “Baik” jawab ibuku ketus. “Pasti ibu seneng ya selama seminggu ini, ditemenin sama mas dimas di rumah.” Tanyaku pada ibu saat kami hanya berdua di dapur.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai aku bukan robot
Baca
+Pustaka
Istri Rahasia Presdir

Istri Rahasia Presdir

“Bee? Apa maksudnya lebah?” Sammy menggeleng, dia tidak bermaksud menyebut wanita itu lebah, “Tidak, Bibi. Bee itu robot kuning kesukaanku. Bumble Bee, Bibi. Bibi jago berkelahi seperti Bumblebee.” Tersenyum canggung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Wanita itu tidak tahu bagaimana harus menanggapi ketika sikap buruk seperti berkelahi menjadi sesuatu yang luar biasa di mata anak kecil.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai aku bukan robot
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status