Perempuan Tanah Adat
“Menurut awak … mencintai sesorang itu tidak perlu alasan. Cinta adalah perasaan murni dan suci yang difitrahkan kepada manusia, jika itu memiliki alasan berarti bukan cinta, hanya sekedar hawa nafsu belaka. Dan, jika cinta memang harus memiliki sebuah alasan, bukankah ketika alasan itu sudah terpenuhi, maka cinta akan hilang?”
Dahnunir cukup terkejut dengan jawaban yang diberikan Zul. Senyumnya semakin melebar. Tangan kekar milik guru ngaji utama itu sudah berada di pundak Zul. Menggenggam dengan penuh keyakinan.
“Dan alasan kamu ingin menikahi Nina?” tanya Dahnunir dengan suara yang tegas.
“Karena saya ingin hidup bersamanya, dan … saya mencintainya karena Allah,” jawab Zul sama tegasnya.
Hot Chapters