Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Niat Menyamar Malah Dilamar

Niat Menyamar Malah Dilamar

Syukurlah, kalau seperti ini aman. "Kamu sudah yakin keluar dari pekerjaan ini?" "Iya," jawabku dengan menatap sekilas dan berpaling ke arah lain. Usahaku menekan degup jantung saat berhadapan seperti ini. Dia menghela napas panjang, kemudian menyodorkan amplop berwarna coklat yang sedari tadi di tangan. "Ini gaji kamu dan bonus karena membantuku di pabrik. Harapanku, kamu mengurungkan niat. Tapi itu kelihatannya tidak mungkin."
1051.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai alamat amplop lamaran
Baca
+Pustaka
Grafiti Dinding Hati

Grafiti Dinding Hati

Ia diminta untuk menemui dekan sambil membawa surat lamaran. Tanpa menunda, Citta segera membuat surat lamaran. Ia juga memfotokopi ijazah, transkrip nilai serta berbagai sertifikat yang dimilikinya. Setelah semuanya lengkap, Citta menyusunnya secara urut ke bawah, dimulai dari surat lamaran, data diri, ijazah, transkrip nilai, dan yang terakhir aneka sertifikat miliknya. Citta kemudian memasukkan semua berkas itu ke dalam amplop warna coklat dan melilitkan talinya pada pengait yang terpasang pada amplop.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai alamat amplop lamaran
Baca
+Pustaka
Menerima Lamaran Kekasih Sahabatku

Menerima Lamaran Kekasih Sahabatku

Ada panggilan dari nomor tak dikenal. "Halo, assalamualaikum!" sapa Ainun begitu mendekatkan ponsel ke telinga setelah menekan ikon hijau untuk menghubungkan panggilan. "Wa'alaikumussalam. Ini Ainun karyawan warung Bakso Meriang, kan?" sahutnya dari balik telepon. "Iya, benar. Ini siapa dan mau pesan apa?" "Aku Amira Nadia. Sepekan lagi, kan, aku ulang tahun. Tanggal dua september, tapi aku mau ngerayain malam minggunya. Nah, aku mau di hari ulang tahun aku itu makan bakso."
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai alamat amplop lamaran
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Sahabat Suamiku

Sentuhan Panas Sahabat Suamiku

“Makasih, Sayang. Kamu perhatian banget.” Elyssa terkekeh pelan. “Cuman masangin dasi loh.” Sean lalu mengambil dua buah amplop dari laci nakas. Amplop itu terbuat dari kertas beludru hitam dengan ukiran emboss emas yang sangat detail, menunjukkan logo Wiratama Group. “Ini untukmu, Sayang,” kata Sean sambil menyerahkan dua undangan itu. “Undangan pertunangan kita. Aku ingin kamu memberikan ini pada dua orang sahabat atau siapa pun yang kamu percaya untuk hadir di acara kita.”
9.9355.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.3K kali sebagai alamat amplop lamaran
Tampilkan Ulasan (49)
Baca
+Pustaka
AURELIA GEORGIA MADELEINE
Satu pertanyaan saya thor.. tolong bantu jawab knp saat Sean & Elyssa, Sean selalu kemewahan utk Elyssa dan apa adanya tentang status dia namun saat pacaran dengan Camelia selama 6 th kenapa hidupnya kismin? Tlg thor jawab utk rasa penasaran sy..
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam

Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam

"Ya, betul. Saya Aira. Ada yang bisa saya bantu?" Pemuda itu tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya mengulurkan tangan kanannya, menyerahkan sebuah amplop besar berwarna hitam pekat. Di bagian tengah amplop tersebut, terdapat segel lilin merah resmi berlogo.
9.9113.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai alamat amplop lamaran
Baca
+Pustaka
The Mafia's Deceptive Bride

The Mafia's Deceptive Bride

Ia mulai membolak-balik kertas-kertas itu, mencari petunjuk tambahan tentang alamat di Gangnam yang disebutkan ayahnya. Tiba-tiba, jarinya berhenti pada sebuah amplop cokelat kecil yang terselip di balik dokumen legalitas perusahaan. Amplop itu tidak memiliki segel resmi, hanya ada inisial A.V. dan D.N. yang tertulis dengan tinta emas yang sudah memudar. "Alana, lihat ini," Atlas menarik sebuah lembaran kertas dari dalam amplop tersebut.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai alamat amplop lamaran
Baca
+Pustaka
Tanpa Lamaran Ke-101

Tanpa Lamaran Ke-101

Sebelum pesawat lepas landas, ponselku mendadak menerima pesan singkat dari Amanda. [Lamaran yang ke-101 malam ini, biar aku yang balik melamarmu. Kamu harus datang.] Aku tersenyum, lalu memasukkan nomor telepon dan akunnya ke dalam daftar blokir, menghapus kontak semua orang, dan pergi meninggalkan kota ini. Pukul 8 malam, siaran langsung lamaran dimulai tepat waktu. Para warganet yang awalnya bersiap untuk mengejekku, seketika dibuat terkejut bukan main saat melihat orang di dalam ruang siaran langsung ternyata adalah aktris papan atas, Amanda.
960 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai alamat amplop lamaran
Baca
+Pustaka
Alam dan Kita

Alam dan Kita

Gumamku dalam hati. Kubuka ponsel ada notifikasi w******p. Yaa , itu temanku yang lama entah kemana berkelana. “selamat pagi, penggiat aktivitas apa kabar?.” “Pagi bro, kabar baik. Bagaimana kabar lo?.” “Ya baik kok, kerja dimana sekarang?” “Rumah sakit Bogor. Sekarang lo kerja dimana?” “Biasa restaurant saja yang pasti-pasti saja.”
9.73.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai alamat amplop lamaran
Baca
+Pustaka
AIR MATA PERNIKAHAN

AIR MATA PERNIKAHAN

Aku menyiapkan semua keperluan untuk pergi ke Padang. Tanganku dengan cekatan melipat baju-baju dan yang lain. Aku masukan semuanya dengan rapi ke dalam koper besar. “Bella, Kamu lihat kemeja aku nggak? Warna abu-abu itu loh,” Mas Bara terlihat mengacak-acak lemari dengan cepat. “Ya kamu cari sendiri dong, Mas. Aku mau bantuin mama buat siap-siap,” ucapku dengan jutek lalu berdiri.
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai alamat amplop lamaran
Baca
+Pustaka
Salah Melamar

Salah Melamar

Mas Adam bangkit dari tidurnya, dan mendekat ke arah meja kamar, ditariknya laci benda tersebut lalu mengambil sebuah amplop coklat. “Ini hasil dari panen tadi. Tolong disimpan ya,” ucapnya. Aku membuka amplop tersebut, dan kemabli membelalak ketika melihat lembaran ang merah ratusan ribu yang begitu banyak. “Alhamdulillah, harga padi pas lagi tinggi, jadi hasil panen juga lumayan. Rejeki zahra dan Tito,” ucapnya. “Makasih ya, Mas.”
1027.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 602 kali sebagai alamat amplop lamaran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status