Bukan Surga Terindah
Ketika dia menoleh, dia terkejut melihat Rumi yang telah membuka mata.
“Rumi? Kamu sudah bangun? Apa aku mengganggumu?” ujarnya pelan sambil mendekat. “Hei, kenapa kamu menangis?” Dia menyeka air mata yang menetes dari ujung mata sang istri.
Rumi menggeleng lemah, tetapi senyumnya muncul di tengah linangan air mata. Dia membasahi bibirnya yang pecah-pecah, terasa sulit untuk bicara. Tenggorokannya kering sebab oksigen yang mengalir melalui selang di hidungnya. Namun, dia tetap berusaha untuk mengeluarkan suara. “Suara Mas … indah sekali,” bisiknya dengan suara hampir tak terdengar.
ตอนยอดนิยม