Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku
Nafasnya mulai sesak, bau rokok dan alkohol bercampur menjadi satu, membuat perut Lidya memberontak ingin muntah.
Namun, di tengah kondisi paling genting itu, ketika Lidya hampir menyerah dan pasrah pada takdirnya yang keji, sebuah bayangan muncul dari balik koridor dapur. Langkah kaki pelan yang awalnya tak terdengar, kemudian berangsur cepat, membuat lantai berderit tipis di bawah tapakannya. Marni, sang pengasuh yang selama ini terlihat pendiam, ramah, dan penurut, kini berdiri tegap di ambang pintu dapur, matanya menyala terang oleh amarah yang tersembunyi. Lidya tak pernah melihat ekspresi seperti itu di wajah Marni sepanjang dia mengenalnya. Di tangannya, sebuah roller kayu penggiling
Sikat na Kabanata