Aku, istri kedua
Fida Yaumil Fitri sampai dirumah aku menangispuisi rumahkuabang jarang pulang aku jarang dibelailirik kulangkahkan kakiku
Amran masih terus saja menggodaku.
Ia memintaku memegang dan meminumnya seteguk. Entah setan apa yang merasuki ku, rasa yang aneh dengan wangi khas melewati kerongkonganku, aku terbatuk merasakan sensasi panas di dalamnya.
“Enak kan, Bro?”
Meskipun rasanya bagiku aneh, tetap saja minuman beralkohol itu membuatku kecanduan dan kembali meneguknya. Aku lihat botol itu yang sudah berkurang separuh dari sebelumnya.