Noda di Balik Cadar Aluna
Wanita itu pun mendekat, melihat bagaimana mereka membuat karya seni yang luar biasa.
Sebenarnya, hal itu tidak belum juga membuatnya merasa semakin membaik. Saat ini, ia masih merasa bahwa liburan hari ini seharunya tidak perlu terjadi, mungkin akan lebih baik jika ia tetap di Jakarta saja. "Huh, sungguh bulan racun yang sangat menyedihkan. Aluna ... Aluna, malang sekali nasibmu!" ucap Aluna lagi.
Aluna berjalan pelan mengikuti beberapa orang yang jalan di depannya. Ia terus berjalan tanpa melihat ke depan, matanya mengawasi kereta kencana kuno yang tertata rapi di aula depan kraton.