Obsessed
sahut Luna, sahabat setianya, sambil menggeleng penuh ekspresi setengah kesal, setengah geli.
Alina tersenyum ringan. “Lun, gue nggak capek. Gue cuma punya satu tujuan—pacaran sama Lingga. Untuk mencapai cita cita itu tidak ada kata menyerah dalam kamus gue. Titik.” Rambut panjangnya terikat rapi, wajahnya tetap ceria, menutupi badai perasaan yang kadang bergejolak di dalam.