Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Amanda

Amanda

saran adik Amanda itu seraya menatap sang kakak dengan sorot mata gembira. Amanda memajukan wajahnya mendekati wajah Rita. “Halo, Mama. Amanda baru datang dari Surabaya. Apa kabar?” sapanya lirih. Terulas sebuah senyuman tulus dari wajahnya yang cantik. Sepasang mata Rita tampak berkaca-kaca. Pelan-pelan mulut wanita itu terbuka dan berkata pelan, “Ba…ik…, Man…da….”
1017.8K viewsCompletedAdded to Library 568 Times as make up amara
Read
+Library
DIMADU TANPA RESTU

DIMADU TANPA RESTU

gumamnya pelan, seolah kemenangan sudah tergenggam dalam tangan. Lima belas menit kemudian, Amara keluar dalam balutan pakaian rapi. Make-up tipis menghiasi wajahnya, cukup untuk memperlihatkan sisi anggun dan lembut yang ingin ia tampilkan di depan Dian. "Mari, Bu," ajaknya sambil tersenyum lebar. Dian mengangguk, membalas senyumnya dengan halus, lalu mengikuti langkah Amara menuju mobil.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as make up amara
Read
+Library
Comeback Amerta

Comeback Amerta

pintanya "Iya mas Amerta." "Janji?." "Janji." Setelah mengatakan itu Amerta langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia berdiri di depan cermin besar,"Terimakasih berkat uang tabungan mu aku bisa membelikan mereka makanan. Nanti aku ganti uang mu,tenang saja"ujarnya kepada dirinya sendiri. Sebenarnya ia menggunakan uang tabungan Pawaka untuk membeli obat dan makanan tadi.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as make up amara
Read
+Library
Aku Bukan Lagi Sugar Baby-Mu

Aku Bukan Lagi Sugar Baby-Mu

"Maaf Amar! Aku tidak terbiasa dengan suasana pesta seperti ini jadi aku sedikit membuatmu malu. Aku--" "Ssst!" Amar menaruh jari telunjuknya di bibir Rania lalu dia mendekat dan mengecup dahi wanita itu. "Tenang Rania. Aku ada di sini untuk melindungimu dan Marsha." "Oh, iya Amar, soal Marsha jangan dibahas dulu di sini, bisa kah? Aku masih insecure. Aku tidak punya suami dan kau tahu kan tentang status anakku? Aku--"
1025.2K viewsCompletedAdded to Library 882 Times as make up amara
Read
+Library
Cinta Dalam Riuh Salju

Cinta Dalam Riuh Salju

Dunia Leo terasa seperti mimpi mahal yang bukan miliknya. Namun entah kenapa, jarinya membalas: Di mana dan jam berapa? *** Sabtu malam, Amara berdiri di depan gedung tua yang disulap menjadi klub eksklusif di kawasan Mitte. Musik elektronik berdentum samar dari balik dinding, dan deretan mobil mewah berkilau di bawah lampu jalan yang remang. Ia mengenakan gaun hitam selutut dengan jaket panjang wol, sepatu boot sederhana, dan rambut yang ia ikat separuh.
993 viewsOngoingAdded to Library 28 Times as make up amara
Read
+Library
Wonderstruck

Wonderstruck

tanya Ika saat Amara memasuki dapur. “Mau, Mbak.” “Saya bikinin sekarang, ya?” kata Ika lagi. Perempuan itu meraih salah satu mangkuk bersih dan mulai mengisinya dengan bubur dan pelengkapnya. Amara mengambil sebuah gelas bertangkai dan membuat cokelat untuk dirinya sendiri. “Mbak, mau sekalian dibikinin cokelat?” tanya Amara pada Ika. “Nggak usah, Mara. Kamu kan tau, saya lebih doyan kopi,” sahut Ika sambil menoleh lewat bahu kanannya. Perempuan itu tersenyum pada Amara. “Gimana acara kemarin?”
1026.5K viewsCompletedAdded to Library 636 Times as make up amara
Show Reviews (23)
Read
+Library
Indah Hanaco
Halo, kalian. Jangan lupa baca "Wonderstruck" dan masukin perpustakaan, ya. Ceritanya dijamin beda. Meski tokoh-tokohnya tergolong muda, tapi konfliknya adalah hal-hal serius di sekitar kita. Untuk kaum cewek, aku cuma mau bilang. Hati-hati dan selalu waspada.
naftalenee
I really really love this book, tapi agak bingung dengan perpindahan alur yang tiba-tiba bergeser nyeritain tentang tokoh lain (Amara) yang memakan porsi cukup banyak. Kayak dipaksa pindah ke universe lain gitu. I was like "lah ini Nef kok tiba-tiba ilang? Aku pikir tokoh utamanya dia?"
Read All Reviews
Bahagia Usai Ditalak

Bahagia Usai Ditalak

Amara segera menyahuti wanita tersebut. "Iya, Tan. Aku udah selesai," balasnya. Dia segera membuka pintu membuat Selena bernapas lega. Selena langsung mengutarakan kecurigaannya. "Tante kira kamu berendam." Amara segera menggelengkan kepala, tidak lupa mengeluarkan suara agar lebih menyakinkan. "Ya udah, ayo cepat kita ke tempat rias, kamu ka ratunya hari ini. Harus yang pertama di make-up over dong," seru Selena.
7.384.1K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as make up amara
Read
+Library
MENCINTAIMU PRIA TAMPAN

MENCINTAIMU PRIA TAMPAN

"AAAAAAAA" Dia merasa make up nya ini tak cocok dipakai untuk bekerja, terlalu. Menoleh kesamping saat mendengar Amanda tertawa melihat hasil make up nya. Amanda mengambil tissue dan mengelap hiasannya menjadi sedikit lebih natural. Dirinya tersenyum kearah Amanda dan berpamitan untuk berangkat. "SEMANGAT!!!" Amanda memberi semangat dan dia membalas dengan gerakan yang sama sambil memberi kecupan jauh.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as make up amara
Read
+Library
Aku dan Ayahku Super Tajir Melintir

Aku dan Ayahku Super Tajir Melintir

Parahnya, dia melihat Amara. "Sangat mengejutkan sekali. Aku melihat ... apa aku harus memanggilmu Nenek? Hmm, karena kau terlihat sangat tua sekali. Haha, banyak kerutan yang berada di wajahmu itu. Sebaiknya Kau tidak perlu memaksakan diri untuk memakai make up." Ana meringis berhasil membuat Amara menatapnya dengan amarah. "Dia adalah tamu spesial. Kami bekerja sama untuk mengembangkan perkebunan dan properti yang sudah sangat berkembang miliknya. Kami akan menghasilkan uang yang sangat banyak, dan tentunya kau yang akan meneruskan itu, Ana."
108.2K viewsCompletedAdded to Library 247 Times as make up amara
Read
+Library
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

kataku sambil terus menyetir. Maria tersenyum. “Cincin ini aku taruh di jari manis untuk kujadikan tanda bahwa suamiku di masa depan akan datang dan menggantinya dengan cincin yang nanti ia kasih ke aku, Rama,” katanya sambil merenungi cincin berwarna perak di jarinya.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as make up amara
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status