AMPLOP LEBARAN
“Benar, tapi hati ini sudah kadung memilihmu, Mbak! Bagiku, kamu jauh lebih istimewa ketimbang bidadari sekalipun,”
Vita tersanjung. Melambung hatinya mendengar setiap kalimat yang lolos dari bibir Azam. Sesaat dia mencoba membiarkan rasa itu membumbung tinggi dalam khayalan. Namun, semakin di coba justru semakin ragu, khawatir jika rasa itu hanya sebatas kagum.
“Maaf, Zam! Aku enggak bisa.”
Azam terdiam. Pucuk-pucuk cinta yang telah mekar seketika layu terhempas kenyataan. Rontok, jatuh berserakan.
Hot Chapters