Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Asmaraloka

Asmaraloka

gumam Bella sambil memandangi dokumen tersebut dengan mata lebar. Ia melanjutkan pencariannya dan menemukan email-email antara Cakra dan Arman. Dalam salah satu email tersebut, Arman menanyakan apakah rencana mereka berjalan lancar, sementara Cakra membalas dengan yakin bahwa semuanya sesuai rencana.
2.5K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 61 Vezes como amicus ad aras
Ler
+Biblioteca
Arimbi

Arimbi

"Pergi dari rumahku!" "Kenapa berbeda, Sayang? Padahal tadi kamu menyuruhku menunggu di dalam, tapi kamu lama sekali. Maaf, aku sudah lancang menyusulmu." Dada Arimbi kembali bergejolak sakit, keinginannya yang sempat goyah pun bangkit. Menyeka air matanya yang keluar begitu saja, Arimbi melangkah lagi bahkan sedikit berlari. Matanya yang penuh air mata membuat pandangannya mengabur, sehingga tidak melihat sebuah truk melaju cepat. Braaaak! Semua orang menoleh, melihat tubuh Arimbi terpental jauh.
103.9K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 149 Vezes como amicus ad aras
Ler
+Biblioteca
LARA

LARA

Piring berwarna putih itu hancur berkeping - keping di atas lantai dekat dengan Sarah berdiri. "Bu, kamu mau melukai Sarah?" tanya Ayah Sarah terkejut. Sarah dengan cepat berjalan menuju lbunya. Namun ia tak sadar bahwa kakinya menginjak pecahan piring di atas lantai. Dengan cepat Ayah Sarah mendekati Sarah. "Sarah. Kaki kamu luka ya?" tanya Ayah Sarah. "Iya yah. Ini kena pecahan piring. Nggak sakit kok. Cuman perih," balas Sarah.
102.6K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 64 Vezes como amicus ad aras
Ler
+Biblioteca
Artemis Hunter

Artemis Hunter

“Kau sudah berjanji untuk berhenti sejak sepuluh tahun yang lalu, Hyde. Tidak ada yang membuatmu harus terus memenuhi tugasmu. Kau tidak bisa menjadi Pemburu Artemis selamanya.” Aku mengganti topangan kaki. Ad adalah rekanku yang telah pensiun. Pemburu Artemis adalah gadis-gadis yang bertugas memastikan kehidupan supernatural tidak diendus oleh manusia. Kami menghukum mereka yang membuat ulah, melindungi mereka yang ingin hidup damai, dan memastikan mereka semua menaati peraturan yang telah dibuat jauh sebelum peradaban modern muncul.
1015.8K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 552 Vezes como amicus ad aras
Ler
+Biblioteca
Anara

Anara

Setengah hatinya kini merasa aman, dan setengahnya lagi merasa nyaman. Siang yang sangat panjang, bagi Anara. Menunggu pesan dari nomor tak dikenal, yang akan memberitahu waktunya dia meletakkan tas itu di taman. Ddrrrttt Ponselnya berbunyi, kali ini Bara yang membuka dan membaca pesan itu. [Jam lima sore, ditaman. Masukkan kedalam tempat sampah di sebelah timur, dekat pohon akasia. Jangan terlambat dan datang sendiri!”
9.92.8K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 81 Vezes como amicus ad aras
Ler
+Biblioteca
Asmara Ghina

Asmara Ghina

pekik Ghina. "Dasar Andi!"
1.7K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 68 Vezes como amicus ad aras
Ler
+Biblioteca
DENDAM AMARA

DENDAM AMARA

Memang apa yang sudah dia lakukan? Kebingungan Amara berubah menjadi rasa tidak nyaman saat beberapa komentar dukungan yang lain muncul. Rata-rata mereka menyayangkan sikap buruknya. Tapi memangnya apa yang sudah dia lakukan? Amara melengkungkan jari-jarinya. “Mira dan Devan.” Bibirnya berguman pelan. Seolah sudah terdoktrin ingatan masa lalu, Amara tanpa ragu mengarahkan busur panahnya ke kepala kedua orang itu. Sudah jelas mereka pasti terlibat.
281 visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 7 Vezes como amicus ad aras
Ler
+Biblioteca
AMORAGA

AMORAGA

"Ini, si Raga. Dia chat gue." Gita yang tengah mengunyah cokelatnya langsung terbatuk mendengar sebuah nama yang Amora sebutkan. Cewek itu langsung berlari menghampiri Amora dan mengambil alih ponsel itu untuk memastikan sendiri. Ternyata benar ... Itu Raga. "Gila! Ini, sih, keajaiban dunia ke delapan setelah petra di Yordania." Gita mengambil ponselnya lalu memotret pesan dari Raga.
109.0K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 234 Vezes como amicus ad aras
Ler
+Biblioteca
Asmaraloka

Asmaraloka

“Ki, maafin Arkha, ya, kalo waktu itu kesannya maksa banget biar Kiara suka sama Ark-“ Tubuh gemetar itu direngkuh oleh Kiara, tangis Arkha pecah. Diusapnya kini punggung sang lelaki oleh tangan halus milik Kiara, setidaknya Kiara mencoba agar Arkha akan mendapatkan energinya kembali. Arkha hanya butuh pelukan saat ini. Tidak berselang lama, kini telinga Kiara disuguhkan oleh suara yang tentu saja familiar baginya, suara Bara. Tentu saja hati Bara seakan ditusuk belati, sakit sekali melihat Kiara, wanitanya, berpelukan dengan lelaki lain. Bara mengutuk niatnya hari ini untuk bertemu Kiara, niat ingin mengajak Kiara kesuatu tempat kini pupus diganti
2.9K visualizaçõesEm pausaAdicionado à Biblioteca 77 Vezes como amicus ad aras
Ler
+Biblioteca
Asmara di Atas Ranjang

Asmara di Atas Ranjang

"Tidak! Jawabanku adalah tidak!" Howard menyandarkan badannya pada sandaran kursi rotan, pandangan tertuju jauh ke depan, melintasi tubuh Karmo -yang memiliki nama asli Yosef. Ia terkesima dengan warna kemuning padi yang terhampar luas, menandakan musim panen telah tiba. "Yosef, ini perjanjian dua keluarga. Kau tidak bisa mengingkarinya!"
106.5K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 150 Vezes como amicus ad aras
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
123
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status