Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Arimbi

Arimbi

"Pergi dari rumahku!" "Kenapa berbeda, Sayang? Padahal tadi kamu menyuruhku menunggu di dalam, tapi kamu lama sekali. Maaf, aku sudah lancang menyusulmu." Dada Arimbi kembali bergejolak sakit, keinginannya yang sempat goyah pun bangkit. Menyeka air matanya yang keluar begitu saja, Arimbi melangkah lagi bahkan sedikit berlari. Matanya yang penuh air mata membuat pandangannya mengabur, sehingga tidak melihat sebuah truk melaju cepat. Braaaak! Semua orang menoleh, melihat tubuh Arimbi terpental jauh.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 154 Times as amicus ad aras
Read
+Library
LARA

LARA

Piring berwarna putih itu hancur berkeping - keping di atas lantai dekat dengan Sarah berdiri. "Bu, kamu mau melukai Sarah?" tanya Ayah Sarah terkejut. Sarah dengan cepat berjalan menuju lbunya. Namun ia tak sadar bahwa kakinya menginjak pecahan piring di atas lantai. Dengan cepat Ayah Sarah mendekati Sarah. "Sarah. Kaki kamu luka ya?" tanya Ayah Sarah. "Iya yah. Ini kena pecahan piring. Nggak sakit kok. Cuman perih," balas Sarah.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as amicus ad aras
Read
+Library
Artemis Hunter

Artemis Hunter

“Kau sudah berjanji untuk berhenti sejak sepuluh tahun yang lalu, Hyde. Tidak ada yang membuatmu harus terus memenuhi tugasmu. Kau tidak bisa menjadi Pemburu Artemis selamanya.” Aku mengganti topangan kaki. Ad adalah rekanku yang telah pensiun. Pemburu Artemis adalah gadis-gadis yang bertugas memastikan kehidupan supernatural tidak diendus oleh manusia. Kami menghukum mereka yang membuat ulah, melindungi mereka yang ingin hidup damai, dan memastikan mereka semua menaati peraturan yang telah dibuat jauh sebelum peradaban modern muncul.
1015.9K viewsOngoingAdded to Library 556 Times as amicus ad aras
Read
+Library
Anara

Anara

Setengah hatinya kini merasa aman, dan setengahnya lagi merasa nyaman. Siang yang sangat panjang, bagi Anara. Menunggu pesan dari nomor tak dikenal, yang akan memberitahu waktunya dia meletakkan tas itu di taman. Ddrrrttt Ponselnya berbunyi, kali ini Bara yang membuka dan membaca pesan itu. [Jam lima sore, ditaman. Masukkan kedalam tempat sampah di sebelah timur, dekat pohon akasia. Jangan terlambat dan datang sendiri!”
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as amicus ad aras
Read
+Library
DENDAM AMARA

DENDAM AMARA

Memang apa yang sudah dia lakukan? Kebingungan Amara berubah menjadi rasa tidak nyaman saat beberapa komentar dukungan yang lain muncul. Rata-rata mereka menyayangkan sikap buruknya. Tapi memangnya apa yang sudah dia lakukan? Amara melengkungkan jari-jarinya. “Mira dan Devan.” Bibirnya berguman pelan. Seolah sudah terdoktrin ingatan masa lalu, Amara tanpa ragu mengarahkan busur panahnya ke kepala kedua orang itu. Sudah jelas mereka pasti terlibat.
378 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as amicus ad aras
Read
+Library
Asmara Ghina

Asmara Ghina

"Bentar, Pak. Tinggal sedikit, nih. Kalau es krimnya sudah habis aku langsung pulang, kok." "Enak banget makan es krim. Pasti sengaja makan sendiri pas teman-teman pulang sekolah biar nggak ada yang minta, kan?" ledek Pak Amin. "Eh, nggak, Pak. Ini tadi dikasih sama Reza, kok." "Reza? Aiman Reza?" "Iya. Kok, bapak kenal?" "Kenal, dia sama temannya itu suka main catur bareng Bapak."
1.8K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as amicus ad aras
Read
+Library
AMORAGA

AMORAGA

"Ini, si Raga. Dia chat gue." Gita yang tengah mengunyah cokelatnya langsung terbatuk mendengar sebuah nama yang Amora sebutkan. Cewek itu langsung berlari menghampiri Amora dan mengambil alih ponsel itu untuk memastikan sendiri. Ternyata benar ... Itu Raga. "Gila! Ini, sih, keajaiban dunia ke delapan setelah petra di Yordania." Gita mengambil ponselnya lalu memotret pesan dari Raga.
109.2K viewsOngoingAdded to Library 238 Times as amicus ad aras
Read
+Library
Asmaraloka

Asmaraloka

“Ki, maafin Arkha, ya, kalo waktu itu kesannya maksa banget biar Kiara suka sama Ark-“ Tubuh gemetar itu direngkuh oleh Kiara, tangis Arkha pecah. Diusapnya kini punggung sang lelaki oleh tangan halus milik Kiara, setidaknya Kiara mencoba agar Arkha akan mendapatkan energinya kembali. Arkha hanya butuh pelukan saat ini. Tidak berselang lama, kini telinga Kiara disuguhkan oleh suara yang tentu saja familiar baginya, suara Bara. Tentu saja hati Bara seakan ditusuk belati, sakit sekali melihat Kiara, wanitanya, berpelukan dengan lelaki lain. Bara mengutuk niatnya hari ini untuk bertemu Kiara, niat ingin mengajak Kiara kesuatu tempat kini pupus diganti
3.0K viewsOn holdAdded to Library 80 Times as amicus ad aras
Read
+Library
Asmara di Atas Ranjang

Asmara di Atas Ranjang

"Liam pergi ke arah sana, ke belakang gedung Cafetaria. Kejar dia, ceritakan semuanya. Ia sangat mencintaimu, Aya. Tapi, berhati-hatilah, masih ada dua paparazzi lain selain Adams yang berkeliaran." Aya mengangguk, ia berdeham dan mencoba mengatur perasaannya yang campur aduk. Setelah memeluk Rengganis sebentar, Aya segera berlari kecil menuju arah yang ditunjukan Rengganis.
106.9K viewsOngoingAdded to Library 159 Times as amicus ad aras
Read
+Library
Asmara dan Pancaroba

Asmara dan Pancaroba

*Asmara adalah sebuah perjalanan cinta atau sebuah hubungan yg terjalin atas dasar perasaan ketertarikan terhadap lawan jenis. Atau sebuah pengalaman tentang perasaan tertarik terhadap lawan jenis. Atau pengalaman sebuah hubungan denga lawan jenis atau PeDeKaTe atau Pacaran.* Tubagus Rio Prosojo. Perasaan baru yang timbul dalam hidupnya di kala Ia masih berusia SD kelas 6, Yaitu perasaan ketertarikan terhadap lawan jenis atau teman perempuan.
3.9K viewsOn holdAdded to Library 143 Times as amicus ad aras
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status