Kami Bisa Tanpamu Mas
Mas Jazi terlihat gelisah, berkali kali dia menautkan kedua telapak tangannya, aku paham benar, jika sedang gelisah dia sering sekali menautkan kedua telapak tangan.
“Siapa dia, Mas?”
“Di-dia … dia,” mas Jazi terbata, seakan tidak mampu membuka mulutnya untuk berkata selain dia.
“Aku tanya sekali lagi, siapa dia, Mas? Mengapa dia memanggilmu sayang? Itu, mengapa ada cincin di jari manismu hah?” aku menatap tajam matanya.
“Kenalin, aku istri barunya Mas Jazirah, Jamilah.”
Hot Chapters