Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Boss Baru itu Ayah Anakku

Boss Baru itu Ayah Anakku

"Saya permisi dulu!" "Iya pak!" pak satpam pun meninggalkan Caramel yang masih menebak-nebak isi dari amplop itu, setelah itu Caramel langsung menuju kamar apartemennya. Sesampainya disana, Caramel membuka amplop itu di sofa. Caramel merasa cemas sekaligus degdegan saat membuka amplop itu, lalu Caramel tersenyum miring saat melihat isi dari amplop itu. "Sudah aku duga," isi dari amplop itu adalah surat gugatan cerai yang sudah ditandatangani langsung oleh Kemal.
1031.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai amplop surat cerai
Baca
+Pustaka
Pelakor Pilihan Mertua

Pelakor Pilihan Mertua

Di tangannya ada sebuah amplop putih tipis. Reza mengangguk sopan pada Dian, lalu berdiri. "Aku pesan kopi dulu. Kalian pasti butuh bicara." Ia memberiku kedipan mata sekilas sebelum berjalan ke meja bar. Dian duduk di kursi yang ditinggalkan Reza. Ia meletakkan amplop itu di depanku. "Akta cerai," katanya singkat. "Sudah inkrah. Resmi. Kamu bebas, Arini."
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai amplop surat cerai
Baca
+Pustaka
Pelakormu vs Aku

Pelakormu vs Aku

Ia berjalan mendekati Bastian yang masih terduduk dengan wajah kusut. “Ini surat cerai. Sudah aku tanda tangani,” ucap Kartini datar sambil meletakkan amplop itu di atas meja. Bastian menatap amplop itu dengan tatapan kosong. “Apa maksudnya ini, Kartini?”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai amplop surat cerai
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Suamiku

Istri Kedua Suamiku

“Mas! Mau sampai kapan kamu berbohong? Ini buktinya! Baca sendiri itu surat apa! Terlihat dengan jelas tujuannya untuk kamu karena namamu terpampang di amplop itu. Surat cerai apa itu, Mas! Kamu bohongi aku selama ini?!” Nina terlihat begitu emosional saat melempar sepucuk surat itu kepadaku. Aku jelas terkejut dan juga tidak menyangka kalau Rere benar-benar mengajukan gugatan cerai atas pernikahan kami. Rasa bingung dan tidak karu-karuan mencuap begitu saja. Aku menangkap amplop berisi surat tersebut yang memang terlihat dengan jelas menyatakan Kalau surat itu berisikan gugatan cerai yang ditujukan kepadaku. “Nina, kamu jaga marah-marah dulu ....”
1021.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 486 kali sebagai amplop surat cerai
Baca
+Pustaka
Tumbal Pernikahan

Tumbal Pernikahan

Tangannya bergetar membaca kalimat dengan huruf besar itu. "Kamu bercanda, Amanda! Sampai kapanpun aku nggak akan terima ini." Angga membuang amplop itu dan masih benar-benar tak percaya bahwa kini Amanda telah pergi dan dengan mudahnya meninggalkan berkas perceraian yang sudah wanita itu tanda tangani.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai amplop surat cerai
Baca
+Pustaka
Salah Kamar

Salah Kamar

Tok Tok "Nes, boleh Bunda masuk," seru Laili dari balik pintu. Anes menoleh, lalu menjawab,"boleh, Bun, masuk saja." Anes merapikan kembali berkas itu untuk dimasukkan ke dalam amplop coklat besar. "Surat dari siapa tadi?" tanya Laili yang kini sudah duduk di sampingnya. "Ini, Bun, akta cerai dari pengadilan. Hhuuft ... Anes benar-benar lega," ujar Anes sambil menghela napas panjang.
1099.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai amplop surat cerai
Baca
+Pustaka
KUJADIKAN KAU BABU JIKA INGIN JADI MADUKU

KUJADIKAN KAU BABU JIKA INGIN JADI MADUKU

Amplop itu ia lemparkan ke dada Arya. "Kalau kamu memang butuh waktu untuk diri sendiri, mungkin ini adalah solusi yang terbaik, Mas." Arya memandang amplop itu dengan bingung. Perlahan ia membuka isinya, lalu membaca surat di dalamnya. Tiba-tiba, raut wajahnya langsung memucat. "Surat panggilan sidang cerai?" suaranya nyaris bergetar.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai amplop surat cerai
Baca
+Pustaka
Ibu Susu untuk Madu Suamiku

Ibu Susu untuk Madu Suamiku

“Baik, Tuan. Terima kasih. Kalau tidak ada lagi yang Anda butuhkan, saya izin pamit pulang.” “Ya.” Kai segera mengambil amplop tersebut setelah Lia pergi dari ruangannya. Ia mengeluarkan isi amplop itu. Dan seketika itu juga, raut muka Kai tiba-tiba berubah menegang begitu membaca judul surat tersebut. SURAT GUGATAN CERAI.
9.350.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai amplop surat cerai
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Langit
bagus banget, ngaduk2 emosi tapi kalo dilihat dari ciri khas penulis kayanya mau disakitin model apapun bakalan rujuk sih kyak 4 novel yg terdahulu, terlalu muluk sama ngelunjak ga sih kalo aku minta buat akhir cerita kira sma kai ini sad ending aja ga usah bersama. kira terlalu baik.
lullaby dreamy
demi apa ini nyakitinnya brutal bgt dr cerita² yg prnh kak ocha buat . baru baca sinopsis aja udh kpengen lambaikan tangan kearah kamera . bgtu udh baca ke 10 bab, fix lgsg kibarkan bendera putih..gak kuaatt T.T trlalu nyakitin hati bacanya, lead malenya brengsek luar biasa . nunggu tamat aja sptnya
Baca Semua Ulasan
Bu Dokter, Suami Misteriusmu Komandan Elite

Bu Dokter, Suami Misteriusmu Komandan Elite

Ia langsung membuka laci dan mencari surat cerai itu. "Nah, ini dia." Dengan jantung berdebar Alya membuka amplop coklat dan mengeluarkan isinya. Netra Alya membulat membaca kalimat yang ditulis Putra di kertas itu. ​
1035.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai amplop surat cerai
Baca
+Pustaka
ISTRI SENILAI SAHAM

ISTRI SENILAI SAHAM

Rey termangu di meja kerjanya saat Senja datang ke ruangannya dan melemparkan selembar amplop berwarna coklat. "Apa ini?" tanya Rey. "Surat cerai. Aku sudah mengurus perceraian kita, dan sekarang kau tinggal menandatanganinya saja," jelas Senja. Tidak ada lagi kelembutan yang dia tunjukkan pada Rey. Tidak ada lagi kata 'Mas" yang biasa mendawai di pendengaran Rey.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai amplop surat cerai
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status