Bias Cinta
Altaf menyambut dengan segera setelah ikut berdiri dan disusul oleh Cinta.
“Saya duluan, ya, karena belum packing apa-apa,” pamit Felix mengangguk singkat, lalu pergi keluar kafe bersama asistennya.
“Duda, kan, ya?” tanya Cinta dengan suara pelan, “anaknya cowok, satu.”
Altaf melirik tajam pada Cinta yang duduk di sampingnya. “Kenapa tiba-tiba ngomongin status pak Felix?”