Cinta Tanpa Suara
Suasana menjadi sunyi senyap.
"Keluar, Ma," ucap Arkan lirih.
"Apa? Arkan, kau dengar Mama—"
"KELUAR!" bentak Arkan dengan suara yang menggelegar.
Setelah Sandra pergi, Arkan meremas dokumen itu hingga hancur. Ia mencengkeram rahangku dengan satu tangan, memaksaku menatap matanya yang memerah.
"Jadi, selain bisu, kau juga menyimpan banyak kegilaan?" bisiknya tajam. "Katakan padaku, apalagi yang kau sembunyikan di balik wajah polosmu ini?"
Hot Chapters