Luka Yang Menembus Langit
Pupil matanya yang merah berkilat dengan nafsu predator saat ia melihat awan debu masif di cakrawala, menandakan kedatangan armada kekaisaran.
Tanpa menunggu lawan mendekat, Liang Xiao menggigit ibu jarinya hingga berdarah. Ia tidak membuang darah itu; ia menyebarkannya ke tanah melalui teknik Hujan Darah Terlarang. Seketika, tanah berguncang hebat. Dari genangan darah yang merembes ke pori-pori bumi, bangkitlah ribuan sosok mengerikan—Prajurit Darah Abadi. Mereka adalah manifestasi dari daging dan kebencian, tanpa wajah, hanya memiliki lubang menganga di tengah kepala mereka yang terus mengeluarkan uap merah. Mereka tidak mengenal rasa takut, tidak memiliki rasa sakit, dan hanya memiliki sa
Bab Populer