MASTER ALKEMIS
Dibandingkan dengan hiruk-pikuk di luar kota, suara ini hampir bisa diabaikan.
Qin Fan berjalan menyusuri sebuah gang sempit. Di sana, ia hanya bisa mendengar suara langkah kakinya sendiri. Udara di sekitarnya terasa berat dan menekan, seakan-akan dinding di kiri dan kanan hendak menghimpitnya.
Ia mendongak ke langit.
Langit tampak kelabu dan suram, seolah akan runtuh kapan saja.
“Lingkungan seperti ini…” gumam Qin Fan dalam hati, “…apakah sengaja diciptakan untuk menguji ketenangan batin para peserta?”