Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Karrie Karina

Karrie Karina

tanya Rani. Karina menautkan alis, tak mengerti maksud dari kata 'aneh-aneh' pada pertanyaan Rani. Tubuhnya dicondongkan, mengambil snack Fanny lalu mencolek dengan saus tomat. Fanny sempat mendengus kesal. "Aneh maksudnya?" tanya gadis berambut panjang itu. "Itu lho Kar, tikus mati? Atau hal menjijikkan lainnya."
103.0K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as anne rice
Read
+Library
Renjana

Renjana

Arrgh, padahal aku penasaran banget gimana rekasi si Yi Kyung asli yang jahat itu. “Jana, cepetan turun makan,” teriak tante Anna dari bawah. “Iiya, Tante,” aku langsung mematikan laptop dan mengubur sejenak rasa penasaranku dari drama korea yang baru setengah kutonton, Bride Of The Century, waktunya makan.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as anne rice
Read
+Library
Selena

Selena

Selena meletakkan karung yang di bawanya di meja tengah. “Aku di sini.” Seorang wanita paruh baya keluar dari arah dapur, mengenakan celemek putih. Wanita itu menghambur pelukan pada Selena. “Astaga, rasanya baru beberapa lalu kau kemari, sekarang sepertinya sudah begitu lama.” “Maaf, aku baru bisa kembali.” Pelukan keduanya terlepas. “Tidak masalah. Aku tahu, jalanmu untuk kemari tidaklah mudah.” Pandangan wanita itu tertuju pada Lucas. “Eh, kau tidak datang sendiri?”
4.1K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as anne rice
Read
+Library
ZANNA

ZANNA

Siapa lagi kalau bukan Ele, atau nama lengkapnya adalah Eleina. Ele merasa risih dengan pujian yang dilontarkan oleh setiap siswa untuk memuji Zanna adik kelasnya, Ele merasa Zanna menyaingi dirinya. Ele tidak suka Zanna mendapat banyak pujian dan sanjungan dari siswa.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as anne rice
Read
+Library
ANATASYA

ANATASYA

tanya Aurel. "Ada, lah." balas Rendra. ~~~~~~~ "Permisi mbak, ini pesanan nya. Silahkan." Ana meletakan pesanan orang itu di mejanya. Ana tidak sengaja menatap ke arah meja Rendra. Dia tidak sendiri, ada seorang gadis yang tengah mengobrol dengannya. Ana mencoba tidak memperdulikan itu. Tapi tidak bisa. "Ana, ini anterin ke meja nomor 20." teriak Anggi.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as anne rice
Read
+Library
RIAN RAINA

RIAN RAINA

Rian dengan ragu menyuapkan sesendok nasi goreng tersebut ke dalam mulutnya. Ia perlahan mengunyahnya, lalu terdiam sejenak. "Kok enak?" gumamnya. "Ketahuan makan nasi gorengnya Aunty Ana!" Rian terkejut karena Raina dan Alea yang tiba-tiba kembali. "Katanya gak enak, kok dimakan?" ucap Raina sembari mengangkat sebelah alisnya. "Gu... Gue cuma cobain doang. Rasanya biasa aja. Gak enak-enak banget."
9.352.5K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as anne rice
Read
+Library
Adinda

Adinda

Giyo mendekatkan wajahnya, dan kembali mengulangi kalimatnya. “Adinda Maharani binti Anjas Bradi. Maukah kamu menemani aku sepanjang akhir hidupku yang sudah hampir hancur ini?” ungkap Giyo dengan nada yang lembut namun penuh tekanan. Adinda perlahan menganggukkan kepalanya pertanda dia setuju. “Hahh! Kamu serius, mau jadi pacar aku?” ulang Giyo kembali meyakinkan apa yang dilihatnya.
1018.2K viewsOngoingAdded to Library 382 Times as anne rice
Show Reviews (41)
Read
+Library
Adiarizki
Terima kasih banyak juga untuk Rea yang sudah berkenan mengirimkan Permatanya, hingga detik ini Autoa sendiri masih belum percaya. REA begitu solid dalam memberikan Autoa semangat untuk selalu maju, dan belajar.
Kejora Bersinar
Terima kasih sudah menghadirkan cerita yang berbeda, Toa.🙏💗💗 Kalau selama ini aku baca kisah CEO/Molioner. Orang kayalah inti nya, talernyata sama Autoa kehidupan sederhana jadi cerita yang menarik dan enak dibaca.❤❤❤🤗
Read All Reviews
Vivian

Vivian

Bintang-bintang terhalangi lebatnya rimbunan pepohonan. Ia meraih akar ranting berukuran jari kelingking. Kemudian menggigit lapisan terdalam. Ada rasa sedikit asam dan sejuk, berair. "Cukup untuk menjanggal perutku," gumamnya lega.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as anne rice
Read
+Library
Gina

Gina

Pria itu berjalan mendekati Rice Cooker di dapur, membukanya untuk mengecek nasi yang semalam dia masak. Setidaknya hari ini nasi yang dia masak terlihat jauh lebih baik ketimbang kemarin-kemarin, Jovi bilang itu lebih mirip bubur ketimbang nasi dan Aksa mengamini hal tersebut. Yah, Danan sudah berusaha keras untuk mengisi kekosongan tugas yang selama ini menjadi kewajiban mendiang istrinya yang meninggal satu bulan lalu. Dia berusaha untuk memasak setelah sekian lama tidak menyentuh dapur, tidak seperti ketika dia masih melajang dan tinggal sendirian.
102.5K viewsOn holdAdded to Library 61 Times as anne rice
Read
+Library
SHANIA

SHANIA

"Apa kamu tahu, untuk siapa kami mempersiapkan makan malam ini?" "Tentu saja, Sayang," ujar Shania sambil melirikkan matanya ke arah kursi kosong di sana. Ia lalu memanggil salah satu asisten rumah tangga, yang kemudian datang membawakannya sebuket bunga mawar. Sambil berjalan anggun Shania lalu berkata, "Tempat untuk mamamu ini akan lebih cantik dengan hiasan bunga mawar, Bianca Sayang." Shania meletakkan bunga itu di meja bagian Nyonya Brenda. Alan mulai berdiri dan memanggil seorang pelayan untuk membawa satu kursi tambahan, dan meminta pelayan lain untuk menambahkan piring dan gelas. Kursi kosong milik kakaknya akan tetap dibiarkan kosong.
108.9K viewsCompletedAdded to Library 337 Times as anne rice
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status