Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Antara Dua Kembar Yang Memilikiku

Di Antara Dua Kembar Yang Memilikiku

“Dalam hal ini, kita berdua punya kedudukan yang sama. Sebenarnya, justru aku yang memiliki hak lebih banyak. Sebab aku yang menciumnya di hadapan pendeta dan altar.” “Antares–” “Kau tahu, Orion ….” Sekali ini, sudah tidak ada seringai tersemat di bibir Antares. Pandangannya sama tajam, garis wajahnya sama keras dengan sang saudara kembar. Harus Vega akui, paras indah dua pria ini benar-benar identik. Pun perangainya, sama-sama berbahaya. Keduanya adalah antagonis.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai antagonis dan protagonis
Baca
+Pustaka
Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel

Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel

Acara tadi malam cukup memuaskan bagi Jennifer. Melihat Ratih, Mikail, dan juga Anna dalam keadaan tidak berdaya seperti semalam adalah kepuasan tersendiri baginya. Ia tidak peduli jika orang-orang menganggap dirinya jahat, karena dirinya adalah karakter antagonis yang berperan membuat sang tokoh utama kesulitan. Apa salahnya menunjukan sifat yang tegas? lagi pula, mereka adalah orang-orang yang tidak akan menurut meski dirinya bersikap baik jadi percuma jika ia hanya diam dan menerima tindakan ketiga orang tersebut.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai antagonis dan protagonis
Baca
+Pustaka
7 HARI SEBELUM REUNI: Misi Mantan Terindah

7 HARI SEBELUM REUNI: Misi Mantan Terindah

"Terutama Faris, mengingat dia bekerja untuknya sekarang." "Benar juga," Pak Surya mengangguk. "Tapi bukankah itu juga bagian dari dinamika cerita yang menarik? Antagonis yang menghalangi rencana protagonis?" "Pak," Maya menatap mantan gurunya dengan tatapan serius, "ini bukan novel. Ini hidup nyata. Dan saya bukan protagonis. Jika ada, saya mungkin antagonisnya di sini, memanipulasi orang-orang untuk kepentingan saya sendiri."
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai antagonis dan protagonis
Baca
+Pustaka
Protagonis Sang Monster Logika

Protagonis Sang Monster Logika

pekik Fradhella memberontak saat seorang suster berusaha menenangkannya. “Nona, saya bukan orang jahat. Saya teman Nona,” bujuk Suster Anita. “Teman? Pembohong! Kamu penghianat. Kamu yang sudah merebut kekasihku! Pergi kamu, dasar pelakor!” teriak Fradhella yang semakin histeris. “Tenanglah, Nona. Aku bukan orang jahat. Aku punya hadiah untuk Nona jika Nona bisa tenang.” Bujukan Suster Anita mampu membuat Fradhella tenang.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai antagonis dan protagonis
Baca
+Pustaka
INTAN (Sekuat Hati yang Terkoyak)

INTAN (Sekuat Hati yang Terkoyak)

Ia mendekap tangan Wira dengan erat, merasa seolah dunia yang tadinya runtuh perlahan mulai dibangun kembali oleh tangan pria yang selama ini hanya ia kenal sebagai dokter baik hati di kliniknya. ​Di pintu kamar, Hamdani berdiri mengintip, ia tersenyum melihat pemandangan di dalam. Ia tahu, babak baru dalam hidup Intan baru saja dimulai. Lalu musuh-musuh yang selama ini meremehkan Intan, sebentar lagi akan berhadapan dengan kekuatan yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. Perang ini sudah dimulai, dan mereka tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai antagonis dan protagonis
Baca
+Pustaka
REYGA

REYGA

Pria ini tak pernah sadar akan keadaannya sekarang, jelas-jelas mereka ada lima orang sedangkan Reyga hanya bersama Ali. "Lo kira akan selamanya aib buruk lo tersimpan, gue gak akan tau selucu apa ntar kalo ketua lo itu tau busuknya elo," ucap Reyga berusaha memancing emosi dari Bara. Di sinilah sesama antagonis bermain. Bara yang tadinya emosi kini tersenyum sinis menatap Reyga.
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai antagonis dan protagonis
Baca
+Pustaka
Mengubah Takdir Selir Antagonis

Mengubah Takdir Selir Antagonis

ada ragu dalam suaranya, mengingat apa saja yang telah ia lalui dan berakhir seperti ini. Beberapa hari yang lalu, wanita itu mati akibat peluru sasar saat melakukan demonstrasi dan saat sadar dirinya telah memasuki tubuh Marielle—seorang tokoh antagonis sekaligus selir pelakor yang berakhir mati di tiang gantung karena menghianati Raja. Jujur saja, dia sangat kesal. Dari sekian banyak tokoh dalam novel itu, kenapa justru dirinya harus masuk ke tubuh wanita antagonis perebut suami orang?
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai antagonis dan protagonis
Baca
+Pustaka
OBSESI SANG ANTAGONIS

OBSESI SANG ANTAGONIS

Namun tetap saja gerakannya itu kaku seperti robot yang salah program. "Astaga… aku udah nyerang tokoh antagonis utama! Tokoh antagonis!" "Bukan figuran, bukan pemeran pendukung… tapi ANTAGONIS!" Tubuhnya langsung kehilangan tenaga. Ia bersandar ke kursi dengan bahu yang merosot lemas sementara matanya menatap kosong ke depan. “Bisakah aku mengulang waktu saja?” bisiknya sangat pelan, nyaris tidak terdengar.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai antagonis dan protagonis
Baca
+Pustaka
TRANSMIGRASI PEMBUNUH BAYARAN

TRANSMIGRASI PEMBUNUH BAYARAN

Tapi itu memang sebuah fakta yang harus semua orang terima dan lagi dia berperan sebagai tokoh protagonis dalam novel ini, hal itu membuat dia harus mempunyai penampilan yang lebih menonjol di bandingkan dengan tokoh lain. " Pffftttt... Protagonis? Konyol! " Joana menertawakan pikirannya sendiri. Jelas peran itu sudah tidak cocok dengan apa yang sudah dia lakukan. Dia lebih cocok berperan sebagai antagonis yang dibenci oleh banyak orang. Tapi menjadi Antagonis juga tidaklah buruk kan? Dia tidak harus menjadi palsu dan demi menjaga image polos dan lugu dihadapan semua orang.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai antagonis dan protagonis
Baca
+Pustaka
Anak Tersembunyi Sang Pria Antagonis

Anak Tersembunyi Sang Pria Antagonis

Begitu setelah mengatakan, dia tersenyum penuh akan kemenangan. Alena terkekeh geli, lalu pada detik selanjutnya ia melihat tajam ke arah Calief. Wajah Alena telah mengeras karena amarah yang terpancing. Ia menggertakkan gigi geram. Lantas berseru, "Jangan terlalu kejam, tuan Calief! Anda sudah menginginkan sangat banyak." Tekan Alena murka, ia menarik napas panjang kemudian menambahkan kembali. "Saya rasa anda telah serakah, jadi biarkan saja kerja sama ini batal. Saya tahu anda tidak akan kehilangan dukungan. Ini juga tidak bisa saya terima." Keadaan sekitar mendadak tegang akibat perkataan Alena. Calief pun merasa tidak terima atas penolakan seperti ini. Tangannya mengepal sangat kuat.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai antagonis dan protagonis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status