Di Ranjang Majikanku
Benar-benar di sini, batin Binar, merasa perlahan-lahan tenggelam dalam rasa aman yang selama ini dia dambakan.
Setelah beberapa saat, Bhaga menarik tubuh Binar perlahan. Kedua tangannya yang hangat membelai pipi Binar yang basah oleh air mata.
Matanya yang biasanya tajam, kini lembut dan penuh tanya, menatap langsung ke kedalaman mata Binar yang masih berkaca-kaca.
Binar memahami tatapan itu. Dia menutup matanya, bulu matanya yang masih basah bergetar pelan. Itu adalah jawaban.