Takkan Kubiarkan Kau Merebut Suamiku
Aku mulai curiga dengan apa yang akan dibicarakan orang tuaku.
"Jadi kami sepakat sabtu ini kamu akan bertunangan dengan seseorang."
"Wait! Apa-apaan ini Pa, pulang-pulang aku malah disuruh tunangan! Aku gak terima pokoknya!"
"Firlita, denger Mama sayang, orang tua laki-laki itu udah cocok sama kamu, dia ingin kamu jadi mantunya. Terima aja yah! Dia kan anak orang terpandang, umurnya juga udah cukup buat menikah." Papa mengatakannya sambil membelai rambutku mungkin agar aku lebih , tapi boro-boro malah aku tambah kesal, ini memangnya siapa sih main jodoh-jodohin aja, tanpa nanya dulu sama aku.
Bab Populer