Wanita Yang Melamar Suamiku
“Jangan bersandiwara, Mas! Aku tahu kamu itu bohong soal perempuan udik ini! Kamu hanya mengarang cerita bilang dia tunanganmu! Kapan pula kamu bertunangan kalau kamu saja baru sadar kemarin pagi!”
“Kamu tidak tahu berarti jalan ceritanya. Dengar, aku tiba-tiba tersadar dari komaku, tepat saat Bening datang menjengukku! Sebelum sadar itu aku merasa seolah-olah aku sedang tidur dan bermimpi. Dalam mimpiku aku terpeleset ke sebuah jurang yang sangat dalam. Tak ada yang bisa menyelamatkanku. Bapak dan Ibu hanya mampu menangis dan berteriak –teriak memanggil namaku. Tiba-tiba ada seorang wanita yang datang, dia membantuku bangun, membimbingku menggerakkakan kakiki yang patah, membimbing